
Surat itupun diserahkan kepada Kimiko
"Kau bisa pergi sekarang" ucap Kimiko
Pengantar pesan itupun pergi
"Lihat mama, baru mengatakannya tiba tiba datang pesan dari papa. Papa pasti sangat merindukan dirimu ma"
"Kau ini"
Kimiko pun membuka pesan tersebut dan membacanya
*Untuk Istriku
Kimiko von Miyazaki
"Kimiko bagaimana kabarmu? Kuharap kau baik baik saja disana. Bagaimana juga dengan putra kita? Dia tidak nakal bukan? Hahaha aku bercanda, aku sangat yakin jika Prian pasti akan bersikap sangat baik. Ngomong ngomong bagaimana urusanmu? Sudah selesai? Kau sudah selesai mempelajari ilmu medis yang kau inginkan itu bukan? Dengan sikapmu yang keras kepala aku yakin kau pasti sudah berhasil membujuk akito untuk mengajarimu. Aku sangat senang sekali, tapi aku juga sangat sedih. Kenapa? Karena kau meninggalkan diriku cukup lama. Walau kau pergi selama seminggu tapi bagiku rasanya seperti ditinggal 1 tahun olehmu. Aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu denganmu kembali, pulanglah dengan cepat dan selamat. Aku akan menunggumu di sini. Oh ya, laporan tentang keluarga Naomi itu, aku sudah menerimanya. Aku akan segera mengurus mereka sesuai hukum yang berlaku. Kau tak perlu memikirkanya, percayakan saja pada suamimu ini. Lagipula ini sudah menjadi tugasku sebagai seorang raja untuk memberikan keadilan pada rakyatku, aku juga berterimakasih padamu karena telah membantu dan menegakkan kembali keadilan di negeri ini. Kerajaan ini sangat beruntung memilikimu sebagai ratu mereka dan aku juga beruntung mendapatkan dirimu sebagai istriku. Besok kau harus segera kembali tepat pada waktunya aku tidak mau menunggu lama. Aku sudah sangat merindukan dirimu dan putra kita, sampai jumpa besok. Aku mencintaimu.."
Dari Suamimu tercinta
Yoshiaki von Miyazaki*
Kimiko tersenyum membaca pesan yang dikirimkan oleh Yoshiaki
'Aku juga mencintaimu Yoshiaki' batin Kimiko
Sedangkan Prian sedikit penasaran dengan isi pesan tersebut
"Mama, apa mengatakan apa?"
" Papa bilang kita harus segera kembali. Dia sangat merindukan kita dan ingin segera bertemu. Besok kita benat benar harus kembali"
"Tentu saja"
"Kalau begitu sekarang lebih baik kita istirahat"
" baik mama, selamat malam"
"Selamat malam juga Prian"
Keesokan harinya
Semuanya berkumpul di halaman depan
Tuan duke dan akito juga ada dengan pakaian bangsawan mereka
Mereka tengah bersiap untuk mengantar kepulangan Kimiko dan Prian
"Tuan duke, jagalah dan awasi terus kota ini" ucap Kimiko
"Tentu saja yang mulia Ratu" balas duke
"Nona Akito, mulai sekarang kau tinggal di tempat yang seharusnya kau tinggali. Jagalah dirimu selalu, bila kau ada waktu datanglah ke istana aku akan menyambutmu" ucap Kimiko
"Terimakasih baginda ratu, saya pasti akan menyempatkan waktu untuk datang berkunjung ke istana. Itu adalah sebuah kehormatan besar bagiku yang mulia" balas Akito
"Aku akan menunggu kedatanganmu nona Akito"
"Terimakasih yang mulia"
"Baiklah kami tidak bisa lebih lama lagi, kami harus segera kembali ke istana"
"Baik yang mulia"
Prian dan Kimiko pun kemudian menaiki kereta kuda mereka dan bergegas kembali ke istana
Mereka pun akhirnya selesai dengan urusan mereka, Kimiko mendapatkan apa yang di inginkanya dan menyelesaikan masalah disana
Kini sudah waktunya baginya untuk kembali ke rumahnya yang sebenarnya karena disana ada suaminya yang sedang menunggu kedatanganya
"Akhirnya kita bisa segera pulang ke istana" ucap prian
"Tentu saja"
Mereka pun dalam perjalanan kembali ke istana, setelah beberapa waktu lalu berpamitan dan tanpa terasa mereka sudah keluar dari kota Yokumitsuru
Mereka kini melewati jalan yang cukup bahaya karena harus melewati jalan yang tepat di sampingnya ada sebuah jurang yang cukup dalam dengan aliran air di bawahnya yang deras
Suasana dalam kereta cukup senyap karena Kimiko dan Prian tengah dalam pikiran masing masing atau lebih tepatnya mencoba tenang
Terlihat kimiko sedang melamun sambil memandang pemandangan di balik jendela keretanya
