Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran Season 2

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran Season 2
Episode 8


__ADS_3

Yuki menatap Prian, dia kemudian tersadar jika sepertinya Prian sangat senang melihat para ksatria berlatih atau tepatnya dia sadar jika sepertinya Prian juga ingin berlatih pedang.


"Prian.." panggil Yuki


Prian lamgsung menoleh ke arah Yuki


"Ada apa paman?" Tanya Prian


"Kemarilah"


"Eh? Kemana?"


"Ikut saja"


Prian,dan Makoto kemudian mengikuti ke arah perginya Yuki.


Ternyata mereka berjalan mendekati tempat latihan para ksatria.


Semua Ksatria terkejut saat menyadari kedatangan Prian, mereka pun langsung menghentikan latihan mereka dan menyapa Prian,Makoto,dan Yuki


"S-salam kepada Yang mulia Pangeran Prian, Salam kepada Yang mulia Ratu Makoto, dan salam kepada yang mulia Pangeran Yuki" ucap Mereka


Mereka hanya membalas anggukan


"Bagaimana latihan kalian?" Tanya Yuki


"Baik, sangat baik yang mulia" balas mereka


Yuki kemudian pergi ke suatu tempat


Para ksatria kemudian memfokuskan pandangan mereka kearah Prian, ini adalah kali kedua mereka melihat Prian setelah penyambutan.


Prian kali ini terlihat berbeda, aura kebangsawaanya keluar.


Prian sedikit gugup saat menyadari para Ksatria tengah menatapnya.


'K-kenapa mereka melihatku seperti itu..' batin Prian


Prian mencoba menenangkan dirinya, kemudian menghela nafasnya dan memberanikan diri mencoba mengobrol dengan para ksatria.


"Para ksatria.." panggil Prian


"B-baik!"


"Aku tadi telah melihat bagaimana latihan kalian, semuanya telah berlatih dengan keras, aku tidak bisa menilai bagaimana latihan kalian karena aku sendiri pun masih belum bisa menggunakan pedang. Tapi aku cukup senang kalian telah berjuang keras berlatih untuk meningkatkan kemampuan kalian demi negara ini. Aku ucapkan terimakasih banyak atas kerja keras kalian" ucap Prian


Para ksatria tersipu senang mendapat pujian dari Prian, mereka pun membalas ucapan Prian dengan penuh semangat.


"Baik! Kami akan selalu mengabdi kepada Kerajaan Miyamoto selamanya sampai kami mati! Jiwa dan raga akan kami serahkan demi kedamaian negeri ini!" Balas mereka


"Terimakasih banyak. Teruslah berjuang dan berusaha keras, jalan kita masih panjang untuk kita jangan menyerah dan putus asa. Sesuatu yang kau inginkan pasti akan terwujud jika kau mau berusaha keras dan jangan menyerah" ucap Prian


"Baik!, kami akan berjuang dengan keras dan tidak akan menyerah. Kami tidak akan mengecewakan kepercayaan anda yang mulia!" Balas mereka


"Aku juga akan berjuang keras untuk melindungi negeri ini" balas Prian


Tak lama kemudian Yuki pun datang sambil membawa 2 pedang kayu


"Paman?"


"Prian ambilah ini" ucap Yuki menyerahkan salah satu pedang kayu itu


Prian bingung kenapa pamanya menyerahkan pedang kayu ini kepadanya.


"Ini...?"


"Prian cobalah serang aku menggunakan pedang itu" ucap Yuki


"A-apa?!" Kaget Prian


"Kenapa kau terkejut? Ayo cepat"


Prian awalnya terkejut tapi tak lama dia pun mengerti.


Dia memegang Pedang kayu itu dengan kuat dan mencoba menyerang Yuki


"Hyaaattt!"

__ADS_1


Klakk!


Prian menyerang Yuki dengan pedang itu, sedangkan Yuki menangkis seranganya dengan mudah.


Prian terus menyerang dan Yuki terus menangkis


"Yuki Prian hentikan! Prian penampilanmu akan berantakan jika kau terus bergerak seperti itu!" Seru Makoto


"Tidak apa-apa mama, jangan khawatir" balas Yuki


"Apa maksudmu!"


"Ini hanyalah gerakan kecil saja, tidak akan membuat penampilanya sangat berantakan"


"Tapi.."


"Mama, percaya padaku. Lagipula Prian adalah seorang Pangeran negeri ini, dia juga harus mulai mengasah kemampuan berpedangnya"


"..."


Makoto terdiam, yang di katakan oleh anaknya memang benar tapi..


"Baiklah aku ijinkan tapi hanya sebentar saja" balas Makoto


"Baiklah" balas Yuki


"Terimakasih nenek"balas Prian


Prian kembali terus menyerang Yuki dengan seluruh kekuatanya, tapi itu masih belum cukup untuk mengalahkan Yuki.


"Kekuatan tanganmu cukup kuat, tapi gerakanmu masih begitu sembrono dan tanpa arah" ucap Yuki


"Ini pertama kalinya aku bermain pedang" balas Prian


"Benarkah? Apa sebelumnya kau tak pernah melakukanya"


"Mana aku tahu bukan jika saat itu aku adalah seorang Pangeran, jadi aku tidak berlatih pedang karena kupikir itu tidak perlu aku lakukan" balas Prian


"Lalu bagaimana dengan sekarang?"


