
Keysa memandangi langit langit kamarnya yang berwarna putih sembari berbaring di dalam di atas kasurnya. Iya melihat undangan pernikahan yang diberikan Reno. Keysa tak lagi menangis, mungkin air matanya sudah habis. Tapi hatinya masih sakit, dan pikirannya masih memaksanya untuk terus mengingat Reno.
Ceklek...
Suara pintu terbuka membuyarkan lamunan Keysa. Tampak Leana yang sedang melepas sepatunya lalu masuk begitu saja ke kamar Keysa. Ya anak itu lupa mengunci pintu kamarnya.
"Key, maafin gue. Tadi gue ngampus lupa nggak bawa hp. Terus jadwal kelas gue lagi padat juga. Jadi gue gk tau lo telpon berkali kali."
"Iya iya, nggak papa. Gue sekarang udah enakan kok."
"Emangnya lo tadi kenapa Key?."
Leana mengambil undangan pernikahan yang di genggam Keysa, sebelum sempat ia membuka mulut.
"Gue, nggak percaya. Ini serius Key?" Tanya Leana dengan mata yang hampir keluar. Dan Keysa hanya mengangguk perlahan.
"Maafin gue Key. Gue nggak tahu kalau tadi lo bener bener butuh gue. Gue nggak abis pikir deh bisa bisa nya tuh anak malah kirim undangan segala. Apa maksudnya coba?."
"Nggak dikirim, dia langsung kasih ke gue di kampus tadi."
__ADS_1
"Dan lo malah biasa aja kaya gini."
"haaahhhhhhh"
Keysa menarik nafas panjang terlebih dulu, sebelum ia kembali bicara.
"Air mata gue abis. Dari siang gue udah nangis mulu, ya lama lama capek juga."
Leana sedih melihat keadaan sahabatnya yang tampak payah.
"Dan lo bakalan dateng?"
"Bagus, lo gak perlu dateng. Atau lo bakalan sakit hati. Ya udah malem ini. Gue bakalan nemenin lo nginep disini."
"Thanks lea." Keysa lega bisa membagi kisahnya sekarang dengan teman terbaiknya. Ya jika saja leana tak disini bisa saja Keysa berpikir untuk bunuh diri.
__________
Panggilan alam membuat Keysa terbangun. Dilihatnya leana masih tertidur pulas. Pukul dua dini hari, cukup sunyi. Dengan malas Keysa bangkit dan menuju kamar mandi yang penuh dengan air dingin.
__ADS_1
..brrrrbbbrrrr...
Keysa merasa kedinginan setelah menyentuh air. Ia ingin sekali memejamkan matanya. Tapi rasa kantuknya kini telah hilang. Ia melamun dalam selimut dan mengingat apa yang dikatakan Axel tadi siang. Ia penasaran dengan apa.yang pernah dilakukan Leana dan Axel. Sebatas ciuman, pegang pegangan, raba raba atau...
Ahhhh Keysa menutupi mukanya dengan bantal. Kenapa ia mendadak mesum dan gila. Sejak kapan dia jadi seperti ini. Umurnya kini 23tahun dan dia hampir tak pernah berpikir kotor selama itu. Dan Axel sudah membuat pikiran polosnya tak polos lagi.
....Ting...
Samar samar dia mendengar suara chat masuk di hp. Dia meraihnya dan segera membuka chat itu.
"Lo masih melek nggak ?"
Dia membaca chat itu sekali lagi. Axel, iya chat itu dari Axel. Keysa melihat ke arah jam dinding. Masih pukul dua lewat lima belas menit dini hari. Dia tak habis pikir. Kenapa Axel menghubungi nya sepagi ini. Dia melirik ke arah Leana yang masih tertidur lelap. Lalu kembali melihat ke hp dan mengetik sesuatu disana. Tiba tiba rasa gugup menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Ngapain lo pagi pagi gini chat. Udah kaya kalong aja lo."
***
gimana? udah mulai penasaran belom sama novel ini. yuk pentengin terus. dan jangan lupa like and comment nya. ya :D
__ADS_1