Iblis Berwajah Tampan

Iblis Berwajah Tampan
Makan Bersama


__ADS_3

Nathan pergi menemui Romi dan kawan-kawannya.


"Sorry lama" ucap Nathan saat memasuki ruang baca.


"Gak papa bos,kami paham kok" sahut Romi dengan di iringi anggukan dari teman-temannya.


Nathan duduk di sofa tunggal di depan Romi,Max,Indra dan Baron.


Mereka menatap Nathan sambil senyum-senyum.


"Hei,ada apa dengan tatapan mata kalian?" tanya Nathan,dia merasa tidak nyaman di tatap oleh 4 pasang mata.


"Ah enggak bos,kami hanya senang aja melihat bos yqng sekarang. Emang cinta bisa merubah segalanya menjadi indah" jawab Max


"Oh, emang kelihatan banget yah kalo gue lagi jatuh cinta?" tanya Nathan tersipu.


"Kelihatan banget sih enggak bos,cuma kami semua merasakan ada siai lain dari bos yang belum kami kenal. kami senang melihat bos sudah mendapatkan cinta sejati bos" jawab Baron,ada sedikit ketakutan dari diri Baron saat menjawab pertanyaan Nathan.


Sekejap Nathan berpikir, "Kenapa jadi baha masalah pribadi gue?" batinnya.


"Hei,kenapa jadi bahas masalah gue sih? bukannya kita mau bahas malasah soal penembakan tadi. kira-kira menurut kalian siapa dalang dari kejadian tadi?" Ucap Nathan


Romi dan yang lainnya tersentak "Maafkan kami bos. Saya pikir dalang dari penembakan tadi adalah orang yang pernah kita singgung beberapa waktu lalu bos" ucap Romi.


"Saya pun berpikiran sama dengan bang Romi,kalo orang yang melakukannya adalah saingan bisnis kita" tambah Max. Nathan,Indra dan Baron hanya mengangguk-ngangguk.

__ADS_1


"Oh ya,perketat keamanan di markas jangan biarkan orang luar masuk.san selidiki juga orang-orang kita yang sedikit mencurigakan" perintah Nathan.


"Dan juga tolong siapin 4 bodyguard di rumah ini dan 4 lagi kirim ke rumah papi saya. Saya khawatir setelah mereka gagal menyerang saya,mereka jadi menyerang keluarga saya" ucapnya lagi.


toktoktok


"Nath,makanannya udah siap. Kita makan dulu" ucap Aluna di balik pintu.


Nathan pun menghentikan diskusinya.


"Kalian mau makan di sini?" tanya Nathan datar pada Romi dan yang lainnya.


"Ah enggak bos,kita mau pulang aja" jawab Romi cepat.


"Kenapa?jarang-jarang ada yang masakin" tanya Nathan


"Gak usah ngerasa gak enak,tinggal makan doang.terus selesai makan Lo cuci piringnya" ucap Nathan yang berubah menjadi santai dan tidak seserius tadi.


"Hehehe,bos denger yah" ucap Max canggung.


"Lo tuh gak bisa bedain berbisik sama teriak,udah deh ayo kelamaan.gue udah laper dari tadi" ucap Nathan kemudian beranjak dari duduknya dan keluar di ikuti oleh Romi,Max,Indra dan Baron.


"Kamu masih nungguin?" tanya Nathan saat membuka pintu tampak Aluna sedang bersandar di sampingnya.


"Iya,habis kamu gak nyahut aku panggilin" jawab Aluna.

__ADS_1


"Maaf," ucap Nathan lalu meraih pinggang Aluna dan menggiringnya ke meja makan.


Sontak pemandangan Nathan memeluk Aluna pun tidak luput dari mata orang-orang yang ada di belakangnya. Mereka tersenyum melihat bosnya yang posesif.


"Ish,lepasin Nath.malu" ucap Aluna.


"Enggak" tegas Nathan


Saat tiba di ruang makan Nathan duduk di kursinya dia menarik pinggamg Aluna hingga membuat Aluna menjatuhkan bokongnya di pangkuan Nathan.


"Aakhh" pekik Aluna


"Hei,kalian mau makan sambil berdiri?" tanya Nathan saat melihat ke 4 anak buahnya hanya menonton dirinya yang sedang memeluk Aluna di pangkuannya.


"Ah ,iya bos maaf. tapi sepertinya kita makan di markas aja deh.takut ganggu" jawab Romi.


"Gue gak mau tau,pokoknya Lo semua Makan di sini" tegas Nathan dengan tatapan tajam.


"Ba-baik bos" jawab Max dan Indra bersamaan sambil menarik kursi mereka dan langsung duduk tenang.


Romi dan Baron pun segera ikut duduk di samping Indra.


"Susah banget di suruh makan aja,giliran di suruh bunuh orang aja kalian ceper banget" ucap Nathan yang di sambut senyum canggung dari mereka.


__ADS_1


Nathan


__ADS_2