
Gambar hanya sebagai bayangan/perumpamaan akan sebuah busur api :)
" inilah busur api yang selama ini kami jaga dengan baik, kalian bisa melihat busur api ini di kelilingi batu bintang yang jika kalian lihat posisi mereka jika di satukan akan membentuk sebuah bintang raksasa dan busur api sebagai pusatnya. Kekuatan dari patung bintang inilah yang selama ini melindungi pusaka ini" jelas Makoto
Mereka mulai mendekat untuk melihat lebih jelas busur api itu.
"Ini terlihat sangat besar sekali dan kurasa snagat berat" ucap Prian
"Ratu Makoto siapakah orang terpilih yang menjadi pemilik busur api ini?" Tanya Hosiko
"Sebenarnya kami masih belum tahu, sepertinya keturunan terpilih masih belum terlahir atau.."
Makoto langsung menatap Prian dengan tajam membuat Prian sedikit terkejut
"A-ada a-ap-"
"PRIAN!"
Prian terkejut karena neneknya tiba-tiba berteriak namanya
"Benar juga, Prian kau adalah keturunan terakhir dari keluarga Miyazaki. Bisa jadi kau adalah keturunan terpilih"
"A-apa?"
"Prian kemarilah dan cobalah angkat busur itu!"
"Apa? Mengangkat busur itu?!" Kaget Prian
"Semua keturunan keluarga Miyazaki telah mencoba mengangkatnya tapi masih belum berhasil. Sebelumnya yang berhasil mengangkatnya adalah raja sebelumnya yang merupakan orang terpilih juga, dia adalah kakek buyut Yoshiaki. Tapi setelah beliau meninggal masih belum ada yang terpilih. Bahkan Yoshiaki pun tidak bisa mengangkatnya, kau yang merupakan anak Yoshiaki mungkin saja bisa melakukanya"
"P-papa saja tidak bisa melakukanya apalagi diriku"
"Hanya orang terpilih yang bisa mengangkatnya, jika kau bisa mengangkatnya mungkin saja kau orang terpilihnya tapi jika kau tidak bisa mengangkatnya itu berarti kau bukanlah orang terpilih" balas Makoto
"I-itu.."
"Coba sajalah Prian" ucap Yuki
"B-baiklah"
Prian mulai mendekat ke arah busur api itu.
'Dilihat bagaimanapun busur sebesar ini mana bisa aku angkat, bahkan mungkin butuh lebih dari 5 orang untuk mengangkatnya' batin Prian
Prian pun memposisikan tanganya menyentuh busur itu, kemudian mencoba mengangkatnya dan ternyata seperti yang dia duga. Busur itu cukup berat dia tidak bisa mengangkatnya bahkan dia tidak bisa menggerakanya sedikitpun
"Aku tidak bisa melakukanya, ku rasa bukan aku orang terpilihnya" balas Prian
"Sayang sekali, sepertinya generasi selanjutnya. Tidak apa-apa" ucap Makoto
Prian pun kembali ke tempatnya semula
"Ngomong-ngomong bukankah kerajaan Mizumitakai juga memiliki salah satu pusaka dari kelima pusaka itu? Kalau tidak salah pusaka yang kalian jaga adalah pedang suci bukan?" Tanya Prian
"Itu benar" balas Hosiko
"Lalu apakah pedang suci itu telah memiliki pemilik barunya?" Tanya Prian
"Iya, dia telah memilikinya"
__ADS_1
"Lalu siapa orang terpilih itu?" Tanya Yuki
"Pemilik pedang suci itu sekarang adalah Kimiko sendiri" balas Yuna
"A-apa?!" Kaget mereka
"Tunggu? Apa Kimiko tak pernah mengatakanya pada kalian?" Tanya Yuna
"Sama sekali tidak pernah" balas mereka
"Nenek! Nenek serius? Benarkah mama adalah salah satu orang terpilih?" Tanya Prian
"Iya, Kimiko adalah salah satu orang terpilih" balas Yuna
"Nenek berbohong?"
"Nenek serius, kalau kau tidak percaya kau bisa bertanya pada mamamu" balas Yuna
"Tapi kenapa selama ini mama tidak memberitahukannya?"
"Soal itu kakek dan nenekpun juga tidak tahu" balas mereka
"Tapi bukankah mama sekarang tinggal di kerajaan Miyamoto, apakah pedang itu mama tinggal di kuil suci Mizumitakai?"
"Tidak, di antara kelima pusaka itu hanya pedang suci yang tidak bisa terpisah dari pemiliknya. Sehingga pedang itu selamanya akan terus bersama pemiliknya, pedang itu akan tersimpan di tubuh sang pemiliknya"
"Lalu apakah pedang suci itu akan terus berada di tubuh mama selamanya?" Tanya Prian
"Pedang itu akan terus berada di tubuh Kimiko, sampai Kimiko mati nantinya. Ketika waktunya sang pemiliknya mati, maka secara otomatis pedang itu akan kembali ke kuil suci sambil menunggu kedatangan pemilik barunya" jelas Yuna
"Jadi selama mama hidup, pedang itu akan terus berada di tubuh mama?" Tanya Prian
"Iya" balas Yuna
Ternyata dunia ini memiliki banyak misteri, dan ini kali pertama dia mengetahui salah satu misteri tersebut mungkin saja masih banyak misteri di dunia ini yang belum terpecahkan.
