Iblis Berwajah Tampan

Iblis Berwajah Tampan
Menagih Janji


__ADS_3

Setelah selesai makan Romi dkk kembali ke markas. Sedangkan Nathan,dia barada di ruang tamu sambil memainkan ponselnya.


"Alunaaaa.." panggil Nathan


"Alunaaaa..."


"Sayaaang....."


"Dia kemana sih??di panggilin dari tadi juga" gumam Nathan,dia beranjak dari kursinya dan mencari Aluna.


"Ternyata di dapur,,,," batin Nathan.


Dia berniat mengagetkan Aluna yang tengah asyik mencuci piring,tapi niatnya dia urungkan. Dia lebih asyik menatap tubuh Aluna yang terlihat sangat sexy saat sefang mencuci piring. Rambut sebahu yang di cepol asal memperlihatkan lehernya yang putih mulus.


Hanya dengan melihat Aluna hasrat Nathan menjadi tak tertahan dia pun menghampiri Aluna dan memeluknya dari belakang membuat Aluna menjatuhkan piringnya tanpa sengaja.


"Aahh"


"Nath,lepasin. Aku lagi nyuci piring nih" ucap Aluna yang merasa sedikit risih dengan kelakuan Nathan yang tidak tahu tempat.


"Tunda aja...Aku udah gak tahan" ucap Nathan sambil menciumi leher belakang Aluna dan membuat Aluna merinding geli.


Tanpa aba-aba Nathan menggendong tubuh mungil Aluna dan membawanya ke kamar Nathan.


Aluna berusaha memberontak tapi seperti biasa dia terus kalah karena tenaganya tidak sebanding dengan Nathan.


Nathan merebahkan tubuh Aluna di kasur dan menindihnya.


"Aluna boleh yah....Aku gak tahan" izin Nathan.


Aluna melihat wajah Nathan yang memerah menahan hasratnya dia pun mengiyakan keinginan Nathan.

__ADS_1


"Terima kasih sayang" ucap Nathan.


Dia langsung menyambar bibir Aluna dan melumatnya lembut hingga menjadi menuntut.


Aluna tak tinggal diam dia pun membalas ciuman Nathan. Kini Aluna yang agresif dia membalikkan tubuh Nathan dan menindihnya.


"Waw sayang,sepertinya kamu sudah gak tahan" goda Nathan yang sedikit shock dengan gerakan Aluna yang tiba-tiba


"Izinkan aku memuaskan mu tuan" bisik Aluna tak kalah menggoda Nathan.


Aluna menciumi leher Nathan dan tangannya meraba-raba dada bidang Nathan. dia memberanikan diri membuka setiap kancing baju Nathan hingga terlepas semua.


Ciuman Aluna turun ke dada Nathan dan membuat Nathan mendesah.


Aluna membuka celana Nathan dengan sedikit ke susahan.


Dan yang Nathan lakukan hanyalah pasrah,dia ingin tau sampai mana wanitanya ini memuaskannya.


"Jangan di tahan" ucap Aluna.


Nathan masih menutup matanya,dia tidak menghiraukan ucapan Aluna.


"Baiklah,sepertinya kamu ingin lebih" batin Aluna.


Aluna memasukan junior Nathan ke dalam mulutnya,menjilatnya dan menghisapnya pelan membuat Nathan tidak sanggup menahan desahannya lagi.


Dengan cepat Nathan menarik tubuh Aluna dan merobek baju yang Aluna kenakan.


Nathan menuntun Aluna untuk memasukan juniornya ke dalam pusat inti Aluna dengan posisi Aluna berada di atas Nathan.


(sensor)

__ADS_1


Hingga beberapa saat mereka melakukan kegiatan panas itu dan mencapai klimaksnya.


Nathan merengkuh tubuh polos Aluna.


"Terima kasih,,,pelayananmu sangat memuaskan" bisik Nathan.


Pipi Aluna merona merah,dia terbayang kegiatannya beberapa menit yanh lalu dimana dirinya lah yang mendominasi.


"Gak usah malu,aku suka sayang" ucap Nathan mencium lembut bibir Aluna.


"Oh ya,kita melakukan itu tanpa pengaman. kalo kamu hamil segera kasih tau aku yah" ucap Nathan.


Aluna menatap Nathan,dia sungguh lupa dengan kata hamil setelah melakukannya. dia terlalu terbuai dalam kelembutan Nathan hingga dia lupa keputusan yang dia ambil akan menimbulkan resiko yang tak terduga.


"Kalo aku hamil apa kami akan menggugurkannya?" tanya Aluna sedikit takut-takut


"Kamu ngomong apa sih?mana mungkin aku menggugurkan darah dagingku sendiri?apa di matamu aku sekejam itu Aluna?" tanya Nathan sedikit tersinggung.


"Tidak,bu-bukan itu maksudku. Aku hanya takut kamu akan membunuhnya." ucap Aluna.


"Aku tidak akan melakukannya.Yang ada aku akan cepat-cepat menikahimu" ucap Nathan.


"Apa kamu yakim mau menikah dengan wanita seperti ku?aku miskin aku tidak punya orang tua. di luar sana banyak gadis yang mau sama kamu" ucap Aluna


"Aku yakin. Aku tidak butuh hartamu karena aku sudah kaya. Aku tidak butuh orang tuamu karena aku masih punya orang tua yang akan jadi orang tua mu juga. yang aku butuhkan adalah kamu dan hatimu selalu untukku" ucap Nathan tegas.


Aluna menitikka air matanya. dia terharu dan merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia karena di cintai oleh seorang Nathan.


"Kenapa nangis?kamu gak mau?" tanya Nathan heran sambil mengusap air matanya.


"Bu-bukan itu,aku terharu Nath.aku janji akan selalu ada untukmu dan mencintai kamu sedalam kamu mencintaiku" jawab Aluna lalu mengeratkan pelukannya di leher Nathan.

__ADS_1


__ADS_2