
"Nathan"....
" Kenzo,Om.pulang dulu yah" pamit Nathan.
"Aluna,gue duluan" pamitnya pada Aluna. Lalu pergi dari taman.
___________
Sepanjang perjalanan Nathan terus memegang bibirnya,masih ada sisa-sisa dari ciuman tadi "Sungguh bibir yang manis" gumam Nathan.
Dia mengambil hape dari saku celana nya. Lalu dia mendial nomor Romi.
"Hallo Rom,gur minta Lo selidiki perempuan yang bernama Aluna.dia tinggal di panti deket perumahan gue. dan gue minta nanti sore udah ada hasilnya" titah Nathan.
"Baik bos"
Sampai di rumah Nathan bergegas ke kamar mandi. dia terua terbayang kejadian tadi di taman,sampai sesuatu di memberontak di balik celananya "What,,,???apa gue gila?hanya dengan ngebayangin kejadian sama Aluna junior gue langsung bereaksi? Gak bener nih?" batinnya "Harus buru-buru di tuntasin,rasanya sesak juga"
Setelah berlama-lama di kamar mandi dengan kegiatan pelepasannya Nathan mengobrak ngabrik isi lemari bajunya,dia mencari baju pemberian dari maminya. setelah ketemu Nathan langsung memakainya "Mami,Nathan Kangen..sepertinya Nathan udah nemuin gadis yang menarik hati Nathan" batin Nathan
Dia membuka lemari pendingin dan mengambil minuman kaleng lalu bersantai di balkon kamarnya.
ting,,,
Ada email masuk ke hapenya.
"Cepat juga si Romi nyari data orang". gumam Nathan.
Nama:Aluna . Usia : 22 tahun Tinggal di panti asuhan orang tua sudah meninggal. bekerja di toko roti. pendidikan terakhir SMA status single.
Kira-,kira seperti itulah email dari Romi.
" Single dan belum pernah pacaran yah...berarti gue yang pertama dan yang terakhir" ucap Nathan senyum smirk.
"Gue harus bisa dapetin dia gimana pun caranya".
____________
" Hallo Romi,Lo belanja sembako yang banyak kalo perlua ajak Max dan Indra biar bantuin Lo.gue tunggu di rumah 2 jam lagi".perintah Nathan.
"Apa bos? buat apa?" tanya Romi.
tuttuttut
__ADS_1
Sambungan telepon di putus sepihak oleh Nathan
"Bos mah bebasss......Max,Indra lo berdua ikut gue belanja sembako yang banyak lalu kita ke rumah utama bos" titah Romi.
"Buat apa Pak?kok tumben bos nyuruh belanja,biasanya bos nyuruh bunuh orang" tanya Max
"Iya pak,kayak bukan bos yang biasanya" tambah Indra
"Udah gak usah banyak tanya,kita cuma di kasih waktu 2 jam harus beres semua.Ayo cepat" ucap Romi tegas. beruntung saat ini di markas sedang santai jadi mereka tidak terlalu kerepotan menjalankan tugas yang Nathan berikan.
"2 jam pak?udah kayak orang-orang yang dapet rezeki kaget,belanjanya di kasih waktu sampe harus lari-lari segala" protes Indra.
"Masih mending rezeki kaget kalo telat palingan duitnya di balikin nah kita kalo telat bukan masalah duit yang di balikin tapi nyawa kita bakalan di balikin sama Tuhan oleh si Bos" ucap Max
"Ihh seremmm,,,ayo dah" ucap Indra
__________________
2 jam kemudian.
tintin
Sebuah mobil box berhenti di depan pagar rumah Nathan.
"Pak,ini saya....bukain pak" teriak Romi pada satpam rumah Nathan.
Mobil pun masuk pekarangan rumah Nathan.
Dan benar saja Sang tuan rumah tengah menunggu di depan pintu dengan raut wajah yang sulit di tebak.
Romi,Max dan Indra bergegas keluar dari mobil dan berdiro di depan Nathan.
" Kalian terlambat setengah jam. kalian tau konsekuensinya?" tanya Nathan.
"Maaf Bos,di kasir nya ngantri belum lagi Max berantem sama ibu-ibu rumah tangga yang sama-sama belanja karena menyerobot antrian" jawab Romi.
Nathan tidak peduli dengan jawaban Romi.
"Mana belanjaan nya?" tanya Nathan.
"Disini Bos," jawab Max cepat lalu membuka pintu belakang mobil box nya.
"Apa,,,???? kalian belanja segini?" tanya Nathan kaget.
__ADS_1
"Iya bos,belanjaan nya terlalu banyak jadi kami telat" jawab Max...
"Banyak gimana?cuma satu box gini mana cukup buat makan anak-anak panti asuhan selama satu bulan.... kurang ini kuraang...." Bentak Nathan.
"Maaf Bos,kami salah" ucap Romi.
"Ah sudah lah,sekarang anterin gue ke panti asuhan Kasih Ibu" titah Nathan.
Romi masuk ke mobil Nathan dan menjadi supir pribadinya.
Sementara Max dan Indra membawa mobil box berisi sembako.
"Max,,,bos bilang belanjaan segini gak cukup buat makan anak panti sebulan?yang ada ini lebih dari cukup buat makan anak panti setengah tahun" kata Indra.
"Gak tau lah,bos lagi sensi kayaknya. ini bukan seperti bos kita yang berdarah dingin" ucap Max.
Sesampainya di panti asuhan Nathan turun dari mobil dan di sambut oleh Kenzo.
"Om Nathan,,,,," teriak Kenzo berlari ke arah Nathan dan memeluknya.
Romi,Max dan Indra yang menyaksikan kejadian langka dimana bosnya ini tidak pernah mau di sentuh oleh orang lain dia malah memeluk anak kecil yang tidak tau asal usulnya.
"Pak Romi,apa saya tidak salah lihat?" tanya Max.
"Gue rasa kita memang harus periksa mata" ucap Romi yang masih bengong.
Tiba-tiba ada wanita paruh baya menghampiri Nathan,
"Oh,,,jadi ini yang bernama nak Nathan?orangnya benar-benar ganteng.pantes aja Kenzo sama Aluna dari tadi nerus ngomongin kamu" kata si ibu panti sambil bersalaman dengan Nathan.
"Iya,saya Nathan bu. saya ke sini mau nyumbang sembako buat ibu dan anak-anak di sini" ucap Nathan.
"Ya ampun nak,,,Terima kasih banyak yah.semoga kamu selalu di beri kebahagiaan dan rizki yang berlimpah" ucap si ibu
"Kenzo,panggil kak Aluna ke sini" titah si ibu panti. " Baik bu".
Aluna pun datang menghampiri si ibu panti.
dan betapa kagetnya Aluna saat melihat Nathan berada di samping ibu asuhnya.
Sekelabat bayangan tadi pagi di taman terlintas di pikirannya. Pipinya merah merona saat Nathan menatapnya intens. Tanpa mereka sadari ada 4 pasang mata tengah memperhatikan gerak gerik ke duanya.
"Ah pantas saja bos berubah. rupanya dia sedang jatuh cinta" ucap Romi pelan.
__ADS_1
"Kita bakalan punya Bi Bos cantik" tambah Indra.
"Emang kekuatan cinta sungguh luar biasa.Bisa merubah Iblis menjadi manusia biasa" kata Max