
Orang itupun akhirnya mau berkata jujur dan mengatakan semua yang dia ketahui bahkan rencana jahatnya pun dia ungkapkan
"Begitu ya, jadi dalang di balik ini semua adalah Naomi" ucap Kimiko
"Aku punya rencana" ucap Kimiko
Kimiko pun menceritakan rencanaya kepada duke dan mulai menjalankanya
Duke dan pria itu bertukar posisi, pria itu tak berani menolak apalagi melawan karena di dekatnya ada orang nomor 2 setelah raja yang begitu berkuasa di sini
Jika dia sampai kabur mungkin hanya akan membuatnya cepat mati
Pria itu di tahan oleh para bawahan duke dan di bawa untuk di tahan
Sedangkan duke menyamar menjadi pria itu sambil menunggu seseorang datang
Tak berselang lama munculah seseorang yang di tunggu tunggu
Dia adalah tuan Eriko, salah satu cucu dari nona Naomi.
"Bagaimana? Apa kau berhasil membawa kantung bantuan milik wanita tua itu?" Tanya Eriko
Duke hanya mengangguk saja
"Bagus, berikan kantungnya padaku. Aku akan segera membawanya ketempat pembakaran sebelum ada yang menyadarinya"
Eriko langsung merebut kantung itu dan berniat pergi tapi tanganya di tahan oleh duke
"Apa yang kau lakukan!" Kesal Eriko yang masih mengira jika yang di sampingnya adalah bawahanya
"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang sedang kau lakukan"
Duke akhirnya membuka suara dan membuka penutup wajahnya
"T-tuan d-duke, b-bagaimana.."
"Kita bicarakan ini nanti,kau akan di tahan dan di interogasi lebih lanjut"
Duke langsung menahan eriko dan membawanya pergi
Hari-5
Kimiko kembali mengunjungi Akito lagi
Berbeda dengan sebelumnya, Kini Akito dengan senang hati menyambut mereka
"Selamat pagi akito, bagaimana kabarmu?" Tanya Kimiko
"Aku sudah menjadi lebih baik itu semua karena bantuan darimu,terimakasih"ucap Akito
"Aku bahkan nyaris tidak berbuat apapun, jangan memujiku" ucap Kimiko kemudian terkekeh
Akito pun ikut terkekeh menanggapinya
"Tidak, yang kau lakukan itu sungguh sangat berjasa bagiku. Terimakasih banyak" ucap Akito
"Sama-sama, lagipula sudah menjadi tugasku untuk membantu seseorang yang membutuhkan bantuan" ucap Kimiko
"Kau sungguh baik nona"balas Akito
"Lalu sebagai balas budi, aku akan membantumu nona" ucap Akito
"Membantuku?"
"Benar, bukankah kemarin kau mengatakan jika kau datang kemari untuk bertemu denganku agar aku bisa mengajarimu ilmu medis bukan? Akan aku lakukan"
"Benarkah? Kau tidak keberatan?"
"Tidak, justru aku akan sangat senang sekali jika bisa membantumu. Ini cukup adil bukan, kau membantuku dan aku membantumu" ucap Akito
__ADS_1
"Terimakasih banyak akito" balas Kimiko
Akito pun mengajari Kimiko semua ilmu medis yang dia ketahui
Bahkan ilmu medis yang masih terasa begitu asing bagi Kimiko pun
Dan Kimiko pun belajar dengan baik dan serius
Tapi ternyata di balik rumahnya yang cukup kurang layak tapi di sekitar rumahnya bukan hanya rumput liar saja yang tumbuh tapi ada beberapa tanaman obat juga
Akito mengambil semua tanaman itu untuk membantu pelajaran Kimiko
Dan akhirnya selama 3 hari Kimiko terus belajar dan pada akhirnya dia mampu menguasai semua materi yang di berikan Akito padanya
"Bagus nona, kau sudah berhasil menguasai semuanya dengan baik selama 3 hari ini" ucap Akito
"Ini semua berkat bantuanmu akito, terimakasih banyak"
"Aku juga berterimakasih padamu nona, bantuan ku ini tak seberapa"
"Tapi aku sungguh sangat berterimakasih akito" ucap Kimiko
"Sama sama nona"
Kimiko sangat senang dia akhirnya bisa menguasai ilmu medis yang diinginkanya
"Ngomong-ngomong aku masih belum mengetahui namamu? Siapa namamu nona?" Tanya Akito
Kimiko tersentak, dia lupa jika dia belum memberitahukan namanya
Dan sekarang apakah dia harus memberitahukan identitasnya?
