
Ciuman mereka terus berlanjut dari bibir perlahan Nathan mencium dan menjilati leher Alun. Ini memang pengalaman pertama bagi ke duanya.Namun Nathan melakukannya tanpa kesalahan.Aluna sangat menikmati perasaan baru yang di alaminya.
"Aaaahhhh" desah Aluna saat Nathan mencium lehernya.
"Teruslah mendesah,,,suaramu sangat cantik" bisik Nathan.
Aluna terbuai dalam setiap sentuhan yang Nathan berikan hingga dia tidak menyadari kalo bajunya sudah tergeletak di lantai.Kini yang tersisa hanya dalaman Aluna
Nathan melepas cumbuannya dan menatapan tubuh Aluna dari atas sampai bawah lalu tersenyum.
"Kau cantik,tubuhmu juga sexy" bisiknya
Aluna menutup wajah malunya,ucapan Nathan membuat hatinya senang bercampur malu. Karena ini baru pertama kalinya dia tidak mengenakan pakaian di depan pria.
Nathan mendorong pelan tubuh Aluna hingga mentok ke dinding kamar lalu menyerangnya lagi tanpa ampun,Aluna sempat kewalahan dia tidak sanggup mengimbangi setiap cumbuan yang Nathan berikan.Leher dan dadanya di penuhi oleh tanda-tanda kissmark yang Nathan ciptakan. Aluna tidak bisa menolaknya walaupun akal sehatnya berusaha untuk memberontak tapi tubuhnya terus memaksa dirinya untuk tetap menikmati dan melanjutkannya.
"Ah" pekik Aluna,dia kaget saat Nathan tiba-tiba menggendongnya ke ranjang dan membaringkannya perlahan.
"Aluna,kamu yakin mau melanjutkannya?" tanya Nathan yang berada di atas tubuh Aluna.
Aluna hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Nathan.
"Apa kamu tidak akan menyesalinya? Aku tidak akan bisa berhenti.sebelum semuanya terlambat baik kamu memikirkannya kembali" ucap Nathan meyakinkan.
"Aku tidak akan menyesalinya,toh semuanya sudah terlanjur" jawaban Aluna membuat Nathan tersenyum lebar.
"Jangan terus tersenyum,aku bisa diabetes" gombal Aluna.
Nathan menatap Aluna dalam "gombalan kamu receh" ujar Nathan sambil tertawaa. Padahal dal hatinya dia senang bukan main denger Aluna menggombalinya.
"Aku tidak menggombal,emang kenyataan nya senyum kamu manis. Aku harap senyuman itu hanya untukku" Ucap Aluna.
__ADS_1
"Iya,senyum ini,tubuh ini,cinta ini dan semuanya hanya untukmu. tidak akan ada yang lain" ucap Nathan lalu mencium bibir Aluna lembut.
"Pelan-pelan Nath" ucap Aluna di sela-sela ciumannya.
Nathan melepaskan bibirnya dari bibir Aluna. Dia segera melepas baju dan celananya hingga menyisakan hanya menyisakan boxer di tubuhnya.
"Glekk" Aluna menelan ludahnya "Tubuh yang sangat menggoda,wanita manapun pasti tak akan sanggup menahannya" batin Aluna
Nathan menarik dalaman Aluna
"Aku tau aku sexy,tapi aku mohon jangan menatapku seperti itu" bisik Nathan membuyarkan lamunan Aluna.
Aluna memalingkan wajahnya "Eh,,,kok aku telanjang?" tanya Aluna kaget dia langsung menarik selimut di dekatnya namun tangan Nathan dengan sigap menahannya.
"Aku suka lihat kamu begini,tapi ingat jangan sampai kamu telanjang di depan pria lain" ucap Nathan setengah memperingatkan Aluna.
"Ba-baik" jawab Aluna gugup,dia merasa sedikit takut melihat sorot mata Nathan yang tajam.
"Ahh,,pehlan-pelan Nath" desah Aluna.
Nathan semakin bersemangat dia menghisap ** Aluna dan menggigitnya pelan dan membuat yang punya menggelinjang merasakan kenikmatan.
Ciuman Nathan turun ke pusat inti Aluna,di bukanya paha Luna perlahan dan Waw,,,,sangat menggoda. daging lapis tanpa bulu berwarna merah muda membuat Nathan sedikit kesulitan menelan salivanya.
Nathan mendekatkan wajahnya dan perlahan menjilati daging lapis itu,aroma yang khas membuat junior Nathan yang sudah dari tadi On semakin memberontak ingin segera merasakan daging lapis itu.Dia membuka boxernya dan melemparkan nya asal.
"Aluna,tahan yah.ini akan sedikit sakit" ucap Nathan yang di jawab anggukan oleh Aluna.
Nathan mengarahkan juniornya yang panjang padat berisi itu kemudian menggosok-gosokkan pelan dan Bleesshh sekali hentakan junior Nathan mendarat sempurna di pusat inti Aluna
"aaakkhhh" teriak Aluna kaget bercampur sakit membuatnya meneteskan air di sudut matanya. dengan sigap Nathan mencium kedua mata Aluna.
__ADS_1
"Maaf Aluna" bisik Nathan.
__________________
Sinar mentari pagi menerobos lewat celah gorden mengusik tidur nyenyaknya dua mahluk berbeda kelamin di kamar itu.
Aluna yang sudah terbiasa bangun pagi dia perlahan membuka matanya. Dia menatap sosok tampan yang masih terlelap di depan matanya
"Sungguh indah ciptaan Tuhan" batin Aluna.
"Apa sudah puas menatapku nona?" bisik Nathan dengan suara khas orang bangun tidur.
Aluna gelagapan saat aksinya di pergoki oleh Nathan. Nathan merasa gemas melihat Aluna yang malu-malu,saat Aluna akan melarikan diri dengan cepat Nathan memeluknya erat.
"Lepas Nath,,,," Aluna mencoba memberontak.
"Gak bisa"
"Nath,lepas ih...aku mau mandi"
"Oke,kita mandi bersama"
"Gak bisa,,,,,ya udah kamu mandi duluan aja"
"Aku maunya sama kamu" ucap Nathan.
"Aku baru tau kamu orangnya manja juga,aku pikir kamu pria yang hanya bisa mesum dan tebar pesona" ujar Aluna menahan senyumnya.
"Aku manja hanya sama kamu dan mami...ya walaupun mami jauh tapi aku gak bisa kalo gak telepon mami sehari aja...Aku anak yang tidak mendapatkan kasih sayang dari mami" ucap Nathan sedih
"Maaf Nath,aku gak bermaksud membuatmu sedih" lirih Aluna.tangan nya bergerak mengusap-ngusap rambut halus Nathan.
__ADS_1