Iblis Berwajah Tampan

Iblis Berwajah Tampan
Iblis Betina Bangkit


__ADS_3

(WARNING) Tidak untuk anak di bawah 20 tahun.Tolong lebih bijak dalam membacanya☺


Nathan pergi ke markasnya,di sana sudah ada Romi dan yang lainnya menyambut ke datangannya.


"Selamat datang boss" sapa Romi


"Hm"


"Suasana hati buruk" batin Romi


Nathan berlalu menuju ruang tahanan yang di tempati Karina.Romi dan yang lainnya mengikuti langkah Nathan.


"Apa dia masih bernafas?" tanya Nathan dingin


"Masih bos,namun sangat lemah" jawab salah satu anggota Nathan yang bertugas mengawasi Karina.


"Ikat dia dan bawa dia ke rumahku yang di hutan" perintah Nathan yang langsung di angguki oleh Romi dan anggotanya


"Rom,lo ikut gue"


Nathan pergi menuju ke ruangannya bersama Romi yang mengekorinya.


Nathan merebahkan tubuhnya di sofa panjang.Romi masih berdiri menunggu instruksi dari sang bos


"Lo gak pegel?" tanya Nathan


"Lumayan bos" kekeh Romi


"Duduk" Romi pun duduk di samping kaki Nathan.


"Rom,pijitin kaki gue. lelah gue. lebih susah beresin masalah di rumah dari pada masalah di luar rumah".


"Kalo boleh tau ada masalah apa bos?" tanya Romi sambil mijitin kaki Nathan.


"Rom,kenapa lo gak jadi tukang pijit.lumayan juga pijitan lo" jawaban Nathan membuat Romi sedikit kesal.pasalnya dia berusaha bersimpati tapi malah dapat ledekan.Andai saja yang dia pijit bukan kaki Nathan sudah di pastikan besok tidak akan bisa jalan lagi.


"Tapi lo gak cocok jadi tukang pijit,muka lo ke gantengan" ucap Nathan sambil memejamkan matanya merasakan pijitan di kakinya yang membuat dia sedikit rileks.


"Rom,nanti lo ikut gue pulang.di rumab ada mami jadi jangan sampe lo menyinggungnya"


"Baik bos".


"Oh ya satu lagi,lo sama gue seumuran.lo udah kayak sodara gue.jadi lo gak usah sungkan sama gue,panggil gue Nathan jangan bos lagi" ucap Nathan membuat Romi sedikit kaget.


"Mungkin bos ke bentur kepalanya,jadi dia gak aneh" batinnya.


"Gue sehat walafiat Rom,jadi lo jangan punya pikiran kalo gue sakit atau aneh" ucap Nathan.terlihat raut wajah kaget pada Romi.


Tidak mungkinkan kalo Nathan bisa membaca pikirannya.


"Siap Nath".


"Ayo Rom,kita berangkat sekarang.taruh si Karina di bagasi" titah Nathan


Nathan,Romi dan Max menaiki mobil yang biasa Romi pake menuju ke kediaman Nathan.


Setelah 30 menit akhirnya mereka sampai.


"Turunkan wanita gila itu dan bawa ke halaman belakang.Beri dia makan dan jangan biarkan dia mati dulu sebelum bertemu mami"

__ADS_1


Nathan memasuki rumahnya dan mencari keberadaan Olla.Setelah beberapa saat dia mengetuk pintu kamar Olla dan tidak ada jawaban alhirnya Nathan memutuskan untuk masuk ke kamar Olla yang tidak di kunci.


Dia duduk di kasur dan menunggu maminya yang mungkin sedang di kamar mandi karena dia mendengar suara air.


Tak lama Olla keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono dan handuk kecil melilit di kepalanya.


"Nath,udah lama?" tanya Olla.


Nathan yang tidak fokus pun tersentak dengan ucapan maminya.


"Be-belum lama mam". jawabnya terbata-bata.


Olla hanya ber'Oh' ria,dia berjalan ke walk in closet mencari pakaian yang akan dia gunakan.


