Iblis Berwajah Tampan

Iblis Berwajah Tampan
Kencan yang berkesan


__ADS_3

Nathan melajukan mobilnya ke tempat Romantis dia membawa Aluna ke pantai.


Hanya keheningan menyelimuti Nathan dan Aluna selama di dalam perjalanan.


"Pantai" gumam Aluna saat melihat hamaparan lautan luas di depannya.


"Iya,apa kamu suka?" tanya Nathan,Aluna mengangguk antusias menjawab pertanyaan pria tampan di hadapannya itu.


"Aku udah lama gak ke pantai,terakhir ke sini saat aku berumur 5 tahun sebelum orang tua aku meninggal" ucap Aluna lirih,tetesan bening keluar dari ujung matanya.dengan sigap Nathan mengusap air mata Aluna dengan ibu jarinya.


Entah kenapa ada perasaan sakit di hatinya melihat wanita di sampingnya meneteskan air mata. Dia teringat akan maminya yang selalu menangis saat dia menelponnya.


"Jangan nangis.Ayo keluar" ajak Nathan.


Nathan membukakan pintu untuk Aluna lalu meraih tangannya. di genggamnya tangan Aluna dengan erat seolah tidak ingin melepaskannya.


Aluna melepas sepatunya,dia berlari ke arah pantai. dia ingin merasakan ombak di malam hari yang terlihat sangat indah.


Nathan memperhatikan gadianya itu,dia menarik sudut bibirnya hingga mengukir senyuman manis di wajahnya.


"Aku gak tau kapan terakhir kali aku tersenyum" batin Nathan.


"Nath,,,sini...." teriak Aluna

__ADS_1


Saat Nathan berlari mendekatinya tiba-tiba Aluna mencipratkan air laut ke arah Nathan hingga membuat baju Nathan basah. Tidak mau kalah Nathan pun membalas Aluna hingga tanpa mereka sadari baju mereka basah kuyup.


"Stop,,," ucap Aluna.


"Nath,baju kita basah.Aku gak bawa baju ganti. gimana dong?" tanya Aluna


"Tenang aja,kita cari toko baju. Ayo" jawab Nathan


Aluna dan Nathan pun mencari toko baju yang masih buka,setelah menemukan Nathan membeli beberapa baju untuknya dan unyuk Aluna. Sementara Aluna menunggu di mobil karena Nathan tidak mengijinkan Aluna keluar dari mobil dengan baju yang basah.


"Lun,ini udah malam.kita cari penginapan aja yah" ucap Nathan.


"Iya,lagian kalo pulang pun terlalu berbahaya" ucap Aluna menyetujui Nathan.


"Ada hotel di sana.kita check-in di sana aja yah,Ayo" ajak Nathan, Aluna meraih tangan Nathan dan menggenggamnya.


"Mbak saya mau buka kamar 2,saya minta yang bersebelahan" pesan Nathan


"Maaf pak,tapi kamarnya hanya tinggal satu itu pun kamar president suite.kamar kami sudah penuh" ucap si pegawai hotel ramah.


Nathan melirik Aluna"Gimana dong?" tanya Nathan.


"Aku sih terserah kamu,tapi aku gak sanggup bayarnya Nath.pasti itu mahal" bisik Aluna dan membuat Nathan tersnyum.

__ADS_1


"Ya sudah mbak saya pesan kamar president suite aja" pesan Nathan final.


"Baik pak mohon di tunggu sebentar,sedang bulan madu ya pak bu?" tanya mbak resepsionisnya.


"Ah engg,,,"


" iya mbak" jawab Nathan memotong jawaban Aluna lalu merangkul pinggang Aluna posesif dan mencium pipinya sekilas membuat orang yang ada di sekitar melihatnya baper.


Aluna tersentak dengan perlakuan Nathan dan memaksakan untuk tersenyum manis.


"Anda pasangan serasi,ini kuncinya. selamat Berbulan madu" ucap si mbaknya ramah.


Nathan terus memeluk Aluna sampai di depan pintu kamarnya.saat udah sampai di kamar barulah Nathan melepaskan rangkulannya.


"Sorry ya" ucap Nathan.


"Gak papa kok Nath,makasih yah" sahut Aluna lalu memeluk Nathan


"Aluna,aku mau tanya sesuatu. Apa kamu menyukaikua?" tanya Nathan tanpa melepaskan pelukan Aluna.


Aluna mendongkakan kepalanya. "Tentu,aku menyukaimu.malahan sepertinya aku sudah jatuh cinta sama pesona mu" jawab Aluna malu-malu.


"Tapi aku bukan pria baik,aku pria jahat dan pendosa" ucap Nathan.

__ADS_1


"Aku tidak peduli mau kamu baik atau pun jahat,yang pasti aku sudah nyaman sama kamu. kita sama-sama pendosa hanya jalannya saja yang berbeda. jangan pernah menghakimi dirimu sendiri seperti itu" ucap Aluna.


Nathan tersenyum manis lalu mencium bibir Aluna lembut...


__ADS_2