
tindakan sekecil apapun bisa membuat perubahan besar jika kita bersungguh sungguh
Reno melepaskan pelukannya, dan melihat ke arah wajah keysa yang menunduk.
"Aku seneng banget bisa ketemu lagi sama kamu Key."
Keysa menggigit bibirnya kuat kuat. Ada yang salah pada dirinya. Dia tau Reno sudah menikah. Tapi tetap saja hatinya masih mengaharapkan cinta dari pria ini. Reno mengapit kedua pipi keysa dan membuat wajahnya terangkat. Keysa tak bicara sepatah kata pun. Tapi Reno bisa melihat dengan jelas dari bola mata Keysa, hasil yang ia tuai setelah meninggalkan keysa, kesedihan, kekecewaan dan semua hal yang tak bisa diungkapkan kata kata.
Keysa meraih tangan Reno dan menciumnya berkali kali. Merasakan sentuhan lembut yang pernah menjadi miliknya. Lalu Keysa tersadar dan melepaskannya.
"****." kata Keysa.
"Apa key?" Reno tak mengerti dengan maksud keysa.
"Setelah susah payah aku lupain kamu, kenapa kamu harus muncul lagi."
Keysa menyeka sedikit air mata yang jatuh. Reno bermaksud untuk kembali memeluk keysa dan menenangkan hati keysa. Tapi Keysa malah mundur beberapa langkah dari Reno.
"Kamu...harusnya kamu nggak usah lagi muncul di hadapan aku. Bilang sama aku ren, bilang. Bantu aku, kasih tau sama aku gimana caranya ngilangin perasaan sakit ini Ren. Kenapa aku masih aja nggak bisa terima kalau kamu adalah milik orang lain sekarang."
Reno hanya bisa ikut merasakan sakit yang di derita keysa. Keysa hanya tak tahu bahwa Reno juga merasakan hal yang sama. Ia bingung harus menjawab apa. Penyesalan memang selalu datang terlambat.
"Aku juga Key. Bukan hal yang mudah buat ngejalin hubungan dengan terpaksa. Biarpun sebisa mungkin aku coba untuk nggak ganggu kamu, tapi nyatanya nggak ada satupun hal yang bisa jadi alasan buat aku lupain kamu."
__ADS_1
Reno kembali menarik keysa ke dalam pelukannya, meski keysa berusaha melepaskanya. ia memukul mukul kecil tubuh reno.
"Maaffin aku key."
Keysa berhenti meronta ronta. Ia tenggelam dengan rasa sedihnya dalam pelukan Reno dan menyerah dengan perlawanannya.
Axel mulai kehabisan stok lapang dada dan kesabaran. Ia berlari ke arah mereka berdua lalu dengan sigap ia memisahkan Keysa dari Reno, membuat jarak untuk memulainya dan
...bugg...
Sebuah tinjuan keras berhasil mendarat sempurna di rahang pria tampan itu dan membuat sedikit darah keluar dari sudut bibirnya. Tanpa aba aba Axel bermaksud untuk melayangkan tinjuan ke dua. Sontak saja keysa yang masih terkejut, berusaha sekeras mungkin untuk menahannya.
"Axel jangan. Gue bilang berenti."
"Gue mohon. Kalian berenti. Ada begitu banyak orang yang merhatiin kita sekarang."
Benar saja mereka bertiga kini menjadi bahan tontonan menarik di taman itu.
Reno dan Axel saling melemparkan tatapan tajam dan menurunkan tangan masing masing. Namun aura kemarahan di antara mereka berdua masih sangat terasa.
"Lo **** Key. Buat apa lo masih aja peluk peluk si kampret itu." Axel menunjuk ke arah Reno.
Reno hanya tersenyum sinis sambil berkata.
__ADS_1
"*****"
Keysa berbalik ke arah Axel
"Lo apa apaan sih Xel. Apa lo nggak tau dia siapa."
"Gue tau key. Gue tau banget. Reno kan? dia cowok yang udah bikin lo sakit itu kan. Gue ngeliat drama kegilaan lo dan si kampret ini dari ujung sana dari tadi. Ya ampun keysa. Otak lo dijual kemana?"
Axel menyentikan jarinya di telinga keysa beberapa kali.
"Sadar key sadar. Cowok yang baru aja lo peluk peluk ini suami orang lain."
Keysa bengong mencerna kalimat yang dilontarkan Axel dan membenarkannya sendiri. Memang tak seharusnya ia meluapkan emosi yang begitu dalam pada Reno,mengingat statusnya yang sekarang.
Reno menarik keysa dan membuatnya berbalik menghadap wajahnya.
"Apa yang terjadi selama nggak ada aku Key." tanya Reno serius.
Keysa baru saja membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Reno, tapi suara Axel lebih dulu terdengar.
"Keysa cewek gue sekarang"
***
__ADS_1
apakah ada yang baper disini. kalau ada langsung aja ya tekan tanda jempol, dan tinggalkan saran juga kritik yang bermanfaat hehe