"Maaf akito, aku tidak bisa memberitahukanmu. Tapi aku akan segera memberitahukanmu segera"
"Begitu ya, baiklah aku tidak akan memaksa" balas Akito
"Terimakasih"
Masih tersisa 2 hari lagi sebelum dia kembali ke kastil
Hari-2
Di kediaman Bangsawan Naomi
"Meminum teh di pagi hari memang sangat nikmat sekali" ucap seorang wanita tua
Kemudian datanglah seorang pria
"Ibu, aku ingin menyerahkan dokumen yang ibu pinta" ucap seorang lelaki
"Bagus anakku, letakkan di meja ini" ucap wanita itu yang tak lain adalah Naomi
"Baik" balas pria itu
Naomi mengambil dokumen itu
"Akhirnya aku mendapatkanya" ucapnya disusul tawa jahatnya
"Lalu, bagaimana kabar anakmu?" Ucap Naomi
"Ibu, dia belum mengabariku selama 3 hari ini. Aku tidak tau apa yang anak itu lakukan"
"Dia sangat sibuk, kau jangan khawatir" ucap Naomi dengan santainya
Tiba-tiba
Brakkk!!!
Pintu ruangan terbuka dengan paksa
__ADS_1
"Ada apa ini?!" Seru pria tadi
Munculah beberapa orang bawahan duke bahkan ada Cucu Naomi yaitu Eriko
Naomi kaget begitu pula anaknya
"Eriko? Apa yang terjadi?" Tanya ayah Eriko
"Ayah, ayah tolong aku! Nenek bantu aku nenek!" Seru Eriko
Tak lama kemudian munculah duke
"Salam nona Naomi" ucapnya
"Tuan duke, selamat datang" ucapnya dengan santai
"Maksud kedatangan kami sepertinya kau sudah tahu"
"Apa maksud anda duke? Aku benar benar tidak paham" ucapnya pura pura
"Jangan pura pura nona Naomi, kejahatanmu telah terbongkar"
"Apa maksudmu? Kejahatan? Aku? Jangan menuduh sembarangan duke. Apa kau tau sedang bicara dengan siapa" ucapnya
"Dalam hal ini aku tidak peduli status apapun, tapi kau telah melakukan tindak kejahatan nona Naomi! Bagaimana bisa kau membuat seorang wanita tua lemah menderita! Akito tidak pernah melakukan hal jahat tapi kenapa kau membuatnya menderita! Apa salahnya sehingga selama ini kau membuat dirinya hidup menderita sampai seperti itu!"
"Hmp, jadi sudah ketahuan ya"
"Benar, kau sudah ketahuan Nona Naomi"
"Lalu?"
"Lalu? Kenapa kau bicara seolah-olah kau tidak bersalah? Nona Naomi, aku juga tahu bahwa kau juga yang telah merebut harta milik Akito. Sebagian besar hartamu adalah miliknya! Dan sekarang sebaiknya kau segera kembalikan semua harta tersebut padanya?"
"Kembalikan? Apa maksudmu? Hartanya? Ini semua adalah milikku, dia hanya wanita miskin tua yang mengemis harta. Ini semua adalah milikku, aku dengan susah payah mendapatkanya"
"Kau keteraluan Nona Naomi, segera kembalikan harta nona Akito atau aku akan melaporkanmu kepada baginda raja!"
Naomi yang tadinya tetap bersikap tenang mulai sedikit marah
"Lapor? Kau berani melaporkanku? Apa kau punya bukti kuat?"
"Ada" balasnya
Naomi diam sekejap,tapi kemudian teringat dengan sebuah dokumen yang ada di tanganya
"Tuan duke, apa kau berani melaporkanku pada baginda raja?"
"Tentu saja"
"Tapi aku ragu apakah kau akan melakukanya"
"Kenapa aku harus ragu?" Tanya duke
"Karena jika kau melaporkanku kau juga akan dapat masalah besar" ucap Naomi
"Apa maksudmu?" Tanya Duke
Kemudian tiba tiba munculah para bawahan Naomi yang mengepung duke dan menodongkan pedang
"Kau.." geram duke
"Kau benar duke, aku yang merebut semua harta Akito. Kau tau kenapa? Karena akito itu bodoh. Dia dengan mudahnya mempercayaiku dan menganggapku sebagai temannya. Dia pikir aku mau berteman denganya? Itu gila, aku hanya menginginkan harta miliknya. Dengan kepolosan yang dia miliki, aku memanfaatkan dirinya untuk bisa mendapatkan seluruh harta miliknya dan orangtuanya. Dia dengan bodohnya melakukan sesuatu yang salah. Yah aku berterimakasih atas kebodohannya itu. Dia membuatku mendapatkan sertifikat hartanya dan dengan itu aku berhasil merebut semua kekayaanya. Tapi setelah itu dia berani sekali menamparku dan sejak saat itu aku bersumpah tidak akan membuatnya hidup bahagia. Aku sangat membencinya aku sangat membencinya!! Hahahaha" ucap Naomi
"Kau lebih buruk dari iblis!"
"Kau benar, mungkin aku lebih buruk dari iblis. Tapi aku tidak peduli. Dan apa kau tau duke, aku juga telah mendapatkan sertifikat hartamu ini" ucapnya sambil memperlihatkanya
"K-kau, sialan kau. Kembalikan sertifikat itu"
__ADS_1
"Bodoh, kau pikir aku akan menyerahkanya begitu saja? Butuh perjuangan yang besar untuk mendapatkan ini. Dan kau pikir aku akan menyerahkannya begitu saja? Jangan membuatku tertawa duke"
Jangan lupa, like, vote, dan beri komentar mendukung ya