
"Bagaimana kalau kau tinggal di sebuah penginapan? Tenang saja ini hanya sementara, aku akan menemui duke dan memintanya untuk memberikan bantuan yang jelas dan pasti akan tersampaikan padamu"
"A-ah t-tidak jangan lakukan itu"
"Kenapa?" Heran Kimiko
"Nona jangan lakukan itu, aku tidak mau kau kenapa-napa hanya karena membantuku. Jika Naomi sampai mengetahui jika kau membantuku dia pasti tidak akan tinggal diam. Aku tidak mau membuatmu dalam bahaya, a-aku tidak akan pergi kemanapun tidak akan"
"Tapi tempat ini tidak layak untuk di huni"
"Aku tidak peduli, ini adalah rumahku. Aku tidak bisa meninggalkan tempat ini" ucap Akito
"Tapi.."
Prian tiba-tiba menarik tangan ibunya
"Mama bisa kita bicara sebentar?"
"Ada apa?"
"Kita pergi keluar sebentar, ada yang ingin kubicarakan denganmu"
Kimiko pun menurutinya dan ikut prian
"Ada apa?"
"Mama, kau sudah lihat bukan jika akito tetap bersikeras tidak mau pergi dari sini"
"Kau benar"
"Akan lebih baik jika kita tidak memaksanya mama"
"Apa maksudmu?! Kau pikir tempat ini aman untuk di huni?"
"Tunggu sebentar ma, aku belum selesai bicara. Maksudku biarkan dia tinggal disini untuk sementara. Sampai kita bisa berhasil mendapatkan harta miliknya dan mengembalikanya. Dia juga masih belum tau identitas asli kita, lebih baik kita biarkan dia disini sampai kita berhasil menyelesaikan urusan ini" ucap Prian
"Tapi tempat ini.."
"Ini hanya sementara mama, lagipula dia pasti sudah terbiasa tinggal disini selama bertahun tahun"
"Prian.."
"Ini demi akito juga ma, mama harus bisa menahan diri" ucap Prian
"Hahh baiklah"
Prian dan Kimiko pun kembali ketempat Akito
"Baiklah akito, kau ingin tetap tinggal disini bukan? Baiklah aku setuju. Dan satu lagi, aku akan meninggalkan beberapa makanan untukmu disini, aku tidak terima sebuah penolakan. Jika kau menolak maka kau harus pergi dari sini" ucap Kimiko
"Baiklah nona, aku terima bantuanmu" balas Akito
"Baiklah"
Prian dan Kimiko pun kemudian kembali kekediaman Duke
Kimiko langsung pergi menemui duke kemudian menceritakan semuanya
"Y-yang mulia?! Benarkah apa yang ada ucapkan barusan ini?" Ucap duke yang cukup kaget
"Iya, aku mengatakan yang sebenarnya"
"Nona Naomi, tidak ku sangka ternyata dia bisa sekeji itu"
"Benar, tidak kusangka ada orang sekejam ini" ucap Kimiko
"Aku akan bicara langsung denganya" ucap Duke
"Tunggu tuan duke, jangan gegabah dengan langsung menemuinya dan menuduhnya tanpa bukti kuat" ucap Kimiko
"Tanpa sebuah bukti, kau hanya akan di kira seorang penuduh di banding seorang pahlawan" ucap Kimiko
"Sial..." Duke mengepalkan tanganya erat karena merasa kesal
"Tuan duke.." panggil Kimiko
"Iya yang mulia?"
"Kapan pembagian bantuan akan kembali di laksanakan?"
__ADS_1
"Besok yang mulia"
"Kebetulan sekali, aku ada sebuah rencana"
Keesokan harinya
Semua pengurus bantuan kini tengah mengelola bantuan yang baru saja tiba
Mereka ada 5 orang yang bertugas mengelola bantuan itu
Kimiko berada tak jauh dari mereka tapi dia menyembunyikan dirinya dan mengamati gerak gerik kelima orang tersebut
Awalnya semua berjalan baik tidak ada kecurigaan apapun tapi tiba tiba tatapan kimiko beralih kesalah satu dari mereka
Orang tersebut tiba-tiba tersenyum licik yang membuat Kimiko menjadi curiga padanya
Kimiko kemudian terfokus memantau orang tersebut
"Duke, apa kau tahu siapa orang berbaju orange itu?"
