Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran Season 2

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran Season 2
Episode 16


__ADS_3

Prian kemudian teringat dengan ucapan Makoto sebelumnya.


Jika para prajurit membungkukkan tubuhnya memberikan hormat kepada Prian, prian tidak perlu sampai ikut membungkuk juga.


Prian hanya perlu memberikan anggukan sebagai balasannya.


Prian pun mengikuti apa yang di perintah oleh neneknya, dia pun mengangguk kepada para prajurit yang memberikanya hormat.


Lagipula dia juga masih harus belajar banyak untuk membiasakan diri menjadi anggota keluarga kerajaan.


Dia pun terus melangkah dan tak lama sampailah di depan pintu ruang kerja Yoshiaki.


Pintunya di jaga oleh 2 prajurit yang bertugas menjaga keamanan ruangan dan juga baginda raja.


Para prajurit membungkuk memberikan hormat dan Prian membalasnya dengan anggukan.


"Buka pintunya" ucap Prian


"Baik yang mulia" balas mereka


Para prajurit kemudian membukkakan pintu ruang kerja Yoshiaki.


"Pangeran Prian Von Miyazaki memasuki ruangan!!" Ucap salah satu prajurit


Prian pun mulai memasuki ruang kerja milik ayahnya ini.


Dia sedikit terkejut pasalnya tidak hanya ayahnya yang ada di dalam tapi juga ada ibunya.


"M-mama? Kenapa mama ada disini? Bukankah mama tadi sedang ada di ruang kerja mama?" Tanya Prian


"Prian biasakan memberikan salam lebih dahulu sebelum bertanya" ucap Kimiko


"M-maafkan aku. Kalau begitu, salam kepada papa dan juga mama"


"Seperti itu" balas Kimiko


"Tidak apa-apa, lagipula disini hanya ada kita bertiga. Kau tidak perlu menjadi formal jika hanya ada papa dan mama saja, jadilah seperti dirimu sendiri. Karena jika hanya ada aku dan kimiko, kau hanyalah seorang anak bagi kami bukan sebagai pangeran. Jadi jika hanya ada papa dan mama kau boleh tidak formal seperti itu"


"Tapi Yoshiaki-"


"Tidak apa-apa Kimiko, aku hanya ingin Prian menjadi dirinya sendiri apabila hanya ada kau dan aku. Jika hanya ada aku dan kau, Prian akan tetap menjadi putra kita. Dia tidak perlu seformal dan bertingkah layaknya pangeran jika di hadapan kita. Aku ingin melihat sifat asli dan kekanak kanakan Prian itu saja"


"Aku mengerti"


"Lalu aku harus bagaimana?" Tanya prian yang justru kebingungan


"Jika hanya ada papa dan mama, kau tidak perlu sampai bertingkag formal sebagai Pangeran. Cukup tunjukan dirimu apa adanya pada kami."


"Tapi nanti jika aku melakukanya, maka aku akan menjadi tidak sopan"


"Tidak apa-apa, lagipula kau adalah anak kami. Sebagian besar sifatmu adalah turunan dariku dan kimiko. Kami akan menerima sifat apa adanya putra kami. Karena kau adalah putra kandung kami" balas Yoshiaki


"B-bolehkah?"


"Iya"


"Papa dan mama tidak akan marah? Bagaimana jika aku melakukan kesalahan karena seenaknya"


"Kami akan memakluminya, lagipula. Sudah ku katakan kau adalah putra kami. Bersikap layaknya saja seperti seorang anak pada orangtuanya. Tapi ingat, kau bisa bebas jika hanya ada aku dan kimiko. Apa kau mengerti?" Tanya Yoshiaki


"Iya aku mengerti papa"


"Bagus"


"Lalu, ada urusan apa papa sampai memanggilku?" Tanya Prian


"Ah benar juga, Kimiko.."


"Aku mengerti" balas Kimiko


Tak lama kemudian datanglah 2 pelayan laki-laki

__ADS_1


Mereka sepertinya mengerti apa yang harus mereka lakukan.


"Prian kau harus mencoba pakaian baru yang sudah di pesan untuk acara penyambutanmu nantinya. Kita lihat, apakah pakaian ini cocok denganmu atau tidak"


"O-ohh baiklah" balas Prian


"Ikutlah mereka"


"Baik"


Prian dan kedua pelayan itu kemudian pergi kesalah stu ruangan yang ada di dalam ruang kerja Yoshiaki. Ruangan itu sebenarnya ruang pribadi Yoshiaki, dia sering mengistirahatkan dirinya di ruangan itu jika pekerjaanya menumpuk dan dia harus istirahat sejenak.


Dia memang memiliki kamar miliknya dan kimiko, tapi jika pekerjaanya menumpuk dan dia selalu pegal jika harus duduk terus.


Jadi dia menggunakan ruangan itu untuk memposisikan dirinya rilex sambil bekerja.


Karena jika dia kembali ke kamarnya, Kimiko pasti tidak akan membiarkan dia bekerja.


Karena Kimiko pasti akan khawatir dan justru tidak ikut istirahat yang akan menemani dirinya sepanjang malam.


Dan itu juga kadang membuat Yoshiaki khawatir dengan kesehatan Kimiko.


Beberapa menit kemudian, Prian pun keluar dengan penampilan yang menawan.


