Iblis Berwajah Tampan

Iblis Berwajah Tampan
Kembali Bersama


__ADS_3

Seperti yang Olla katakan jika Sandi akan datang ternyata benar.


Sandi masuk ke mansion Nathan dengan menenteng tas sedang berisi pakaiannya....


"Nath,,,,," Sandi memanggil Nathan saat berada di depan pintu.


Nathan mendengar seseorang memanggilnya


"Mam,itu kayaknya papi deh...." ucap Nathan.


"Feeling mami emang the best," Syafira mengacungkan 2 jempolnya.


Olla hanya menanggapinya dengan senyum santai.


Sandi masuk dan melihat istri serta anak-anaknya sedang bersantai.


"Gak ada yang nyambut papi nih" ucap Nathan lalu duduk di kursi kosong samping Olla.


"Maaf pi,tadi Syafira gak denger"


"Masa gak denger papi teriak-teriak sih"


"Udah deh pi,gak perlu di sambut juga kali pi" Nathan menimpali.


Nathan sedikit peka saat melihat maminya hanya diam mengotak ngatik hapenya.


"Kak,ikut Nathan bentar yuk" ajak Nathan sambil mengedipkan matanya mgasih kode.


"Oke,kebetulan aku jenuh".


"Hey,kalian mau kemana?" tanya Sandi


"Jalan-jalan pi,jenuh" Nathan dan Syafira pergi meninggalkan Sandi dan Olla yang masih bungkam.


"La,aku minta maaf" ucap Sandi memulai pembicaraan.


"Kamu ada salah?" tanya Olla,terlihat dari pembicaraan mereka ada sedikit ke canggungan.


"Masalah kemarin mungkin aku sedikif keterlaluan sampe kelepasan mukul si Dirly"


"Oh ya,ngomong-ngomong masalah Dirly aku mau ngurus perceraian anatara Dirly dan Fira...mereka seperti,,,,"

__ADS_1


"Kenapa kamu mau Dirly dan Syafira cerai? agar kamu bisa menikah dengan dia?" Sandi memotong ucapan Olla.


Olla memicingkan matanya,dia menatap Sandi heran.Kok bisa-bisanya Sandi punya pikiran seperti itu.


"Apa di matamu aku seorang wanita yang mudah berpindah ke pelukan pria lain?" tanya Olla tajam.


"Bukan,bukan itu maksudku.aku cuma takut kamu berpaling dari ku dan meninggalkanku lagi".


"Kalo aku berniat berpaling dari mu kenapa gak aku lakukan dari dulu saat di luar negri?" tanya Olla.


"Kalo memang di matamu aku wanita seperti itu lebih baik kita berpisah saja"


"TIDAK.....Aku tidak mau berpisah dengan mu La.aku masih mencintai kamu.baik dulu afau pun sekarang cinta ini masih untukmu". ucap Sandi dengan suara sedikit keras.


"Kalo memang kamu masih ingin bersama berhentilah menganggapku wanita murahan"


Olla berdiri dari duduknya dan pergi ke kamar meninggalkan Sandi yang masih duduk diam.


"Tuhan,kenapa aku jadi seperti ini?apa karena aku terlalu senang dia kembali dan tidak ingin kehilangannya lagi membuat aku menjadi pria pencemburu dan malah menyakitinya" batin sandi,dia mengusap wajahnya kasar.


"Apa yang harus aku lakukan?"gumamnya.


Sandi berniat menyusul Olla ke kamar dia melihat jam di tangannya "Ini sudab jam 1 dini hari.apa Olla sudah tidur?" batin Sandi


toktoktok


Olla membuka pintu kamarnya.


"Ada apa?" tanya Olla


Sandi mematung memandang wajah cantik Olla dengan balutan kimono tipisnya.


"Em,,itu emm boleh aku masuk?" tanya Sandi gugup.


"Masuklah"


Sandi mengekori Olla masuk ke dalam kamarnya.Olla duduk di tengah ranjang sambil memeluk bantal.Sedangkan Sandi,dia duduk di pinggir ranjang.Dia menatap Olla sambil memikirkan apa yang akan dia katakan pada istrinya.


"Kamu masih terlihat cantik seperti 15 tahun yang lalu" puji Sandi.


Wajah Olla memerah,dia seperti ABG labil yang sedang di landa cinta,di gombalin dikit langsung blushing.

__ADS_1


"Masih suka gombal yah"


"Hanya gombal padamu" ucap Sandi terkekeh.


Sandi menaikan ke dua kakinya ke atas ranjang.Kini dia dan Olla saling berhadapan dengan jarak yang cukup dekat.


"Olla,aku gak tau apa yang terjadi padamu di luar sana.yang pasti untuk saat ii dan seterusnya mau kah kamu hidul bersamaku lagi?menjalani suka dan duka.melewati setiap masalah tentang ujian hidup.mau kah kamu menua befsama kh dan memberikan Nathan kita Adik?" tanya Sandi sambil mengeluarkan kolak beludru berwarna hitam berisi cin-cin berlian yang sudah pasti harganya sangat mahal.


Olla terharu dengan pernyataan cinta Sandi,ya walau pun ini bukan pertama kalinya bagi Olla tapi itu membuat hati Olla loncat-loncat.


"Iya mau" jawab Olla dengan air mata haru.


Sandi senang memdengar jawaban Olla,dia langsung memeluknya erat dan melemparkan bantal yang dari tadi Olla peluk.


"Mulai sekarang jangan peluk bantal lagi,peluk aku aja" ucap Sandi ,dia mencium kening Olla lembut


"Boleh minta lebih?" tanya Sandi


"Dasar laki-laki,di baikin dikit langsung minta lebih" jawab Olla sedikit ketus.


Entah kenapa di mata Sandi wajah cemberut Olla sangat menggemaskan.


Sandi langsung melahap bibir Olla dengan rakus.Olla yang tidak siap pun kehilangan keseimbangannya dan tubuhnya pun terjatuh ke ranjang.Suatu keuntungan buat Sandi,posisi Olla yang terlentang membuat Sandi leluasa menjelajahi tubuh Olla.


Olla membalas ciuman Sandi,dia tidak bisa mengimbangi hasrat Sandi yang sudah menggebu.Dia sedikit kewalahan.


"Stop San,.Aku udah lama gak pakai pengaman.besok saja ,aku akan ke dokter dulu" ucap Olla di sela-sela ciumannya.


"Gak apa-apa,kita berikan Nathan adik aja"


"No Sandi" tolak Olla.


"Kenapa?"


"Umur ku sudah tidak muda lagi,terlalu beresiko kalo aku harus melahirkan lagi".


"Tenang,aku bawa ini kok" Sandi mengeluarkan bungkusan alat kontrasepsi dari saku piyamanya.


"Niat banget sih" ucap Olla.


"Iya dong,aku persiapkan semuanga.jadi tidak ada alasan lagi untuk kamu menolakku" Sandi tersenyum menang.

__ADS_1


Dan untuk pertama kalinya Sandi dan Olla melakukan hubungan intim setelah lama tidak bertemu.


__ADS_2