"Sudah jelas bukan? Aku harus bisa menggunakan pedang untuk melindungi semuanya, melindungi negeri ini. Karena ini merupakan tanggung jawabku sebagai Pangeran dari Kerajaan Miyamoto!"


Yuki sempat lengah dan pedang itu hampir mengenai tubuhnya.


'Kenapa ini? Kemampuanya ini, kenapa gerakannya bisa sebaik ini. Seperti dia memang pernah berlatih sebelumnya, tapi Prian mengatakan jika ini pertama kalinya dia belajar menggunakan pedang. Apakah ini kemampuan dalamnya?' Batin Yuki


Klanngg!


Prian terus menyerang Yuki, gerakanya yang awalnya membaik kini kembali berantakan lagi.


'Gerakannya mulai berantakan lagi'


Prian terus menyerang Yuki mencoba mencari celah tapi dia tidak menemukanya.


"Paman sangat hebat sekali seperti papa dalam hal berpedang"


"Tapi tidak sehebat kakak yang bahkan bisa menguasai 4 negara dalam waktu relatif singkat"


"Itu karena papa adalah orang yang sangat hebat, aku harap aku bisa sehebat papa"


"Kau pasti bisa melakukanya"


"Tentu saja!"


Prian terus menyerang Yuki, kemudian para ksatria hanya menatap mereka sambil sesekali menyemangati Prian


"Yang mulia ayo berjuanglah!"


"Berjuanglah pangeran!"


"Pangeran Prian ayo kalahkan Pangeran Yuki!"


"Pangeran jangan menyerah!"


Dan beberapa seruan semangat lainya dari para ksatria.


Tak terasa hampir 1 jam pun berlalu dan Prian masih terus menyerang Yuki.

__ADS_1


Yuki menyadari jika sepertinya Prian sudah cukup lelah melihat nafas Prian yang memburu.


"Sudah cukup" ucap Yuki


"Eh? Kenapa?" Tanya Prian


"Kau sudah lelah"


"Aku masih belum lelah, aku masih sanggup"


"Jangan memaksakan dirimu"


"Tapi aku-"


"Prian kau bisa melanjutkan latihanya lain kali, jika kau melanjutkan latihan ini lagi penampilanmu akan benar-benar menjadi berantakan dan nenekmu pasti akan mengamuk" ucap Yuki


"Hahh baiklah, padahal aku sangat menikmati latihan ini"


"Kita bisa berlatih lagi lain waktu, tapi kau juga jangan lupa hari ini adalah hari penting"


"Aku tahu" balas Prian


Mereka pun kemudian pergi ke sebuah taman di dekat tempat latihan para ksatria.


Mereka duduk santai disana sambil mengistirahatkan tubuh mereka.


Makoto tengah membersihkan sedikit keringat Prian menggunakan sapu tangan, sebenarnya Prian tadi sudah menolak dengan alasan dia bisa melakukanya sendiri, tapi neneknya justru marah dan melarangnya. Akhirnya dia pun menuruti ucapan neneknya.


"Kalian bilang hanya akan melakukanya sebentar, sebentar apa maksudnya?!" Kesal Makoto


"Ayolah mama, bukan masalah besar juga" balas Yuki


Makoto menatap tajam Yuki kemudian kembali membersihkan keringat Prian.


"Nenek aku minta maaf"


"Tidak apa-apa sayang, kau tidak salah. Yang salah adalah pamanmu itu" ucapnya kemudian menatap tajam Yuki


Yuki sendiri hanya cengar cengir menghadapi tatapan tajam ibunya.


'Mama jika marah benar-benar menakutkan' batin Yuki


"Prian..bagaimana latihan tadi?" Tanya Yuki


"Sangat menyenangkan! Lain kali tolong ajari aku lagi paman!" Ucap Prian


"Tentu saja!" Balas Yuki


Makoto tidak marah, dia justru tersenyum lembut kepada mereka. Dia senang melihat cucunya yang sangat bahagia ini.


Kemudian datanglah seorang Prajurit atas perintah Yoshiaki


"Salam yang mulia" ucapnya


"Ada apa?" Tanya Makoto


"Yang mulia Raja memberi pesan agar segera menuju ke halaman utama untuk bersiap menyambut kedatangan Yang mulia Raja dan Yang mulia Ratu dari Kerajaan Mizumitakai" jelasnya


"Baiklah"


Prajurit itu mengangguk kemudian pergi setelah berhasil menyampaikan pesan.


Prian justru memasang wajah tampang heran


"Nenek bukankah masih tersisa waktu sekitar setengah jam lagi? Apakah tidak terlalu buru-buru?" Tanya Prian


"Tentu saja tidak, kita masih ada persiapan lainya"


"Persiapan lainya?"


"Kau akan segera mengetahuinya"


"Baiklah ayo kita pergi sekarang"


"Baik"


Jangan lupa like,vote,dan beri komentar mendukung ;-)

__ADS_1


》**NEXT CHAPTER**《


__ADS_2