Dengan seragam atau pakaian formal khas keluarga kerajaan.


Baik Yoshiaki dan Kimiko tertegun melihat penampilan Prian.


Prian jadi terlihat lebih dewasa dan berwibawa, sifat kekanak kanakanya seakan menghilang.


"Kau terlihat sangat tampan dan berwibawa sekali sayang" ucap Kimiko


"Apakah pakaian ini sangat cocok papa mama?" Tanya Prian


"Cocok sekali" balas Yoshiaki


"Tapi sedikit berat" ucap Prian


"Kau harus mulai membiasakanya Prian, karena pakaian keluarga kerajaan sekalipun kau laki-laki tapi akan tetap ada aksesoris yang akan menempel di pakaianmu"


"Sepertinya pakaian ini sudah cocok, bagaimana menurutmu Kimiko?" Tanya Yoshiaki


"Itu benar, ini sudah cocok sekali"


"Itu, bisakah aku melepaskanya sekarang? Ini terlalu berat, aku belum terbiasa" ucap Prian


"Baiklah, kau bisa mengganti pakaianya" balas Yoshiaki


Prian pun kembali masuk keruangan dan mengganti pakaianya.


Beberapa saat kemudian, Prian pun keluar kembali memakai pakaianya sedia kala.


"Pakaian yang tadi sudah cocok sekali, jadi kita tidak perlu mencari pakaian lain lagi. Aku akan meminta para dayang untuk menyimpanya dan menyiapkanya saat acara tiba" ucap Kimiko


"Baiklah"


"Prian, mama pergi dulu ya sayang" ucap Kimiko kemudian membelai rambut anaknya dan pergi bersama kedua pelayan yang membawakan pakaian Prian.


"Baik mama" balas Prian


Kini di ruangan itu hanya ada Prian dan Yoshiaki.


"Prian kau mau tetap disini atau-"


"Aku akan pergi papa, lagipula papa pasti sibuk. Aku tidak mau mengganggu konsentrasi papa saat bekerja"


"Kalau kau mau tetap disini juga tidak apa-apa" balas Yoshiaki


"Tidak papa, lagi pula masih banyak yang harus aku kenali tentang istana dan kerajaan ini"


"Baiklah"

__ADS_1


Prian kemudian mendekat ke arah Yoshiaki


"Papa.."


"Ada apa?" Tanya Yoshiaki


Cup..


Prian tiba-tiba mencium pipi Yoshiaki.


"Papa, semangat bekerja!" Seru Prian kemudian langsung pergi meninggalkan ruangan


Yoshiaki tersenyum kemudian memegang pipi yang baru saja di cium oleh anaknya itu.


"Dasar Prian, sifatnya mirip sekali dengan ibunya" balas Yoshiaki kemudian lanjut mengerjakan pekerjaannya.


Prian keluar dari istana utama


"Baiklah, sekarang apa yang harus aku lakukan?" Gumam Prian


"Apa aku kembali kepada nenek saja?"


Tak lama kemudian datanglah seseorang yang mendekat kearahnya.


Prian yang menyadarinya langsung berbalik dan melihat siapa orang yang mendekat.


Dia sangat asing dengan orang di depanya, seorang wanita dengan raut wajah kaget.


Dari pakaianya sepertinya dia merupakan seorang dayang.


Prian jadi sedikit canggung dengan suasana ini


"M-maaf, a-apakah ada urusan denganku?" Tanya Prian yang sudah tidak tahan dengan suasana hening ini


Wanita itu justru menutup mulutnya karena kaget dan air matanya keluar, Prian menjadi terkejut melihatnya.


"T-tunggu sebentar bibi, kenapa bibi menangis?" Kaget Prian


Brukk


Wanita itu kemudian tiba-tiba memeluk Prian dengan erat sambil menangis di pelukan.


"B-bibi?" Kaget Prian


"Pangeran, hiks benarkah anda Pangeran Prian von Miyazaki?" Tanya wanita itu


"B-benar, itu benar aku adalah Pangeran Prian" balas Prian


"Benarkah? Syukurlah" Wanita itu mengencangkan pelukanya


"Bibi pelukanmu terlalu erat" ucap Prian


"Ah maafkan aku" balas wanita itu


Wanita itu melepaskan pelukanya kemudian menangkup wajah Prian.


"Anda sudah besar sekali yang mulia, terakhir kali saya melihat anda adalah saat anda masih sangat kecil. Saat anda baru saja lahir, dan tubuh anda masih aangat kecil dan mungil sekali. Tak kusangka sekarang anda sudah besar sekali, aku senang sekali"


Mendengar ucapan wanita itu, Prian jadi sedikit bingung


"Bibi, sebenarnya bibi ini siapa?" Tanya Prian


"Ah maafkan atas kelancangan saya yang mulia!"


Wanita itu kemudian menghapus air matanya kemudian berdiri dan membungkuk memberi hormat


"Perkenalkan namanya adalah Rei, saya adalah dayang pribadi dari yang mulia Ratu Kimiko" jawab Rei


Akhirnya Prian paham dengan apa yang tadi di ucapkan wanita itu


"Jadi kau adalah dayang pribadi mama?"

__ADS_1


Jangan lupa like,vote, dan komen ya :) beri komentar yang mendukung :)


》**NEXT CHAPTER**《


__ADS_2