
Nathan bersenandung ria saat sampai di markasnya dia bertemu Romi,Max,Indra dan Baron namun Nathan melewatinya seperti orang yang tak kenal.
"Suasana hati bos sedang Ok,jangan sampe kita menyinggungnya" ucap Indra yang di angguki semuanya..
Nathan sampai di depan ruangannya "Romi,,,ikut gue"
Romi masuk ke ruangan Nathan.
"Ada apa Nath?" tanya Romi.
"Gimana kabar Aluna?"
"Hey,lo yang pacarnya,kenapa tanya gue" ucap Romi.
"Gue minta awasi dia kan,gimana?"
"Dia baik,dia melakukan aktivitas seperti biasa di panti dan gak ada yang lain"
"Oh,oke"
"Oh ya,gue minta Lo sediki ini" ucap nathan.dia menyerahkan berkas berisi informasi tetang perusahan yang merugikan negara.
"Wah,wah...mangsa besar nih" ucapRomi.
"Kita harus hati-hati.Mereka main licik" Nathan menopang dagunya dengan satu tangan.
"Lo pikirin rencana buat jebak mereka,gue yakin ada hubungannya dengan kematian Karina,mereka salah satu orang yang bekerja sama dengannya" ucap nathan
"Berartk kita masih menghadapi musuh lama.Oke gue susun rencananya bareng yang lain" ucap Romi.
Romi keluar dari ruangan Nathan dengan membawa berkas yang tadi Nathan kasih.
Nathan mengambil ponselnya,sudah beberapa hari ini dia tidak ada komunikasi sama sekali sama Aluna membuat dia sedikit merindukannya.
tuttuttut.....
"Halo"
"Hai, Aluna. apa kabar?"
__ADS_1
"Hai Nath,baik."
"Oh ya nanti malam kosong?"
"Ya,"
"Aku mau ngajak kamu jalan,sampai jumpa jam 7"
Nathan memutuskan panggilannya sepihak.
Dua tidak tau di sebrang sana Aluna sedang menahan kesal.Dia belum puas bicara dengan Nathan tapi dengan seenak jidat Nathan memutuskan telponnya.
_________
Di rumah Sandi, Dirly dan Dion tengah ngobrol santai.
"Bang,menurut lo gimana kalo gue sama Syafira cerai?" tanya Dirly.
Dion tersedak kopi mendengar pertanyaan Dirly.
"Lo udab gila?dulu lo rebutan sama gue.sekarang mau lo lepasin.apa karena ada Olla?" tanya Dion.
"Lo yakin? terus gimana kalo Syafira hamil?"
"Gue belum pernah nyentuh dia,bahkan ciuman aja cuma di depan Sandi selebihnya gak ada kontak apapun". jawaban Dirly membuat Dion melotot.
"Jadi selama ini lo ngelakuin fake wedding?"
"Hm"
"Sialan lo bohongin gue" Dion melempar bantal sofa ke arah Dirly.
Saat sedang asyik bercanda tiba-tiba Syafira datang dia membawa amplop coklat
"Hai om Dion,om Dirly lagi pada ngapain?" tanya Syafira,dia langsung duduk di samping Dirly.
"Lagi ngopi nih,kamu sama siapa ke sini?" tanya Dion.
"Sama papi Om"
__ADS_1
"Mami gak ikut?" tanya Dion lagi
"Mami lagi males kemana-mana katanya"
"Oh ya om Dirly,ini Fira mau ngasih surat cerai,Fira udah tanda tanganin nih,tinggal Om aja" ucap fira santai.
"Kamu yakin Fira?" tanya Dion.
"Yakin om,Fira gak mau halangin om Dirly lagi.lagian Fira mau lanjutin kuliah Fira." jawab fira.
Dirly diam membisu,apa benar dia tidak mencintai Syafira?Tapi kenapa hatinya sakit saat Syafira menyodorkan surat perceraian padanya.
"Om ayo dong tanda tanganin,Lusa Fira mau berangkat" Syafira membuyarkan lamunan Dirly.
"Ah iya,sorry om ngelamun" Dirly mengambil bolpoint dan langsung menandatanganinya.
"Kamu kuliah dimana?" tanya Dion.
"Di london Om,mami udah daftarin.lusa Fira berangkat" jawab Fira,dia membereskan surat-surat dan pergi ke kamarnya
Sandi datang dengan wajah datarnya,dia merasa tidak enak dengan ulahnya yang sudah memukul Dirlg sampai babak belur
"Dirly,gue minta maaf udah mukul lo" ucap Sandi saat duduk di samping Dion.
"Gue maafin,lagian gue juga yang salah terlalu kdbawa suasana" sahut Dirly senyum.
"Lo yakin mau cerai sama anak gue?" tanya Sandi.Dirly menunduk,.
"Gue minta maaf,gue gak ada maksud byuat bohongin lo,.tapi gue beneran bingung sama perasaan gue".
"Santak aja kali,perasaan emang gak bisa di paksain" ucap Sandi.
"Syafira masih muda,perjalanan dia masih panjang.banyak hal yang harus dia nikmati"lirih Dirly.
"Thanks udah jagain anak gue Dir,.lo masih mau nganggap gue keluarga lo lagi gak?" tanya Sandi.
"Hah,,,sejak kapan emang lo jadi musuh gue?" tanya balik Dirly.
Sandi,Dirly dan Dion pun tertawa.
__ADS_1
Sebesar apapun masalah dalam keluarga kita tetap masih keluarga.