"Sial,kenapa gue jadi gugup begini.....dia kan mami gue,masa lihat mami aHjis mandi bisa bikin tubuh gue bereaksi"batin nathan


Nathan merebahkan tubuhnya di kasur Olla,matanya terpejam dan membayangkan kalo maminya merangkak dia atas tubuhnya.


"Kenapa pikiran gue di penuhi mami?Apa otak gue mulai gak sehat?tapi mami cantik,dia masih pantas jadi istri gue" batinnya terus berbicara kemana-mana tapi pikirannya terfokus pada satu objek yaitu Olla.


"Fix,otak gue gak sehat" Nathan bangun dan mengacak rambutnya frustasi,dan saat dia membuka matanya rupanya Olla sudah ada di hadapannya.Nathan yang sedang duduk di ranjang dan Olla berdiri dengan sedikit berjongkok


Mata Nathan bertemu dengan mata Olla.Jarak antara wajah mereka hanya beberapa sentimeter.Nathan terpaku,diam tanpa kata,menatap tanpa berkedip dan tak sadar jika dirinya sedang menahan nafas.


Tangan Olla mengelus pipi Nathan.


"Nath,bernafaslah jika kamu tidak ingin mati sekarang" bisik Olla tersenyum kemudian mencium pipi nathan lembut.


Olla menegakkan tubuhnya dan berjalan ke arah meja rias.


Nathan yang masih diam tak berkutik itu menatap kemana arah sang mami berjalan.


Nathan memicingkan matanya


"Mam,bisa ganti gak celananya?" tanya Nathan.


"What wrong?"


"Terlalu pendek,di halaman belakang ada Romi dan Max"


"Terus?"tanya Olla


"Nathan gak mau tubuh mami di lihat orang.Kalo cuma ada Nathan sih terserah mami mau pakai apa juga".


"Sayang,tapi mami malas menggantinya" ucap Olla tegas.


"Apa wanita itu sudah di bawa kemari?"tanya Olla


"Udah mam,dia ada di halaman belakang" jawab Nathan


"Oke,mari kita eksekusi" ucap Olla semangat.


Olla menarik tangan Nathan dan merangkulnya mesra.Mungkin bagi siapa saja yang tidak tahu status mereka akan menyangkanya mereka pasangan ideal.


Nathan bingung dengan apa yang akan maminya lakukan pada wanita bernama Karina itu.


Olla sampai di halaman belakang dan melepaskan rangkulannya.Di sana Romi dan Max sedang membuka tali yang mengikat Karina.


"Haii," sapa Olla.

__ADS_1


Romi,Max dan Karina berbalik dan menatap seseorang yang menyapa mereka.


Romi dan Max tidak berkedip,mulutnya menganga.mereka terpesona.


Berbeda dengan Karina yang menatapnya kaget.


"Kenapa dia masih hidup" batin Karina.


"Romi,Max. kalian bosan hidup yah?" tanya Nathan tajam.Seketika kesadaran Romi dan Max sadar kemudian mereka menunduk.Olla hanya tersenyum melihat anaknya cemburu.


Olla menghampiri Karina yang sedikit ketakutan."Apa kabar sayang?" tanya Olla dengan senyum jahat.


Nathan,Romi dan max hanya menjadi penonton,mereka menyaksikan apa yang akan Olla lakukan pada Karina.


"Kenapa Lo masih hidup?" tanya Karina,dia mencoba mengumpulkan keberaniannya.Padalnya yang dia tau Olla hanya lah wanita lemah.


"Tuhan menolongku dari rencana jahat yang lo" jawab Olla santai,dia melipatkan ke dua tangannya di dada.


"Cih,terlalu sombong.lo hanya wanita lemah,sampai kapan pun lo akan menjadi lemah"teriak Karina.


"Sayang,,lo terlalu memandang rendah diriku.Olla yang lemah telah hilang 15 tahun yang lalu setelah seseorang mencoba membunuhku dan ke dua anakku.Sekarang,orang yang ada di hadapmu adalah seorang monster yang bersembunyi di balik wajah cantiknya" ucap Olla santai.


