
Semua sedang asyik ngobrol di halaman belakang.Nathan mendekati Syafira.
"Kak,Om Dirly kemana?" tanya Nathan.Ya walaupun Dirly adalah kakak ipar Nathan,tapi dia masih manggil Dirly dengan sebutan Om.
"Tadi keluar sama Om Dion,katanya sih sebentar. Kenapa?" tanya Syafira
"Kak,ada yang mau aku omongin. sama semuanya juga.jadi bisa tolong telpon om Dirly sama Om Dion juga?" Ucap Nathan
"Oke,tunggu yah"
Nathan menyandarkan kepalanya di pangkuan Syafira. dia selalu merasakan kehangatan seorang ibu saat bersama dengan kakaknya itu.
Syafira mengelus-ngelus rambut Nathan dengan satu tangan karena tantan satunya lagi sedang berusaha menelpon suaminya.
"Hallo,,,"
"....."
"Bisa cepat pulang?ada Nathan di rumah.katanya ada urusan penting"
"...."
"Oke"
"Nath,katanya lagi di jalan" Syafira memberitahu Nathan yang masih asyik tiduran di pangkuannya.
"Hm"
"Kamu gak malu Nath,kelakuan kamu di liatin sama pacar dan anak buah mu" tanya Syafira
"Enggak," jawabnya singkat.
Syafira melirik Aluna yang sedang melihat ke arahnya.
"Pacarmu cemburu" ucap Syafira.
"Masa sama kakak cemburu sih" sahut Nathan cuek.
"Ih,kamu mah....papi,,,coba lihat deh Nathan pi....dia kok makin manja".... teriak Syafira pada Sandi yang sedikit jauh dari posisi mereka duduk.
__ADS_1
Sandi menghampiri ke dua anaknya dan duduk di sebelahnya.
" Fira,wajar aja Nathan manja. dia kan gak pernah dapet kasih sayang mami,jadi dia merasa kamu adalah kakak sekaligus mami untuknya" jelas Sandi sambil mencubit pipi Syafira.
"Tapi kan lihat tempat dong,masa pacarnya dia anggurin sih?kan kasian" ujar Syafira.
Aluna hanya tersenyum,dia senang bisa lihat sisi Nathan yang manja sementara ke 4 anak buah Nathan malah asyik dengan cemilan dan kopinya.
"Papi seneng banget lihat kalian tumbuh dewasa.andai mami masih ada.pasti dia juga senang" lirih Sandi.
Nathan bangun dan mendudukkan tuhuhnya.
"Papi,kalo seandainya mami masih hidup dan bisa kembali sama kita papi mau bagaimana?" tanya Nathan serius.
Degh...
Sandi dan Syafira tersentak.
"Apa maksud kamu Nath?" tanya Sandi.
"Sebenarnya ada kesalah pahaman yang terjadi dari awal sampai akhir dalam kisah hidup papi".jawaban Nathan yang semakin membuat Sandi dan Syafira bingung.
Sandi merebut ponsel Nathan dan menatapnya nanar.
"Mungkin ini hanya orang yang mirip saja" elak Sandi,padahal hatinya merasa kalo itu benar-benar istrinya.tapi akal sehatnya berusaha menolaknya karena tidak mungkin.
"Papi tidak percaya?oke Nathan akan hubungi mami.Nathan udah gak sanggup lihat papi sendiri seperti ini terus" Nathan melakukan video call dengan Olla.Dia menunggu beberapa saat sebelum tersambung dan tidak lama muncullah wajah orang yang amat Sandi cintai.
"Haii,sayang....." sapa Olla,
Nathan menyerahkan ponselnya pada Papinya.
Seketika raut wajah Olla sendu,
"Mas Sa-sandi,,," Olla meneteskan air matanya yang sudah tidak tertahan.
"Sa-sayang,,,,ini benar-benar kamu?" tanya Sandi yang masih berusaha menahan tangisnya.
"Ini aku mas,maafin aku.Apa kabar mas?"
__ADS_1
"Aku tidak baik-baik saja" lolos sudah air mata Sandi,tanggul pertahanan nya jebol begitu saja.
Dia sudah tidak kuat lagi,dia ingin sekali memeluknya.
"Hai Syafira...." sapa Olla saat melihat Syafira di samping Sandi yang matanya sudah memerah.
"Hai ma-mami..." balas Syafira.
"Ma-mami kangen kalian" ucap Olla dan langsung mematikan telponnya.
Suasana di halaman belakang pun berubah menjadi haru biru.
Aluna merasa sedih dia pun tak luput mengeluarkan air matanya.
"Nath,mami ada dimana?" tanya Syafira
"Selama ini mami tinggal di luar negeri pi,dia sering nengokin kita pas kita masih kecil kak.jadi dulu itu bukan halusinasi kita aja saat mami ngajakin kita main dan nemenin kita tidur.iti benar-benar mami."
"Selama ini mami ingin kembali,tapi mami sering di kejar-kejar orang-orang suruhannya Karina. Nathan tau selama ini karena Nathan pernah menyelidiki Karina" jelas Nathan
"Terus siapa yang meninggal?" tanya Sandi
"Itu kuburan tante Lala,sodara kembar mami.tante lala sakit dan di rawat di rumah sakit yang sama dengan mami saat mami mau melahirkan.tante Lala tau kalau ada yang mau membunuh mami,sampai mami sudah melahirkan mami di bawa oleh dokter dan anak buah tante lala ke ruangan lain.sementara yang mendonorkan ginjalnya untu papi itu adalah tante lala. dan tante lala juga yang merekayasa kematian nya menjadi kematian mami.karena dengan begitu,mami,Nathan dan kakak bisa hidup sampai sekarang" jelas Nathan.
"Kapan mami akan pulang?" tanya Syafira yang masih terisak.
Aluna mendekati Syafira dan memeluknya.
"Sabar kak,kakak beruntung masih punya mami walaupun jauh" ucap Aluna.
"Tunggu aku membunuh Karina lalu mami akan kembali.tapi rencana ini membutuhkan bantuan papi dan om dirly." jawab Nathan penuh ketegasan.
"Papi akan bantu kamu" ucap Sandi.
Tanpa mereka sadari ada 2 pasang mata yang tak sengaka menguping pembicaraan mereka.
Ya mata itu adalah mata punya Dirly dan Dion.
Saat Dirly dan Dion akan bergabung langkahnya terhenti karena mendengar suara wanita yang selama ini mereka rindukan dari panggilan telpon yang Nathan lakukan,jadi mereka memilih menyimaknya sampai akhir.
__ADS_1