"Lalu apakah keberadaan pusaka di tubuh mama juga bisa membahayakan mama?"
"Itu tergantung dari pemiliknya apakah bisa mengendalikanya atau tidak. Orang yang terpilih menjadi pemilik pusaka harus bisa mengendalikan kekuatan besar tiap pusaka. Jika tidak, maka pusaka itu bisa menguasai tubuh si pemilik dan mengambil alih tubuh pemilik juga dan akibat terfatalnya yaitu bisa membunuh pemiliknya juga" jawab Yuna
Prian membeku mendengar cerita tersebut, cerita itu dan pusaka itu sungguh sangat mengerikan.
Dia selalu berfikir jika mamanya baik-baik aaja tapi ternyata di balik keadaanya itu ada sebuah benda mengerikan yang bisa kapan saja merunggut nyawanya. Sebuah rahasia besar dan menakutkan yang selama ini tak pernah di bicarakan oleh ibunya, mungkin saja dia tidak mau membuat Prian mengkhawatirkanya.
Prian ketakutan setengah mati jika pusaka itu sampai membahayakan mamanya sendiri.
Dia takut terjadi sesuatu kepada mamanya
"Apakah tidak ada cara untuk menyelamatkanya?" Tanya Prian
"Satu-satunya cara hany sang pemilik harus bisa mengendalikan kekuatan pusaka itu, jika tidak maka sudah tidak ada harapan apapun sekalipun kau berusaha keras" balas Yuna
Tubuh Prian bergetar ketakutan, tatapan matanya tiba-tiba kosong.
Pikiranya hanya terfokus kepada mamanya saja.
Hosiko yang melihat cucu pertamanya ini langsung saja menenangkanya.
Hosiko menepuk pundak Prian untuk menyadarkan Prian.
"Prian.."
__ADS_1
Prian tersentak kemudian menoleh ke arah kakeknya
"Jangan khawatir, Kimiko bukanlah seseorang yang lemah. Dia sangat kuat lebih kuat dari yang kau ketahui, selama ini dia selalu baik-baik saja. Sepertinya dia bisa mengendalikan kekuatan dari pusaka pedang suci itu. Kau jangan khawatir, tidak akan ada yang terjadi kepada mamamu" ucap Hosiko
"Tapi bukankah kekuatan pusaka itu cukup hebat, aku takut mama-"
"Kimiko akan baik-baik saja, itu pasti. Jangan terlalu mencemaskan hal itu, yakinlah jika mamamu itu akan baik-baik saja. Karena dia bukanlah seorang wanita yang lemah" ucap Hosiko
Prian mulai menenangkan dirinya dan mempercayai kakeknya.
"Iya aku percaya jika mama bukanlah wanita yang lemah, mama adalah sosok wanita yang kuat. Aku percaya itu" balas Prian
"Bagus" balas Hosiko
Prian memang sudah menenangkan dirinya tapi rasa khawatir akan keselamatan mamanya masih ada. Tapi sebisa mungkin dia percaya jika mamanya akan selalu baik-baik saja.
Mereka kemudian keluar dari ruangan pusaka dan kembali ke ruang utama kuil.
Prian berdoa agar ibunya selalu terlindungi dari mara bahaya.
Setelah berdoa, mereka pun keluar dari kuil suci.
Prian masih terbayang akan cerita legenda itu, tentang kelima pusaka itu dan tentang ibunya juga.
"Aku ingin menemui mama" ucap Prian
"Tapi Kimiko mungkin saja masih sibuk, nanti saja jika kau ingin menemuinya" ucap Yuna
"Tidak! Aku mau menemui mama sekarang. Jika aku tidak melihat mama sekarang, aku jadi merasa tidak tenang setelah mendengar cerita tadi" balas Prian
Mereka pun saling menatap kemudian mengangguk
"Baiklah" balas mereka
Kini mereka segera menuju ke istana utama, lebih tepatnya ke ruang kerja Kimiko.
Perasaan Prian masih sangat gelisah, dia terlalu takut jika mamanya terluka. Pikiranya sudah kemana-mana
Langkahnya di percepat untuk segera menuju ke tempat ibunya berada
"Prian pelan-pelan saja" ucap Makoto
"Aku ingin secepatnya menemui mama"
Prian langsung berlari secepatnya menuju ke ruang kerja mamanya.
"Prian..!"
Nafasnya memburu karena dia berlari dan juga karena perasaan gelisahnya itu.
Untuk kali ini dia benar-benar ingin melihat mamanya agar dirinya tenang.
Tak lama dia pun sampai di ruang kerja milik Kimiko.
"P-pangeran Prian?" Heran para penjaga ruang kerja Kimiko
"Anda tidak ap-"
Brakk!
Jangan lupa like,vote,dan coment ya :)
__ADS_1
》**NEXT CHAPTER**《