
"Hey gendut,data apa yang Lo hapus dari Karina?" tanya Romi tegas.
"Gak ada yang gue hapus,semua real" jawab pria berbadan gemuk itu.
"Rom,gak usah bertele-tele. angkat dia ke meja operasi" perintah Nathan.
"Max,bantu gue" ucap Romi.
"Lepasin gue,gue gak tau apa-apa. Lo salah orang,,lepasin gue" teriak pria itu berusaha memberontak. Namun sayang tenaga nya tidak sebanding dengan Romi dan Max.
Pria gendut itu di ikat kuat di atas meja operasi. Setelah semuanya siap Nathan mendekati pria itu dengan pisau tajam di tangannya. Bagi para mafia dan psikopat pisau tajam itu biasa di sebut pisau tumpul.
"Waw,sungguh tubuh yang penuh dengan lemak...Rom,Lo coba duluan" titah Nathan.
Max tercengang saat mendengar Bosnya bisa bicara santai juga,.
"Max,Lo juga harus nyobain ini sangat menyenangkan" ucap Nathan.
"Lo,mau buka mulut gak?atau nunggu pisau tumpul ini merobek perut buntal mu?" tanya Romi sambil mengasah pisaunya.
"Lo gak bisa ngelakuin itu,gue bakal lapor polisi" teriak pria gendut itu dengan panik.
"Bhuahahahahahahahaaa,,,,jangan kan lapor polisi,gue aja gak yakin kalo Lo bisa keluar hidup-hidup dari ruangan ini" suara tawa Nathan menggema membuat semua orang yang ada di ruang eksekusi merasa ketakutan.
"Baik kita coba" ucap Romi lalu menancapkan ujung pisaunya di perut buncit pria itu dan seketika darah segar muncrat hingga ke mengotori wajah dan baju Romi.
__ADS_1
"Aaaahhhhhhh,brengsek Lo semua" teriak pria itu mengaduh kesakitan.
"Kalo lo mau minta ampun,masih belum terlambat" ucap Romi.
"Max,Lo cuma mau jadi penonton?" tanya Nathan.
"Eh,enggak bos. saya mau coba juga" jawab Max gugup lalu berjalan mendekati Romi.
"Wahhh,kayaknya buaya di kolam kita bakalan pesta besar malam ini" ucap Max.
"Lepasin gue,,,lepass.... gue gak tau apa-apa. gue cuma di bayar buat hapus data wanita jahat itu". ucapnya lemas.
" Apa yang Lo hapus?" tanya Romi
"Lo tau siapa yang ngelakuin itu?" tanya Romi.
"Dia temen gue,saat itu gue sama dia lagi butuh duit.tapi temen gue gak sanggup,saat berita Ny.Olla meninggal dia seperti hidup di bayang-bayangi kesalahan setelah itu dia menyerahkan diri ke polisi. Sementara gue masih bisa hidup tenang karena gue cuma ngawasin aja sama menghapus data soal Karina yang udah masuk ke kepolisian karena temen gue buka mulut soal pembunuhan itu" jawab Pria itu.
Saat Romi akan melanjutkan introgasinya.
Tiba-tiba Nathan maju mendekati meja itu dan mengambil alih pisau dari tangan Romi kemudian dia menusuk-nusukan pisau itu ke akan tubuh pria malang itu.
"Lo tau yang Lo bunuh itu ibu gue???Lo tau yang mati itu sodara kembar ibu gue????" teriak Nathan membabi buta,pria itu sudah tidak bernyawa dengan dahar segar mengalir dan mengotori baju serta wajah Nathan.
Gak ada yang bisa Romi dan Max lakukan,mereka hanya bisa menyaksikan kekejaman bosnya saat keluarganya di sakiti.
__ADS_1
Iya mungkin ada benarnya kalo kita jangan pernah mengusik orang pendiam karena di balik diam orang pendiam ada iblis yang tengah tidur.
"Lo berdua beresin dia,buang mayatnya di kolam buaya dan beri keluarganya uang yang sepadan" perintah Nathan sambil berlalu meninggalkan ruang eksekusi.
"Baik Bos" ucap Romi dan Max bersamaan.
"Pak,saya ngeliatnya ngeri banget. ternyata bos ganas,kejam dan tidak berperasaan" ucap Max saat membersihkan darah yang berceceran di lantai.
"Lo baru sekali liat,gue udah ribuan kali. santai aja,nanti Lo bakalan terbiasa. bos sebenarnya baik,cuma kalo ada orang yang mengusik keluarganya". ucap Romi.
____________________
" Hallo Mami??,apa mami belum bosan liburannya?" tanya Nathan.
Rupanya dia sedang melakukan video call dengan maminya.
"Kenapa anak mami jadi manja begini?sensi amat sayang". jawab mami Nathan.
" Ah mami,,,,kapan mami pulang? Nathan mau mami sama papi cepat kumpul kembali" ucap Nathan.
"Mami juga mau sayang,tapi mami pengen Karina tertangkap dulu" kata maminya.
"Nathan janji mi, Karina akan Nathan bawa ke hadapan mami" ucap Nathan tegas.
"Ok sayang,mami tunggu" kata maminya.
__ADS_1