
Mentari pagi sinarnya masuk melalui celah gorden kamar rumah yang Olla tempati.Silaunya membangunkan sang pemilik tubuh indah ciptaan Tuhan. Olla menggeliat merasakan seluruh tubuhnya terasa pegal-pegal.
"Oh,sakit sekali pinggangku" gumam Olla pelan.
"Selamat pagi sayang" sapa Sandi,sedari tadi dia sudah bangun dan tidak berniat membangunkan sang istri.
Olla yang tidak menyadari Sandi ada di sampingnya pun merasa kaget,mungkin karena terbiasa tidur sendiri membuat dia harus beradaptasi lagi.
"Hm"
"Mimpi ini terlalu indah dan nyata. Aku bisa merasakan ke hangatanmu lagi adalah sesuatu hal yang besar yang harus aku syukuri.Sayang,jangan tinggalin aku lagi" ucap Sandi,dia mendekap tubuh polos Olla di balik selimut.
"Aku takut setelah pelukan ini lepas kamu akan pergi meninggalkan ku lagi. aku tidak akan melepaskan kamu,aku takut.takut sekali" Sandi terisak,seringnya dia bermimpi bertemu Olla menjadikan ketakutan tersendiri bagi Sandi.
"Stop,don't cry...aku tidak akan pergi untuk ke dua kali nya. Aku akan menemani masa tua mu.Sampai kita menutup mata untuk selamanya." Olla mengusap punggung Sandi.
"Berjanjilah akan terus bersamaku sampai saatnya nanti Tuhan takdirkan kita untuk berpisah selamanya" ucap Sandi
"Aku janji," Olla tersenyum menatap Sandi yang matanya tampak basah.
"Sejak kapan kamu jadi pria yang cengeng?" ledek Olla.
"Sejak kamu ninggalin aku. Di situlah Sandi yang kuat dan tegar hilang"
"Oh,,,awas aku mau mandi" usir Olla,dia mencoba melepaskan pelukan Sandi.Bukannya terlepas Sandi malah semakin memeluknya.
"Kenapa?" tanya Olla
"Aku sudah bilang tidak akan melepaskanmu,aku takut kamu pergi lagi" jawab Sandi.
"Setelah masalah Syafira selesai,aku akan membawamu pergi" ucap olla.
"Kemana?" tanya Sandi,dia sedikit kebingungan.
"Nanti kita pikirkan lagi kemana-kemananya. yang pasti aku ingin keliling dunia berdua bersamamu".jawab Olla sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Apa itu termasuk honeymoon?"tanya Sandi.
"Apa kita tidak terlalu tua untuk melakukan honeymoon?" tanya balik Olla sambil tertawa.
__ADS_1
"Ku rasa tidak,kita masih pantas"
"Hahahaha.....ku rasa juga begitu".
--------------------------
Di ruang makan Nathan dan Syafira tengah cemberut.Pasalnya perut mereka sudah kelaperan.di rumah Nathan memang tidak ada asisten rumah tangga karena rumah itu jarang di huni.
"Aku pikir kalo ada mami aku gak akan kelaperan" ucap Nathan sedikit kecil.
"Ya,kakak pikir juga begitu.mungkin mami masih cape,apalagi semalam papi dateng kan.kamu pasti paham". sahut syafira
Tak lama Olla turun dari kamarnya dengan penampilan yang sudah rapi dan cantik.
"Selamat pagi anak-anak mami.kenapa cemberut?"Olla mencium pipi Nathan
"Mam,Nathan laper dari tadi Nathan nungguin mami" rajuk Nathan
"Oh ya kasian anak mami,kamu juga laper sayang?" tanya Olla pada syafira.
"Yes mam"
"Oke kalo gitu Fira kamu bantu mami di dapur.Ayo"
"Mami,papi mana?" tanya Nathan sedikit berteriak.
"Papi lagi mandi,"
"Oh,aku kira semalam mami usir papi" ucap Nathan sambil terkikik.
Nathan turun dan duduk di samping Nathan.
"Pagi Nath"
"Pagi...wajah papi cerah banget.semalam dapet lotre yah pi?" tanya nathan.
"Lebih dari lotre Nath.makasih yah kamu udab bawa mami kembali" Sandi mengusap-ngusap rambut Nathan
"Oh ya,mami mana?"
__ADS_1
"Ck,baru juga pisah sama mami beberapa menit udah nanyain aja" ledek Nathan.
"Mami lagi masak sama kakak"
"Kamu kenapa sih nath?kok kayaknya gitu banget sama papi" tanya Sandi,dia merasa Nathan seperti sedang kesal.
"Papi,,,Nathan gak apa-apa.cuma perut Nathan nih yang laper" jawab Nathan.
Sandi tertawa. "Kamu lebih mirip anak SMP yang telah di kasih makan.Tidak cocok jadi bos besar underground"
"Seneng banget kayaknya papk lihah aku kayak gini" rajuk Nathan.
"Makanan sudah siap" teriak Syafira
Dia membawa beberapa piring dan gelas kemudian menatanya.
"Maaf yah,mami hanya bisa masak nasi goreng.habis gak ada apa-apa di kulkas" Ucap Olla
"Gak apa-apa mam,ini ydah lebib dari cukup.yang penting ada mami di sini" sahut Nathan.
"Mam,nanti kita belanja aja ke super market yah dari pada di rumah jenuh" ajak Fira.
"Oke setuju,mari makan"
Sandi tersenyum melihat keluarganya utuh kembali.Melihat tawa Nathan yang jarang terlihat membuat hatinya tenang.melihat Syafira yang ceria dan istrinya yang tidak berubah walau pun sudah lama terpisah.
"Tuhan,jangan kau ambil kebahagian ini lagi" batin Sandi
"Papi kenapa?"taNya Syafira.
"Papi gak apa-apa,hanya senang aja lihat kalian bertiga ada di depan papi" jawab Sandi tersenyum.
Olla berdiri dari dudulnya dan menghampiri Sandi.dia bersimpuh di paha Sandi yang masih duduk.
"Maafkan aku mas.Aku tidak ada di samping kamu dan anak-anak selama ini.Aku minta maaf,aku bukan istri dan mami yang baik untuk kalian.Maaf mas,maaf" Olla menangis menundukkan kepalanya di ke dua paha Sandi.
Sandi mengusap rambut Olla,dia pun ikut menangis.begitu juga dengan Nathan dan syafira.mereka menghentikan sarapannya dan menagis haru.
"Bangun.kamu tidak salah sayang.yang lalu biarlah berlalu,.Tidak ada yang perlu di maafkan.Sudah yah,jangan menangis lagi.Aku gak sanggup lihat kamu menangis seperti ini" Sandi membangunkan Olla dan membawanya ke pangkuan sandi.dia mengecup bibir Olla di depan anak-anaknya.
__ADS_1
"Berrjanjilah apa pun yang terjadi jangan pernah meninggalkan aku dan anak-anak lagi" ucap Sandi di sela-sela ciumannya.
"Hm"