Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran Season 2

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran Season 2
Episode 24


__ADS_3

"Tidak,kurasa dia berkata jujur. Tapi yang membuatku curiga adalah raut wajahnya itu, dia sedikit berexpresi aneh saat aku menanyakan alamatnya. Pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan, apakah dia menyembunyikan sesuatu ini. Ayo kita lihat"


"Tunggu, mama kau serius akan pergi ke hutan ini? Jika ada bahaya-"


"Kita tidak akan tahu jika kita tidak melihatnya, ayo pergi" ucap Kimiko langsung bergegas pergi


Kimiko dan Prian berjalan memasuki hutan


Hutan ini cukup gelap karena banyaknya pohon pohon tinggi yang menutupi sinar matahari masuk


"Mama sepertinya kita salah, lebih baik kita kembali saja"


"Tidak Prian, sepertinya kita benar. Lihat, ada sebuah rumah disana" ucap Kimiko saat melihat sebuah bangunan tia berdiri di tengah hutan


"Kenapa ada rumah di tengah hutan seperti ini?"


"Jangan katakan, itu adalah rumah nona akito"


"Mama, kau pasti bercanda. Rumah itu terlihat sudah sangat tua dan juga seperti tidak berpenghuni" ucap Prian


Kimiko berniat mendekati rumah itu tapi di hentikan oleh Prian


"Mama tunggu sebentar, bagaimana jika ada bahaya yang akan datang dari rumah tua itu"


"Jangan khawatir Prian, tidak apa-apa"


"Tapi-"


"Prian kau adalah seorang Pangeran jangan jadi pengecut" ucap Kimiko


"Bukan itu masalahnya, aku hanya takut terjadi sesuatu pada mama" balas Prian


"Jangan khawatir Prian, walaupun penampilanku begini, tapi aku ini masih bisa bela diri"


Kimiko tetap bersikeras mendekati rumah itu


Prian pun mengikuti Kimiko dari belakang sambil meningkatkan kewaspadaanya


Mereka pun sampai tepat di depan rumah tua itu, suasana sudah terasa sangat suram dan menakutkan.


Ada beberapa sarang laba-laba yang menggantung, bahkan terlihat banyak debu yang bertebaran


"Rumah ini mungkin sudah di tinggalkan pemiliknya, lihatlah betapa tidak terurusnya rumah ini" balas Prian


Gerbang rumah itu terbuat dari kayu tapi sudah rusak parah, bahkan pintu gerbangnya pun sudah hampir akan putus


Rumah itupun di kelilingi oleh rumput rumput liar, di banding kediaman orang lebih tepat jika di bilang ini adalah rumah sarang hantu


Suara angin yang memunculkan suara mengerikan akibat gesekan dedaunan dan batang pohon menambah sensasi suasana menakutkan


"Mama lebih baik kita kembali saja" ucap Prian


"Tunggu sebentar Prian"


"Mama sepertinya kita salah arah lebih baik-"


"Tidak, mama yakin pasti ini rumah akito"


"Itu tidak mungkin, sudah terlihat. Rumah ini jauh terlihat seperti rumah hantu di banding kediaman seseorang, bahkan-"


"Prian! Diamlah sebentar" ucap Kimiko


"Ada ap-"


Kimiko langsung membungkam mulut Prian


"Prian coba tajamkan penciumanmu" ucap Kimiko kemudian melepaskan bungkamanya


Prian pun menajamkan penciumanya


"I-ini, bau ini"


"Ada sesuatu yang terbakar!" Seru Kimiko

__ADS_1


Kemudian tak lama munculah asap dari arah belakang rumah tua itu


"Asap! Ada asap"


Kimiko dan Prian bergegas ke belakang rumah tua itu


Ada kobaran api yang tidak terlalu besar tapi juga membahayakan


"Kenapa ada api disini?!"


Penglihatan mereka kesulitan akibat adanya asap yang muncul


Kimiko kemudian melihat sebuah ember berisi air di sebelah sumur dekatnya


"Prian ambil air itu dan padamkan apinya!" Seru Kimiko


"Baik mama!"


Prian langsung berlari mengambil air tersebut kemudian menyiramkan pada api tersebut


Setelah di siram, apipun akhirnya padam


Nenek tersebut tetap terdiam tanpa berkutik bahkan setelah apinya padam


Prian dan Kimiko kemudian menghampirinya dan membawanya keluar dari sana karena asap yang masih belum berhenti keluar walau api telah padam


Mereka mendudukkan nenek tersebut di sebuah bebatuan


Rambut nenek tersebut tergerai kacau sehingga mereka tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, pakaian juga lusuh


Nenek itu sedari tadi tetap diam tanpa mengucapkan sepatah katapun


"N-nenek apa kau baik-baik saja?" Tanya Kimjko


Nenek itu tetap diam


"N-nenek?"


Tiba-tiba nenek itu bangkit dari duduknya dan masuk kembali ke kediamanya tanpa berkata apapun


Nenek itu langsung masuk ke rumahnya dan menutup pintunya


"Nenek!"


