
Nathan tengah bersiap-siap dengan Sandi dan Dirly. Semalam Dirly udah nelpon Karina untuk mengajaknya ketemuan. Karina tidak menaruh curiga karena dia sudah biasa chat dengan Dirly.
"Kalian hati-hati yah" ucap Syafira sambil meluk suaminya.
"Udah kayak mau perang aja" ledek Dion.
"Nath,anak buahmu sudah siap semua?" tanya Dion.
"Udah stay di lokasi om" jawab Nathan.
Tidak ada gurat kecemasan dari wajah Nathan karena dia sudah terbiasa dengan situasi seperti ini,bahkan terlalu sering.Berbeda dengan Sandi dan Dirly,mereka terlihat sedikit cemas,mungkin karena pengalaman pertama.
Pertemuan dengan Karina sengaja di percepat,karena Olla sudah tidak sabar untuk segera pulang.
____________
Dirly mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.Dia satu mobil dengan Sandi,sementara Nathan dia bersama Dion dan Romi.
Jam 11 siang di cafe yang tidak jauh dari Markas Nathan. Di dalam sudah banyak anak buah Nathan yang menyamar menjadi pengunjung cafe yang sudah di setting sesempurna mungkin.
Sandi dan Dirly sudah menempati meja yang ada di tengah-tengah,tinggal sisa satu kursi lagi yaitu untuk Karina.
Nathan sudah merubah wajahnya.Dia memakai kulit palsu dengan kaca mata bulat,dia juga menggunakan celana pendek dan kaos putih polos.Mirip seperti orang lokal biasa.
15 sudah Dirly dan Sandi menanti kedatangnya. Dan 'ting' pintu cafe terbuka.
Seorang wanita cantik dengan dress ketat dan sexy.
"Haii,,,," sapa Karina saat melihat Dirly dan Sandi sudah menunggunya.
"Kok gak on time?" tanya Dirly.
"Biasa cewek,gue kelupaan. Sorry deh" jawab Karina.
"San,apa kabar?" Karina mencium pipi Sandi dan membuat Sandi jijik.
"Baik"
"Kenapa sih kamu masih aja jutek sama aku?" tanya Karin,dia bergelayut manja di lengan kanan Sandi.
"Gue risih,lepan Rin" Sandi berusaha melepaskan tangan Karina.Namun dengan cepat Dirly ngasih kode dengan mengedipkan matanya,beruntung Sandi cepat tanggap jadi dia berusaha bersabar tangannya di tarik-tarik Karina.
"San,kamu betah banget sendiri.Apa kamu gak berniat nyari pengganti gitu?" tanya Karina
"Belum ada yang cocok" jawab Sandi datar
"Gimana sama aku?"
"Maaf,gak tertarik"
__ADS_1
"Aku kurang apa sih?Sexy iya,cantik iya.malahan aku lebih cantik dari istri kamu"
Ingin rasanya Sandi menjambak rambut Karin,kalo saja dia tidak lupa dengan rencananya sudah pasti dia akan melakukannya.
"San,kamu yakin gak tertarik sama aku?" tanya Karina lagi,dia menggesek-gesekan buah dadanya yang setengah terbungkus di lengan Sandi.
Sandi menggeram kesal,dia meliril Dirly yang matanya hampir keluar melihat tingkah Karin.
Kemudian Sandi menendang tulang kering Dirly di bawah meja membuat Dirly meringis.
"Aww,,,Lo apa-apaan sih?" kesal Dirly.
"Mata Lo tuh,mau gue cokel?"
"Sory bro,Di lihat dosa gak di lihat mubazir" ucap Dirly.
"Rin,lo gak malu?ini tempat umum.lepasin tuh tangan si Sandi" lanjut Dirly
"Gak mau,jarang-jarang Sandi kumpul sama kita jadi aku mau kangen-kangenan sama dia" tolak Karin.
"Rin,mending lo pesen dulu deh.gue udah haus nih" tawar Dirly.
