
Jam makan siang Nathan pulang dari kantornya,dia sengaja pulang lebih awal karena akan berkunjung ke rumah papinya. Sudah lama dia tidak pergi ke sana,bahkan dia hampir melupakan saudara kembarnya.
Saat tiba di mansionnya Nathan mencari keberadaan Aluna, sampai di lantai 2 dia melihat pintu ruangan pribadinya terbuka dan mendapati Aluna yang sedang mengagumi sosok wanita di dalam bingkai foto besar yang tak lain adalah maminya sendiri.
"Aluna,dia mami aku" ucap Nathan.
"Beliau sangat cantik,apakah beliau masih ada?"tanya Aluna pelan.
" Mami masih hidup,dan hanya aku saja yang tau" jawab Nathan sambil mengelus wajah di dalam foto itu.
"Oh ya,dimana beliau? kenapa hanya kami yang tau?" tanya Aluna penasaran.
"Rasa ingin tau mu besar juga,belum saatnya kamu tau. Oh yah nanti sore aku mau ke rumah papi,kamu ikut yah aku kenalin sama papi aku" ucap Nathan
"Tapi aku malu Nath,aku takut keluarga kamu gak nerima aku. kamu tau sendiri aku kan,,,,,"
ucapan Aluna langsung di potong Nathan.
"Luna,kamu gak perlu khawatir tentang itu. keluarga aku bukan keluarga penuntut.jadi kamu tenang aja" potong Nathan.
"Sekarang kamu siap-siap. 1 jam lagi kita berangkat" ucap Nathan
"Oke"
_________________
2 mobil sudah berada di halaman mansion Nathan. Mereka sedang menunggu bos mereka yang masih bersiap-siap.
Romi dan Max satu mobil sedangkan Indra dan Baron di mobil satunya lagi.
"Luna udah siap?" tanya Nathan
"Udah,ayo" jawab Aluna.
"Kamu cantik banget, emang gal salah aku milih calon istri" ucap Nathan sambil mengecup pipi Aluna.
Wajah Aluna bersemi merah,dia berpikir kalo Nathan sekarang lebih pandai merayu.Ya walaupun di luar dia terkenal dengan sisi kejamnya tapi di depan Aluna dia sangat lembut dan sedikit ada romantis-romantisnya.
Nathan keluar mansionnya dengan menggandeng tangan Aluna. Dia dengan celana jeans hitam sedikit ketat di padukan dengan kaos putih dan jaket berwarna army terlihat seperti model. wajahnya yang tampan,tinggi dan bertubuh sexy membuat para wanita menjerit memujanya.
Berbeda dengan Aluna yang hanya menggunakan dress biru sederhana tapi elegant yang tadi sempat Nathan beli.
Di luar Romi dan kawan-kawannya sudah menunggu Nathan sambil bercanda Ria.
Suara sepatu Nathan membuat mereka berempat sontak mengalihkan pandangannya.
"Bos,,,,ganteng bangett" puji Max,dia tidak sadar dengan apa yang di ucapkannya.
Dan ucapan Max membuat Nathan bergindik ngeri.
__ADS_1
"Max,sori. gue bukan pecinta sesama. gue udah punya Aluna" ucap Nathan sambil mengangkat tangannya yang sedang menggentgam tangan Aluna.
"Bu-bukan begitu bos maksudnya,,,,,aduh gimana nih salah ngomong...maksudnya bos terlihat berbeda dengan penampilan biasanya" ucap Max gugup.
Kegugupan Max membuat orang yang ada di sekitarnya tertawa termasuk Nathan yang sangat jarang terlihat tertawa.
"Ayo berangkat" ajak Nathan.dia membawa mobilnya bersama Aluna,Nathan tipe orang yang selama dia bisa lakukan sendiri dia akan lakukan jadi kemana pun dia pergi dia jarang menggunakan jasa supir.palingan nyuruh si Romi.
1 jam perjalanan untuk sampai di kediaman papinya Nathan,dan selama di perjalanan Aluna terlihat tegang dan tangannya berkeringat dingin.Sampai sekarang sudah tiba di halaman rumah papinya Nathan pun Aluna masih terlihat tegang.
Nathan yang melihatnya berniat untuk menggodanya
"Hay,tenang aja. Gak usah tegang gitu.Keluarga aku memang kaya tapi mereka gak jahat" ucap Nathan mengelus kepala Aluna.