Kimiko mencoba mengetuk pintu dan meminta nenek tersebut untukĀ  membukakan pintunya


"Nenek tolong buka pintunya, aku ingin bicara" ucap Kimiki


Nenek itu yang awalnya berada tepat di balik pintu kemudian mulai melangkahkan kakinya untuk masuk lebih dalam kerumahnya tapi langkahnya sempat terhenti seketika saat mendengar Kimiko


"Nenek apakah, apakah kau adalah Watanabe Akito?"


Mendengar hal itu, nenek itu seketika kaku tapi kemudian tak lama kembali masuk ke ruangannya


"Tolong buka pintunya, aku ingin bicara sebentar!"


"Nenek? Nenek.."


Tapi tetap di abaikan


Prian pun menghampiri ibunya


"Mama sudahlah, lebih baik kita kembali saja"


"Tidak Prian, mama yakin dia adalah orang yang kita cari"


"Tapi dia bahkan tidak mau menemui kita apalagi bicara"


"Maka dari itu kita harus berusaha membuatnya bicara"


"Tapi mama-"


"Prian sudahlah"

__ADS_1


Kimiko terus mengetuk pintu dan berteriak memanggil nenek tersebut


Hari pun mulai sore dan nenek tersebut tetap tidak keluar dari kediamanya


"Mama sudahlah, hari sudah semakin sore akan sangat berbahaya bagi kita. Lagipula, jika kita tidak secepatnya kembali maka tuan duke akan mencari keberadaan kita juga"


"Baiklah" balas Kimiko


Prian dan Kimiko pun kembali ke kediaman duke tersebut


Semalaman Kimiko berpikir bagaimana cara meyakinkan akiyo agar dirinya mau bicara denganya


Dengan status Kimiko saat ini, dia bisa saja bicara dengan mudah pada akito tapi hanya dengan cara paksaan


Tapi Kimiko tidak mau memaksanga, dia ingin bicara dengan baik-baik tanpa paksaan apapun


Tapi bagaimana caranya itupun yang masih membuat Kimiko bingung


Kemudian pagi harinya Kimiko menemui tuan Duke


Hari -6


"Yang mulia selamat pagi" ucap tuan duke


"Selamat pagi juga" balas Kimiko


"Ada apa yang mulia ingin bertemu hamba sepagi ini?" Tanya duke


"Tuan Duke, ada yang ingin kutanyakan padamu"


"Apa yang ingin anda tanyakan?"


"Apa kau tau tentang seseorang bernama Watanabe Akito?"


"Watanabe Akito? Benar saya mengetahuinya, memangnya kenapa dengan watanabe akito ini?"


"Kemarin aku bertemu denganya, kenapa kediaman akito berada jauh dari kota, bahkan berada pelosok di dalam hutan yang lebat dan berbahaya?"


"Y-yang mulia kenapa anda bertemu denganya?"


"Itu tidak penting, aku menginginkan jawabanku"


"Maaf yang mulia, sebelumnya saya pernah meminta nona akito untuk tinggal bersama dengan penduduk lainya tapi justru dia menolak tawaran saya"


"Kenapa?"


"Saya tidak tau pastinya yang mulia, tapi saya pernah mendengar jika dulu akito tidak seperti akito yang sekarang"


"Apa maksudmu?"


"Saya dengar jika dulu dia adalah orang yang ceria, tapi kemudian tiba-tiba orangtuanya bunuh diri dan meninggalkanya sehingga dia hidup sebatang kara dan sejak itupula keceriaanya menghilang" jelas Duke


"B-bunuh diri?"


"Benar yang mulia"


"B-bagaimana bisa? Kenapa mereka bisa bunuh diri?"


"Saya juga tidak tahu pastinya juga yang mulia, tapi saya hanya mendengar jika dulunya akito bukanlah orang semiskin ini bahkan katanya dulu hidupnya sangat berkecukupan tapi entah kenapa tiba-tiba mereka kehilangan harta mereka kemudian orangtuanya menjadi putus asa hingga bunuh diri"


"Kehilangan harta? Bagaimana bisa?"


"Maaf yang mulia saya kurang mengetahuinya karena saat saya di angkat menjadi duke disini, keadaan akito sudah seperti itu yang mulia" balas duke


'Orangtuanya bunuh diri karena kehilangan hartanya, kenapa mereka bisa kehilangan harta mereka?' Batin Kimiko


"Lalu, apakah Akito mendapatkan bantuan dari kerajaan?"


"Semua bantuan yang di berikan oleh kerajaan telah dibagi rata, begitupula akito juga pasti mendapatkanya"


'Ini aneh, jika akito mendapatkan bantuan dari kerajaan kenapa kondisi akito jadi mengkhawatirkan seperti itu' batin Kimiko


'Dan lagi saat aku kesana, aku hanya menemukan ubi ubian, dan kondisi rumah akito yang tak layak huni. Jika kondisinya seperti itu seharusnya di laporkan kepada kerajaan dan kerajaanpun akan langsung memberikan bantuan padanya' batin Kimiko

__ADS_1


"Tuan Duke, apa kau yakin jika akito benar-benar mendapatkan bantuan kerajaan?" Tanya Duke


Jangan lupa like, vote, dan beri komentar mendukung ya


__ADS_2