"Dir,pesenin Gue sekalian" ucap Sandi.
"Tunggu,biar aku aja yang pesenin.kamu mau apa San?" tanya Karina
Karina hanya mengangguk senyum.
" Gue juga Rin"
"Oke" Karina pergi ke meja pemesanan dia memesan 3 minuman.
"Mbak pesan oren jus 3 dan tolong masukkan ini pada salah satu minuman itu dan kasih pada laki-laki pake baju merah di samping saya nanti" pesan Karin,dia menyerahkan satu bungkusan kecil serbuk putih untuk di campurkan pada minuman Sandi.
"Baik Bu"
"Ini buat kamu" Karin memberikan amplop tebal berisi uang satu gepok.
"Buat tutup mulut" Dia lalu pergi menghampiri Sandi dan Dirly.
"Aluna gimana?" tanya pegawai cafe di sana.
"Tolong 3 oren jus yah,campurkan ini pada salah satu gelas dan berikan pada wanita sexy itu" ucap Aluna.
Dan ya,pegawai yang tadi di suruh sama Karina itu adalah Aluna,dia menyamar menjadi pelayan.
Aluna mengantar pesanan Karina.
"Ini pesanan nya,selamat menikmati" ucap Aluna sopa.
__ADS_1
"Kamu tidak salah simpan kan?" bisik Karina.
Aluna menggeleng dan tersenyum lalu dia pun pergi.
Dirly memulai pembicaraanya dengan Sandi dan Karina mulai dari urusan bisnis dan yang lainnya.
Sambil menunggu obat bereaksi pada Karina,Dirly terus mengulur waktu.
Setelah 20 menit berlalu obat itu pun akhirnya bereaksi Karina tampak gelisah dan kepanasan.
"Rin,lo kenapa?" tanya Dirly pura-pura gak tau.
"Gak apa-papa kok" jawab Karina yang terus meraba-raba bagian sensitifnya.
"Rupanya obat perangsang" batin Sandi.
"Trik murahan" batin Dirly.
"Pelayan sialan,dia salah menyimpan minumannya" batin Karin kesal.
Karina duduk ke pangkuan Sandi,dan membuat Sandi kaget begitu juga dengan Dirly.
"Lo apa-apaan sih Rin?turun gak?" geram Sandi
"San,please tolongin aku. ini obat perangsang dengan dosis tinggi.puasin aku San...ahhh" bisik Karina sambil menjilat telinga Sandi.
Tiba-tiba 5 anak buat Nathan menghampiri Sandi dan menarim Karina.
"Lo siapa ah??jangan sentuh gue?" berontak Karina di tengah kesadarannya yang mulai menghilang.
Anak buah Nathan membawa Karina ke markasnya.Takut bila ada anak buah Karina yang melihat Nathan menutup wajah Karina dengan topi dan mengganti bajunya.
Tiba di markas Nathan menenpatkan Karina di ruang penyiksaan.Karina semakin menggila,dia membuka seluruh bajunya dan hanya menyisakan dalamannya.
"Suruh masuk pengemis dan penjahat jalanan yang kalian kumpulkan" perintah Nathan pada Romi yang sudah siap dengan perintah apapun.
8 orang pengemis dan penjahat jalanan dekil masuk ke ruang penyiksaan.
"Nikmatilah,lakukan apa yang buat kalian puas.dan jangan lupa buat dia tidak berdaya" ucap Nathan dingin
"Ba-baik bos"
Natham dan Romi keluar dan mengunci pintu,di balik dinding gelap Nathan dan Romi bisa melihat ke dalam ruang penyiksaan. Jadi dia bisa melihat Karina menderita.
"Rom,kalo lo mau lo boleh gabung ke dalam" ucap Nathan.
"Maaf bos,senjata saya tidak bereaksi pada wanita seperti itu". tolak Romi.
" Sialan lo bilang senjata" Nathan menendang kaki Romi pelan namun lumayan sakit untuk Romi.
__ADS_1