Iblis Berwajah Tampan

Iblis Berwajah Tampan
GerCep


__ADS_3

"DOORRRR" seseorang menembak kaca mobil yang di tumpangi Nathan dan Aluna.


Namun beruntung kaca itu tidak pecah karena anti peluru hanya saja suara tembakan itu membuat Aluna terlonjak kaget dan refleks memeluk Nathan.


Di depan ada 3 mobil hitam yang menghadang mobil Nathan


"Nath,aku takut" ucap Aluna memeluk erat Nathan.


"Jangan takut,ada aku"


"Rom,Lo tau apa yang harus Lo lakuin. gue serahin ke Lo" perintah Nathan,kemudian dia mengambil alih kemudi. Romi berpindah ke kursi samping dan segera mengarahkan pistolnya.


"Aluna,kamu pakai earphone yang ada di bawah bangku" ucap Nathan yang di angguki Aluna.


Sebelum orang-orang di mobil depan menembaki mobil Nathan,dengan sigap Romi melemparkan bom asap dan menembaki orang-orang di depannya.


"Beres Bos" Ucap Romi


Nathan memacu mobilnya dengan kecepatan penuh di ikuti anak buahnya yang sudah siap dengan pistolnya masing-masing.


Tak lama sampailah Nathan di mansionnya.


"Aluna,ayo" Nathan meraih tangan Aluna.


"Ini beneran rumah kamu?" tanya Aluna yang menatap kagum bangunan di depan matanya.


Cup,,,

__ADS_1


Nathan mencium pipi Aluna di depan anak buahnya.


"Ih,main cium-cium aja.bikin malu" protes Aluna


"Gak papa lagian yang lebih dari ini juga udah pernah di lakuin" ucap Nathan tidak tau malu.


Romi dan anak buah Nathan yang lain terkekeh mendengar percakapan bos dan pacarnya.


"Wah,ternyata bos Nathan gercep juga yah" bisik Indra pada Max.


Nathan membalikkan badannya menghadap ke arah anggotanya.


"Kalian semua boleh istirahat,kalo laper order makanan aja.Terima kasih atas bantuan kalian. Dan buat Romi,Max,Indra dan Baron kalian tunggu gue di ruang baca" ucap Nathan.


"Ayo masuk sayang,,,,aku mau nagih yang tadi" bisik Nathan.


Nathan menarik tangan Aluna dan membawanya ke kamar.


Aluna duduk di tepi ranjang Nathan.


"Sudah berapa banyak gadia yang pernah kamu bawa ke sini?" tanya Aluna.


Nathan yang tengah melepaskan kancing kameja nya menghentikan tangannya dan menatap Aluna


"Cuma Satu" jawab Nathan


"Oh,,,,berarti aku yang ke dua" gumam Aluna.

__ADS_1


"Bukan" ucap Nathan


"Maksudnya?"


"Kamu yang pertama dan terakhir. sebenarnya aku tidak pernah melakukan hubungan sex dengan siapapun dan kamu yang pertama. Aku tidak pernah berhubungan dengan wanita mana pun dan kamu juga yang pertama. Aku tidak ingin menjadikanmu yang ke dua atau pun yang ke tiga. Aku hanya ingin kamu satu-satunya" ucap Nathan tegas.


Aluna tersentuh dengan ucapan Nathan,dia tersipu,dia yakin kalo sekarang pipinya merah seperti tomat.


Dia berhambur memeluk erat Nathan yang hanya mengenakan kameja yang kancingnya sudah terbukan. Aluna menempelkan pipinya di dada Nathan.


"Sayang,jangan seperti ini.aku masih ada urusan sama Romi. Janjinya aku tagih nanti malam aja.sekarang kami masak gih,aku laper" ucap Nathan.


Aluna melepaskan pelukannya dan menatap Nathan tajam.


"Nanti malam aku mau pulang ke panti" ucap Aluna.


"Tidak bisa,lagian ibu panti juga udah ngizinin kami untuk tinggal di sini" tolak Nathan


" Kok bisa?" tanya Aluna.


"Apa sih yang aku gak bisa?" jawab Nathan perlahan dia mendekati Aluna dan meraih dagunya lalu mencium lembut bibir Aluna.


Aluna membalas ciuman Nathan dia sudah bisa mengimbanginya.


Setelah di rasa Aluna ke habisan nafas Nathan melepaskan ciumannya.


"Terima kasih udah mencintaiku" ucap Aluna,.

__ADS_1


__ADS_2