'Apa maksud ucapan wanita itu ya'
Flashback
*Saat berada di pasar
Kimiko sedang berjalan jalan di sekitar sambil menunggu anaknya yang tengah membeli oleh oleh untuk Akito
Saat dia tengah menikmati suasana, dia tiba tiba di kejutkan oleh sosok misterius
Dia terlihat seperti seorang wanita tua, tapi dia tepat berada di posisi balik tembok ini tepat jauh dari keramaian dan berada di tempat senyap
Dari penampilanya sepertinya dia seorang peramal
Awalnya Kimiko berniat ingin mengabaikanya dan kembali ke tempatnya tapi ucapan wanita itu justru membuatnya kaget dan menghentikan langkahnya
__ADS_1
"Dunia tak lama lagi akan berakhirr, kegelapan akan kembali menguasai dunia ini dan hanya seseorang yang bisa menghentikanya" ucap wanita itu sambil seperti memainkan bola mutiaranya
Tiba tiba wanita tua itu melirik Kimiko dan menatap tajam ke arah Kimiko
Kimiko sedikit takut dengan tatapan tajam yang di berikan wanita itu
"Yang mulia Ratu Kimiko von Miyazaki" ucap wanita itu dengan nada yang cukup mengerikan
Kimiko membelakkan matanya saat mendengar wanita itu menyebut namanya, ternyata ada seseorang yang berhasil mengenalinya
"Siapa kau" tanya Kimiko
Wanita itu kemudian menatap kembali ke bola mutiaranya
"Hati hatilah yang mulia Ratu, takdirmu terikat dengan dunia ini. Mati maka matilah, hidup maka hiduplah. Sebentat lagi, dunia akan di kuasai oleh kegelapan dan hanya orang yang terikat dengan takdir itulah yang buaa menyelamatkan dunia ini. Aku bisa menerawang masa depanmu, kehidupan bahagiamu akan segera berakhir, semuanya tenggelam dalam kegelapan"
Entah kenapa mendengar ucapanya membuat jantung Kimiko berdetak cukup kencang
"Aku suka suara itu, jantungmu berdegup dengan kencang. Apa kau takut? Hahaha" ucap wanita itu dengan tawa jahatnya
"Cahaya bintang dapat menghentikan kegelapan tapi apakah bisa mengalahkanya?"
"Para legenda akan kembali berkumpul dan pertaruangan akan kembali terjadi. Siapapun tidak bisa menghentikanya, tidak bisa terhindarkan! Hanya orang dengan takdir uniknya yang bisa menghentikannyam semua akan seperti dulu, kegelapan sudah mulai bergerak menyelimuti dunia ini dan sebentar lagi akan menguasai segalanya!"
"Hati hatilah yang mulia, dia sudah mulai bergerak! Kau harus hati-hati, waspadalah! Dunia ini sudah tidak akan bertahan lama lagi. Hanya seseorang dengan takdir uniknya yang akan bisa menyelamatkan dunia ini! Aku bisa melihat masa depanmu yang mulia! Salah seorang yang kau cintai dan sayangi dalam bahaya besar! Kau harus melindunginya apapun yang terjadi, dia sangat dekat dengan kematian. Apapun yang terjadi kah harus melindunginya, jika dia sampai mati. Maka, dunia inipun akan ikut mati hahaha"
Sekejap tubuh kimiko seperti membatu dan membeku mendengar ucapan tersebut
Lalu tiba tiba
"Mama!"
Kimiko tersentak saat tiba tiba ada yang menepuk pundaknya, Kimiko langsung menoleh dan ternyata itu adalah putranya Prian
Lalu dia pun kembali menengok ke tempat wanita tadi
Tapi ternyata disana tidak apa apa hanya sebuah tempat gelap saja
'Hilang? Kemana wanita itu tadi?! Bukankah dia ada disinu tadi. Bagaimana bisa tiba tiba menghilang' batin Kimiko sambil melihat kesana kemari mencari keberadaan wanita itu tapi tak dapat dia temukan
'Kemana perginya wanita itu, cepat sekali menghilang' batin Kimiko
"M-mama ada apa?" Tanya Prian yang bingung melihat tingkah aneh ibunya
"A-ah i-itu.." kimiko bingung harus menjawab apa
"Mama ada apa? Apa yang mama cari?"
"B-bukan apa apa Prian" balas Kimiko
"Kenapa mama kaget tadi?"
"Begitu ya*"
Endflashback
Ucapan wanita itu masih terngiang di kepala Kimiko
'Apa maksudnya? Aku terikat takdir unik? Takdir apa? Aku benar benar tidak mengerti' batin Kimiko
Kemudian tiba tiba kereta mereka berhenti mendadak
Kimiko dan Prian terkejut
"Ada apa ini?!" Seru Prian
Dari belakang kereta terdengar seperti suara kegaduhan
Salah seorang prajurit menghampiri mereka
"Yang mulia! Kita di serang!" Seru prajurit itu
"Apa?!"