Tepat di samping Kimiko ada duke juga yang ikut memantau secara diam-diam disana
"Orang itu dia adalah salah satu orang kepercayaanku"
"Tapi kenapa tingkahnya mencurigakan seperti itu" ucap Kimiko
"Aku juga tidak mengerti yang mulia, tapi dia selalu bekerja dengan baik dan tidak pernah lalai akan tugasnya jadi aku mempercayainya" ucap Duke
Tak lama kemudian sudah waktunya mereka mengangkut kantung bantuan itu
Kimiko terus memantau orang berbaju orange yang dia curigai itu
Dan kecurigaanya terjawab saat melihat orang itu seperti melihat kesana kemari seperti sedang melihat kondisi tempat
Lalu tak lama kemudian orang itu membawa salah satu kantung bantuan itu dan menyembunyikanya
"Kenapa orang itu menyembunyikan salah satu kantung bantuan" ucap Kimiko
"Saya juga kurang mengerti yang mulia" balas duke
Kemudian setelah semua kantung telah terangkut dan akhirnya di bawa pergi untuk di bagikan kesemua orang
Kimiko dan duke pun masih tetap disana dan memantau gerak gerik mencurigakan orang itu
Orang itu kemudian mengecek keadaan apakah sudah tidak ada orang disana atau masih
Dan sepertinya sudah tidak ada orang disana, dia pun menjalankan rencananya itu
Dia mengambil kembali kantung itu dan membawanya pergi
"Mau kemana dia"
"Kita ikuti"
"Baik"
Duke dan Kimiko pun mengikuti secara diam diam kemana orang itu akan pergi
Setelah terus di ikuti secara diam-diam ternyata pria itu menuju ke sebuah gudang bekas
Bahkan dirinya pun sampai menyamar dengan menutupi dirinya dengan sebuah jubah
Begitupula Kimiko dan duke pun menutupi diri mereka menggunakan jubah juga
Kimiko dan duke pun langsung memergokinya
Oramg itu kaget
"S-siapa kalian?! Kenapa kalian datang ketempat seperti ini?!"
Orang itu langsung jadi waspada dan juga ketakutan karena sepertinya dia telah ketahuan
"Seharusnya kami yang bertanya, apa yang kau lakukan disini dan kenapa kau membawa salah satu kantung bantuan itu" tanya Duke
Kimiko melihat kantung bantuan itu, tertera nama akito disana
"Kantung itu, itu milik akito. Mau kau apakan kantung bantuan ini?!" Tanya Kimiko
"Kenapa kau membawa kantung itu kemari?" Tanya duke
__ADS_1
"I-ini bukan urusan kalian! Pergi dari sini! Jangan ikut campur!" Ucap pria itu
"Bukan urusanku katamu?"
Duke kemudian memperlihatkan wajahnya pada Pria itu
"K-kau, t-tuan d-duke"
Pria itu terlihat teramat ketakutan
"K-kenapa duke datang kemari? A-apa anda mengikuti saya sampai sini?"
"Kalau iya memangnya kenapa?"
"Kenapa anda melakukan hal seperti ini?!"
"Seharusnya aku yang bertanya padamu,katakan kenapa kau membawa kantung bantuan milik akito"
Pria itu diam
"Alu bertanya padamu, jawab!!"
"Ini bukan urusan anda duke!" Balasnya
"Apa kau berani melawanku?!"
"Aku tidak takut padamu duke!"
Duke menjadi murka dan berniat untuk menyerang pria itu tapi di hadang oleh tangan Kimiko
"Hey, sekarang biarkan aku bertanya padamu. Kenapa kau mencuri kantung bantuan itu?"
"Ini bukan urusanmu nona"
"K-kau" Duke semakin marah dan berniat menyerang tapi kembali di hadang oleh Kimiko
"Apa kau tahu siapa aku?"
"Aku tidak peduli, lebih baik kalian pergi!" Ucap pria itu
Kimiko mulai mendekat kemudian melepaskan jubah pelindungnya dan memperlihatkan wajahnya
Pria itu tampak asing melihatnya
"Siapa kau, sepertinya aku tidak pernah melihatmu di desa ini"
"Aku memang bukan dari desa ini"
"Sudahlah aku tidak peduli, pergi saja kau nona" ucapnya
"Kau cukup berani juga, tapi apakah keberanianmu masih tetap ada setelah ini?"
Kimiko semakin mendekat
"Perkenalkan, Aku Kimiko von Miyazaki. Setelah mendengar namaku sepertinya kau tau siapa diriku"
"K-kimiko v-von Miyazaki? M-maksudmu Ratu kerajaan Miyamoto ini? K-kau s-seorang ratu?!" Gugup pria itu
"Tepat sekali"
Pria itu perlahan melangkah mundur, tubuhnya gemetar
"Berhenti" ucap kimiko
Seketika pria itu langsung menuruti Kimiko dan berhenti kemudian tiba tiba bersujud tepat di depan Kimiko
"Y-yang mulia ratu maafkan aku!! Tolong maafkan aku! Jangan hukum aku yang mulia!" Ucap pria itu dengan penuh ketakutan
"Aku akan memaafkanmu jika kau mau menjawab semua pertanyaanku"
"B-baik baik yang mulia, saya akan menjawab apa yang anda tanyakan tapi jangan hukum saya!"
"Baiklah, tapi kau harus ingat, jika kau berbohong padaku maka kau akan mendapat hukuman yang tidak akan pernah kau bayangkan karena telah berani membohongi seorang ratu di kerajaan ini" ucap Kimiko
"Tidak yang mulia! Saya akan berkata jujur! Saya tidak akan berbohong!"
"Baiklah, sekarang katakan apa yang sedang kau rencanakan!"
"B-baik yang mulia!"
__ADS_1
Jangan lupa like,vote, dan beri komentar mendukung ya