Karina tersentak kaget,dia tidak percaya dengan apa yang di katakan Olla.


Karina memundurkan tubuhnya saat Olla berjalan mendekatinya.


"Apa lo takut sayang?" tanya Olla menangkup kedua pipi Karina dengan satu tangannya.Wajah Karina memerah menahan sakit,kuku- kuku di jari Olla tertancap manis di ke dua pipi Katina yang sudah mengeluarkan darah.


Olla melepaskan tangannya kasar,dia menjilat ujung kukunya yang ada darah Karina.


"Darah lo tidak enak,sepertinya lo kekurangan nutrisi"ucap Olla.


Nathan,Romi dan Max merasa sedikit ngilu melihat apa yang Olla lakukan pada Karina.


Pasalnya baik Nathan,Romi atau Max mereka tidak tau kalo mami dari bosnya itu ternyata kejam juga.


Karina meringis memegangi pipinya.Olla mengeluarkan lipstik dari saku celana pendeknya,tapj setelah di buka ternyata dalamnya buka lipstik melainkan sebuah pisau tipis yang mengkilap dengan ujungnya yang sangat tajam.


Karina bergindik ngeri saat melihat pisau yang Olla pegang.


"Apa yang akan lo lakukan?" tanya Karina panik.


"Hahahahahahahah,Apa lagi?tentu saja gue akan mengiris daging lo tipis-tipis untuk makan buaya-buaya di kolam itu" Olla menunjuk kolam di belakang Karina.


Karina semakin panik dan ketakutan,tanpa basi basi Olla menarik tangan Karina dan mengirisnya kasar.Darah segar berceceran di mana-mana bahkan sampai ke wajah dan pakaian Olla.Karina menjerit ke sakitan memohon ampun pada Olla,namun sisi kemanusiaan Olla seolah lenyap.Dia tidak menghiraukan jeritan Karina.Dia malah lebih bersemangat mengiris-ngiris kecil tubub Karina kemudian irisan itu dia lemparkan ke kolam,di sana sudah ada 7 ekor buaya yang sudah menantinya.


Aksi Olla tidak luput dari 3 pasang mata yang sedang menatapnya ngeri.Romi dan Max merasa mereka kejam namun tidak sekejam itu.Apa lagi Nathan,selama ini dia tidak pernah tau maminya seperti apa.Setelah dia melihatnya dia merasa bahwa maminya lebih kejam dari dirinya.


"Hahahahahaha,,,," Olla tertawa lepas melihat buaya-buaya di kolam itu saling berebut makanan.Tapi seketika tawanya terhenti saat dia tidak mendengar jeritan dark wanita yang tubuhnya sedang dia iris.Rupanya Karina sudah tidak bernyawa lagi,setelah dia kehilangan banyak darah dan di bagian tangan,paha dan betisnya sudah tidak ada dagingnya lagi.Baginya tidak ada harapan lagi untuk hidup.


"Hah,sayang sekali harus selesai sampai di sini.ternyata dia sangat lemah.segitu aja sudah tidak kuat.Tidak mendengar jeritannya membuatku tidak bersemangat lagi"


Olla menarik tubuh Karina dan meleparkan ke kolam."Selamat makan anak-anak.Maaf mami tidak bisa memotongnya sampai kalian kenyang" ucap Olla sambil menepuk-nepukan tangan.


Dia berbalik untuk membersihkan tubuhnya yang berlumuran darah.Olla menarik ujung bibirnya sedikig tersenyum.


Olla melihat Nathan dan anak buahnya tengah menatapnya dengan wajah-wajah mereka yang pucat.Olla menghampiri mereka.


"Tenang,mami tidak akan makan kalian.Ya walaupunn mami belum puas.tapi setidaknya untuk kali ini mami akan membebaskan kalian" ucapan Olla sukses membuat Nathan,Romi dan Max membuka matanya lebar-lebar.

__ADS_1


Sementara Olla berjalan meninggalkan mereka yang tengah ketakutan dengan tawa puas karena sudah berhasil mengerjai Nathan dan anak buahnya.


__ADS_2