"Tapi aku sedikit takut" jawab Aluna.
Nathan turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Aluna.
"Ayo turun" ajak Nathan.
Aluna dengan perasaan ragu turun dari mobil Nathan dan menggenggam tangan Nathan kuat.
Nathan memcoba menenangkannya dengam cara mengelus-ngelus tangan Aluna.
Pintu Rumah terbuka dengan otomatis. Nathan,Aluna,Romi dan yang lainnya pun masuk.
"Selamat datang Aden,apa kabar?" sapa maid paruh baya itu.
"Iya bi,kabar baik. papi mana?" tanya Nathan
"Tuan ada di halaman belakang bersama nona Fira" jawab maid.
"Oh ya udah makasih".
Nathan segera ke halaman belakang,dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan pahlawan dalam hidupnya.
Nathan melepaskan genggaman tangan Aluna dan berjalan sedikit cepat.
" Papi....." Nathan setengah berteriak dan berlari menghampiri papinya.
Sandi dan Syafira menoleh ke arah suara yang sangat mereka rindukan.
"Nathan" ucap Sandi.
Nathan berhambur memeluk Sandi,pelukan anak dan ayah yang sebulan tidak bertemu seperti tidak bertemu selama bertahun-tahun.
Sandi mengeluh rambut lembut putranya itu,
"Kamu semakin tampan saja,Apa kabar sayang?" tanya Sandi.
__ADS_1
"Kabar baik,papi sendiri gimana kabarnya?maaf Nathan baru sempat ke sini" ucapnya Lirih.
"Seperti yang kami lihat,papi masih tampan dan sehat" jawab Sandi membuat Nathan menarik sudut bibirnya.
"Hey sayang,,,,apa kamu tidak merindukan ku?" tanya Syafira. Sontak Nathan beralih memeluk Syafira lembut dan mencium pipi kakaknya itu.
Adegan yang Nathan lakukan tidak luput dari penglihatan Aluna,Romi,Max, indra dan Baron.
Mungkin bagi Romi dan yang lainnya itu hal biasa karena mereka sering ke sini tapi bagi Aluna sangat menyakitkan dimana kekasihnya memeluk mesra perempuan cantik di depan matanya sendiri.
Nathan masih betah memeluk Syafira,mungkin karena ikatan batin kerinduan yang Nathan rasakan sama dengan kerinduan yang Syafira rasakan juga.
"Siapa dia?" bisik Fira dan membuat Nathan melonggarkan pelukannya.
"Astaga,,,,,kok aku bisa lupa yah" Nathan melepaskan pelukannya dan menghampiri Aluna.
Dia membawa Aluna ke hadapan papinya.
"Papi,kenalin ini Aluna. pacar Nathan" ucap Nathan.
"Oh hebat kamu yah,sebulan tidak pulang sekaliny pulang langsung bawa calon mantu" goda Sandi.
"Kenalin,saya Sandi. papinya Nathan"
"Dan ini Syafira,,,"
"Istrinya Nathan" Fira memotong ucapan Papinya dan membuat Nathan melotot karena ucapan kakak nya itu
Aluna tersentak saat menjabat tangan Syafira,hatinya sakit bagai di remas-remas. hingga dia pun tidak menyadari kalo matanya sudah berair.
Syafira yang berniat untuk mengerjainya pun gelagapan saat melihat air mata Aluna menetes.
"Jangan nangis,hapus air matamu dan coba perhatikan wajahku dan wajah Nathan?" ucap Syafira lembut.
Aluna pun menurutinya,dia memperhatikan wajah Syafira dan wajah Nathan yang terlihat sangat mirip.
"Apa kesimpulanmu?" tanya Syafira.
"Kalian mirip,kalian memang jodoh" jawab Aluna lirih.
"Hey gadis bodoh...mana ada jodoh,kita sodara kembar." ucap Syafira kesal.
Aluna kaget saat dirinya di bilang bodoh,dan memang benar otaknya saat ini sudah tidak bisa berpikir jernih karena rasa sakit di hatinya.
Nathan pun tersenyum saat Syafira kesal,dia rindu melihat wajah kembarannya dalam mode kesal.
"Aluna,kita kembar.dia kakakku. kami sangat dekat dan tidak bisa terpisahkan" jelas Nathan.
Aluna tersipu malu karena sudah berburuk sangka.dia pikir Nathan menghianatinya dan memilih wanita yang memang lebih cantik darinya.
__ADS_1