Baik kimiko dan Prian sama sama terkejut
Prian langsung mengambil pedang miliknya yang dia senderkan di sampingnya
" Mama tetaplah disini, jangan keluar dari kereta apapun yang terjadi!" Ucap Prian
"Baiklah, hati hati Prian!"
"Iya"
Prian langsung turun dari kereta, sedangkan Kimiko melihat keadaan dari jendela kereta
Terlihat 2 orang asing dengan pakaian mereka serba tertutup tengah menyerang para prajurit
"Semua pelayan lindungi yang mulia Ratu!" Seru Prian
"Baik!"
Semua pelayan pun bersiaga di sekitar kereta
Semua prajurit tampak kesulitan menghadapi 2 orang misterius ini
Bahkan ada beberapa prajurit yang telah terkapar lemah terluka akibat serangan
Prian berniat membantu para prajurit tapi tiba tiba muncul 1 orang lagi dari arah belakang Prian dan langsung menyerang Prian
__ADS_1
Untung saja Prian cepat menyadarinyadan bisa langsung menghindari serangan lawan lalu kemudian membalik menyerang orang itu dengan pedangnya
"Siapa kalian! Kenapa kalian menyerang kami?!"
Orang itu tidak menjawab tapi justru terus menyerang Prian
Prian foksu menyerang 1 orang itu, orang tersebut ternyata juga sama ahlinya bermain pedang seperti Prian
"Apa yang kalian inginkan?!"
'Prian..'
Kimiko benar benar sangat mencemaskan anaknya, kimiko bingung apa yang harus dia lakukan. Prian meminta dirinya untuk tetap dalam kereta
Kemudian Kimiko seperti menyadari sesuatu yang datang dia langsung menjauhkan dirinya dari jendela dan tiba tiba
Pyarr!
Kaca jendela kereta seperti terlempar sesuatu hingga pecah
Prian yang mendengar suara kaca pecah itu langsung saja terkejut
"Mama!"
Prian sangat mencemaskan ibunya, dia berniat menuju ke arah kimiko tapi orang itu menghadangnya dan menyerangnya seolah olah Prian tidak di perbolehkan mendekati Kimiko
"Sial, aku tidak bisa lebih dekat lagi dengan mama. Apakah mama baik baik saja"
Kimiko terkejut karena tiba tiba kaca jendela pecah
"Yang mulia ratu!"
Seluruh pelayan pun juga terkejut
Kimiko terluka dengan beberapa pecahan kaca tersebut yang mengenai dirinya
Tangan dan dahinya pun juga terluka dan berdarah karena terkena tajamnya pecahan kaca itu
Saat para pelayan ingin menghampiri Kimiko, tiba tiba mereka seperti terkena serangan tak terlihat
Mereka langsung pingsan dan rubuh
Kimiko yang melihatnya pun jadi sangat terkejut
"Kalian?! Ada apa dengan kalian?!" Seru Kimiko
Kemudian tak lama munculah 1 orang misterius lagi
Dia membuka paksa pintu kereta tersebut
"Siapa kau?!" Seru Kimiko
Kimiko berniat bangkit dan mencoba mengeluarkan pedang miliknya tapi beberapa detik kemudian tubuhnya langsung terjatuh lemas
"A-ada apa inu? T-tubuhku seperti kehilangan energi. K-kepalaku juga terasa sangat sakit"
Saat Kimiko memegang kepalanya karena merasakan pusing yang hebat, dia melihat sesuatu di tangan kananya
Sebuah jarum, ada sebuah jarum menancam di tanganya
Kimiko buru buru mencabut jarum itu dan mencium bau jarum itu
"J-jarum ini bukan jarum biasa ada sesuatu yang telah di masukan dalam jarum ini"
Brukk!
Kesadaran kimiko semakin melemah
"Tidak, aku tidak boleh menutup mataku.."
"Siapa kau?!" Seru Kimiko
Orang itu mencoba meraih tangan Kimiko
"Lepaskan! Apa yang mau kau lakukan! Pergi dari sini!"
Kimiko terus mencoba menepisnya walau dirinya dalam keadaan lemah
Tetapi orang itu memegang erat tangan Kimiko
"Apa yang kau inginkan?!"
Orang itu menyeret kimiko keluar dari kereta dan menggendongnya tepat di pundaknya
"APA YANG KAU LAKUKAN?!LEPASKAN AKU!" Kimiko mencoba memberontak tapi tubuhnya seperti mati rasa
"L-LEPASKAN AKU! PRIAN!" Teriak kimiko
Mendengar suara teriakan ibunya, Pandangan Prian seketika tertuju pada ibunya yang tengah di gendong oleh sosok misterius
"Hah?! Mama!"
Prian begitu sangat panik melihat ibunya di gendong sosok misterius
Tapi tak lama Kimiko pun kehilangan kesadaranya dan tidak bisa memberontak lagi
Prian berusaha mendekati Kimiko tapi sayangnya orang yang menggendong Kimiko langsung melompat ke jurang dan kabur begitu saja
"MAMA!"
__ADS_1
Jangan lupa like,vote, dan beri komentar mendukung ya