Iblis Berwajah Tampan

Iblis Berwajah Tampan
Polos sama Bego beda tipis


__ADS_3

"Nath, bangun. aku mau mandi" ucap Aluna. Nathan yang sedang memeluk Aluna pun merasa terganggu oleh gerakan Aluna.


"Kamu kenapa tidur lagi,bukannya tadi udah bangun" tanya Aluna.


"Aku gak tau,gara-gara meluk kamu aku jadi ngantuk lagi" jawab Nathan.


"Senyaman itukah pelukanku sampai buat kamu tertidur lagi?" tanya Aluna sedikit menggoda.


Nathan memicingkan matanya "Apa kamu menggodaku?" tanya Nathan dan sukses membuat Aluna sedikit gelagapan


"Ah tidak" jawab Aluna memalingkan wajahnya,dia tidak ingin Nathan melihat wajah malunya.


"Kamu sungguh menggemaskan" ucap Nathan lalu membalikkan tubuh Aluna dan menindihnya.


Nathan mengarahkan bibirnya ke bibir Aluna,saat baru nempel "Krruuukkkk" suara perut Aluna terdengar jelas dan membuat Aluna semakin malu


Nathan terkekeh melihat rona merah di wajah Aluna.


"Kamu lapar sayang?" tanya Nathan.


"Enggak" jawab Aluna bohong.


"Mulutmu bisa berbohong,tapi perut mu tidak bisa. Ayo mandi kita pesan makan di sini aja" ucap Nathan.

__ADS_1


"Gimana aku gak lapar?semalam kamu gak ngasih aku makan" ucap Aluna ketus.


"Maaf,aku lupa. aku tidak memikirkan perutmu" sesal Nathan,dia tidak tega kalau harus menyantap Aluna yang dapam mode kelaparan.


"Apa kamu gak lapar?" tanya Aluna polos.


"Semalam udah makan kamu,jadi aku gak nafsu lihat makanan lain" jawab Nathan. Sontak Aluna langsung melarikan diri ke kamar mandi kemudian menguncinya.


"Dasaaarrrr mesuummmm" teriak Aluna


Nathan hanya tertawa melihat tingkah wanitanya itu,kemudian dia melirik sprai yang Aluna tempati ada bercak darah segar sisa semalam dia tersenyum manis.


"Kamu harus jadi wanita ku yang pertama dan terakhir" batinnya.


Di kamar mandi Aluna sedang kebingungan. dia sudah selesai mandi tapi dia lupa membawa pakaian ganti,hanya ada handuk kimono yang tersimpan rapi di kamar mandi.


Nathan yang mengetahui kalo Aluna lupa membawa baju gantinya pun berniat untuk menjahilinya. Dia bersembunyi di balik dinding kamar mandi.


Aluna mengeluarkan kepalanya sedikit mengintip Nathan apa dia masih ada di kamar atau enggak. di rasa sudah aman Aluna segera keluar dari kamar mandi dengan mengendap-ngendap seperti maling. Dia berjalan pelan menuju lemari besar dekat ranjangnya,tanpa dia sadari aksinya itu tidak lepas dari penglihatan Nathan dan membuat Nathan ingin tertawa.


"Grepp" Nathan memeluk Aluna dari belakang dan membuat Aluna tersentak kaget.


"Lepasin Nath," ucap Aluna.

__ADS_1


"Kamu sengaja menggodaku pagi-pagi begini?" tanya Nathan tanpa melepaskan pelukannya.


"Aku tidak menggodamu,aku lupa bawa pakaian ganti" jawab Aluna,tubuhnya merasa sedikit tidak nyaman karena pelukan Nathan.


"Perasaan aku udah mandi,kok agak sedikit gerah. kamu matiin AC nya yah Nath?" tanya Aluna polos.


Nathan terkekeh mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut wanitanya itu.


"Enggak,. Tubuhmu itu ingin merespon sentuhanku makanya bikin kamu gak nyaman" jawab Nathan


"Maksud kamu apa sih Nath?aku ga ngerti" tanya Aluna.


"Maksud aku itu,tubuh kamu menginginkan sentuhan dari ku," jawab Nathan,dia mencoba untuk mengerjai Aluna tapi siapa sangka kejahilannya malah jadi boomerang baginya.


"Ah masa,,,,kebetulah aku belum pakai apa-apa. bagian mana yang ingin di sentuh kamu?" tanya Aluna.


"Astaga,ini cewek beneran polos apa bego sih?" batin Nathan.


"Aluna,sekarang sampai seterusnya kamu adalah wanitaku,pacarku,calon istriku. jadi ingat jangan pernah berhubungan dengan laki-laki lain selain aku. pahaam?" tegas Nathan.


"Iya paham"jawab Aluna.


" Ya udah,kamu pakai baju dulu. aku mau mandi" ucap Nathan lalu melepaskan pelukannya dan pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Sementara di kamar mandi,Nathan merutuki kelakuannya pada Aluna.


"Harus cepat-cepat di ajak nikah ini mah,kalo di biarin terlalu lama bisa bahaya.... Aluna-Aluna...kamu itu benar-benar beda dari yang lain" gumam Nathan


__ADS_2