Iblis Berwajah Tampan

Iblis Berwajah Tampan
Pulang


__ADS_3

Setelah selesai makan Nathan dan Aluna pun pulang. Di dalam mobinya Nathan menghubungi Romi.


"Halo,Rom Lo ke sini sekarang bawa anggota yang lain.gue share lokasinya nanti.tadi pagi gue diserang" ucap Nathan lalu menutup teleponnya.


_________________________


Di Markas.


"Max,Baron, Bos kita di serang saat sedang kencan Lo berdua kumpulin anggota yang lain dan bawa sebagian dari mereka.Jangan lupa sniper andalan kita. Rupanya ada yang mau main- main sama kita" perintah Romi saat Nathan sudah mengirim lokasinya.


"Oke,gue rasa cukup liburannya....gue sudah rindu situasi seperti ini" ucap Max sambil memilih senapan yang akan dia pakai.


"Bang,ini kayak lokasi pantai. Rupa nya bos romantis juga bisa kepikiran ngajak kencan ke pantai" ujar Baron.


"Indra mana Indra? dari tadi dia gak kelihatan?" tanya Romi.


"Dia masih teler Bang" jawab Baron.


Romi segera menelpon Indra.


"Halo bang?ada apa?" Indra baru bangun tidur


"Cepat ke markas,bos dalam bahaya" perintah Romi


"Apa???? baik bang" Indra langsung loncat dari tempat tidurnya dan bergegas ke kamar mandi dia hanya menyikat giginya tanpa mandi apalagi berganti pakaian lalu menuju ke markas yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.


"Sorry,gue telat" ucap Indra saat melihat semua orang sudah memasuki mobil masing-masing.


Romi segera melajukan mobil jeep anti peluru menuju ke lokasi Nathan bersama anggotanya yang lain.


"Nath,kok masih di sini. nungguin siapa sih?" tanya Aluna yang sudah 15 menit berada di dalam mobil.


"Aku nungguin Romi,kita tunggu sebentar lagi" Jawab Nathan sambil mengelus rambut Aluna. Aluna langsung menundukan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.

__ADS_1


"Gue bisa aja pulang sekarang tapi ini terlalu berbahaya buat Aluna,ciihh lama banget si Romi". batin Nathan.


Tak lama Romi datang dengan 5 mobil di belakangnya. Aluna yang tidak tau dia meremas tangan Nathan karena ketakutan.


" Gak papa,dia Romi dan anak buah ku" ucap Nathan.


"Oh,kenapa banyak sekali?" tanya Aluna


"Mmm,,,,anggap aja kita lagi di kawal. Aku takut terjadi apa-apa sama kamu" jawab Nathan, hati Aluna tersentuh oleh setiap perhatian yang Nathan berikan.dia merasa jadi wanita yang paling beruntung.


Nathan membuka kaca mobilnya,.


"Rom,Lo bawa mobil gue" ucap Nathan


Dia kemudian pindah ke kursi belakang bersama Aluna.


"Jadi obat nyamuk dong gue" batin Romi.


"Baik Bos" rupa nya mulut Romi tidak seberani hatinya yang bisa menjawab perintah Nathan.


"Gimana semalam?apa kalian bersenang-senang?" tanya Nathan memecah keheningan.


"Sangat bersenang-senang bos,terima kasih. Oh ya,kenapa bos tidak langsung menghuhungiku saat terjadi insiden penembakan itu?" ucap Romi


"Gue gak ingin ganggu kalian,gue tau pasti tadi pagi kalian masih tidurkan" tanya Nathan.


"heheheh,iya bos. Oh ya saya sudah dapat informasi tentang orang yang menembak bos tadi pagi. Dia hanya pembunuh bayaran,sebelum bos tembak mati dia sempat bicara dengan seseorang di telpon dan saya berhasil mendapatkan rekamannya" jawab Romi.


"Oke nanti cek di maarkas aja"


"Kita sekarang langsung kemana bos?" tanya Romi


"ke rumah" jawab Nathan sambil melirik Aluna .

__ADS_1


"Apa lihat-lihat?" tanya Aluna yang dari tadi fokus pada ponselnya tanpa menghiraukan percakapan Nathan dan Romi.


"Aku hanya mau menagih janjimu saat nanti sampai di rumah" jawab Nathan datar


"Janji apa?aku tidak pernah menjanjikan apa-apa padamu" ucap Aluna.


"Baiklah kalo kamu lupa aku akan mengingatkannya" ucap Nathan langsung menarik tengkuk Aluna dan mencium bibirnya. Aluna mencoba memberontak tapi tenaga nya tidak cukup kuat.


Kegiatan mereka tidak luput dari pandangan Romi,dia sesekali melihat dari kaca di mobilnya dan dia merasa malu sendiri.padahal yang harusnya malu itu manusia yang melakukannya.


"Ternyata si bos udah sejauh itu" batin Romi sambil senyum-senyum.


Aluna memukul-mukul dada Nathan,dia sudah kehabisan nafas tapi Nathan tidak melepaskan ciumannya.sampai dia menggigit bibir Nathan barulah Nathan melepaskan bibirnya.


"Tadi aja malu-malu,sekarang udah berani gigit aku" ucap Nathan terkekeh.


"Hei,bagaimana bisa kamu melakukan hal itu di depan orang lain?" kesal Aluna.


"Di depan siapa maksud kamu?" tanya Nathan.


"Sial,bos kira gue mahluk halus gitu?" batin Romi.


Aluna melirik Romi,


"Dia maksud kamu?" tanya Nathan sambil menunjuk Romi.


Aluna menganggukkan kepalanya.


"Gak usah malu,anggap aja dia gak ada" ucap Nathan sambil tersenyum,Aluna mencubit tangan Nathan hingga yang punya mengaduh.


"Aw,,,sakit sayang" ucap Nathan.


"Kamu kenapa sih nyakitin aku terus?tadi gigit bibir aku,sekarang cubit tangan aku. sakit tau" ujar Nathan

__ADS_1


Sontak Romi merasa kaget dengan perubahan Bosnya itu. Yang Romi tau Nathan itu pria berdarah dingin,pembunuh,tidak punya perasaan dan kejam. Bukan Nathan yang Romantis,manja dan lembut.


"Sungguh wanita yang luar biasa,bisa merubah iblis kejam menjadi kucing yang penurut" batin Romi


__ADS_2