
Mereka pun berjalan menuju ke halaman utama, di sana sudah ada beberapa orang berlalu lalang.
Disana juga ada kedua orang tuanya, yaitu Ratu Kimiko dan Raja Yoshiaki.
Prian kemudian berlari menghampiri ibunya.
"Mama!" Panggilnya
Mendengar suara panggilan, Kimiko pun langsung menoleh.
"Prian.."
Kimiko menyambut pelukan Prian dengan erat.
"Mama.."
"Bagaimana jalan-jalannya sayang?" Tanya Kimiko
"Sangat menyenangkan mama!"
"Benarkah? Coba kau ceritakan pada mama kenapa kau bisa sesenang ini?"
"Sebenarnya tadi saat jalan-jalan kami pergi ke tempat para ksatria berlatih. Mama tahu, mereka sangat kuat sekali, mereka juga sangat keren sekali. Mereka bisa menggunakan pedang dengan mudahnya dan sangat kuat. Kami sempat menyapa mereka saat mereka tengah latihan, lalu paman Yuki mengajakku untuk mencoba berlatih pedang"
Yoshiaki yang sedang menginstruksikan para pelayan kemudian berhenti saat mendengar cerita Prian, dia pun mulai menajamkan telinganya untuk mendengarkan lebih lanjut cerita anaknya itu sambil tersenyum
"Paman membawakan sebuah pedang kayu, lalu dia memintaku untuk menyerangnya. Aku kemudian menyerang paman dengan menggunakan pedang itu, paman sangat kuat sekali aku tidak bisa mengalahkanya. Seberapa keras aku menyerangnya tapi masih belum cukup, lagian itu pertama kalinya aku bermain pedang. Aku belum jago dalam hal seperti itu, permainan pedangku juga masih berantakan. Tapi aku sangat senang sekali, aku senang karena bisa berlatih pedang bersama paman, itu sangat menyenangkan sekali" lanjut Prian
"Kau hebat sekali, jika kau lebih giat berlatih kau pasti bisa mengalahkan pamanmu" balas Kimiko
"Iya"
Yoshiaki kemudian menghampiri Prian setelah instruksinya pada para pelayan telah selesai
"Prian.." panggilnya
"Papa.."
"Papa tadi dengar ceritamu, benarkah Yuki tadi melatihmu berpedang?" Tanya Yoshiaki
"Iya!" Balas Prian
"Bagaimana latihanya?"
"Sangat menyenangkan papa" balas Prian
"Bagaimana jika lain waktu kau berlatih dengan papa?"
"Benarkah?!"
"Tentu"
"Iya aku mau! Bukankah papa juga sudah pernah berjanji akan melatihku bermain pedang"
"Iya papa ingat, papa akan melatihmu"
Kemudian datanglah salah satu prajurit
"Yang mulia, mengenai persiapanya"
"Aku mengerti" balas Yoshiaki
"Papa..."
"Tunggu disini sebentar ya, papa ada urusan sebentar"
"Iya" balas Prian
Prian kemudiam celingak celinguk kesana kemari.
__ADS_1
Dia akhirnya mengerti dengan apa yang neneknya bicarakan.
Semuanya tengah menata diri mereka di posisi masing-masing.
Para ksatria berada di posisinya
Para pelayan juga, dan semuanya.
Sekitar 10 menit lagi tersisa
Bunga penyambutan telah siap di tempat
Prian awalnya sedikit merasa heran karena menurutnya ini sedikit berlebihan untuk acara sambutan tapi mengingat jika yang akan datang adalah seorang Raja dan Ratu bukan hanya seorang kakek dan neneknya, apa boleh buat.
Beberapa menit kemudian semuanya telah siap di tempat, para keluarga kerajaan juga sudah siap di tempatnya.
Kemudian datanglah salah satu Prajurit yang memberi kabar jika Raja dan Ratu telah sampai di ibukota dan sebentar lagi sampai di istana.
Prian juga sedikit gugup dalam acara penyambutan ini, wajar saja dia akan bertemu dengan seorang Raja dan seorang Ratu dari kerajaan lain yang juga merupakan kakek dan neneknya juga.
Dia juga penasaran seperti apakah orangtua dari ibunya ini.
Dia pernah mendengar sedikit cerita mengenai kerajaan Mizumitakai juga tentang pemimpin mereka dari Pangeran Zen.
Prian melirik ke arah ibunya sebentar, terlihat wajah bahagia ibunya yang cukup jelas, dan juga raut wajah akan kerindukannya pada anggota keluarganya.
"Mama.." panggil Prian
Kimiko langsung menoleh ke arah anaknya.
"Ada apa sayang?" Tanya Kimiko
"Apa mama bahagia bisa bertemu dengan orangtua mama kembali?"
"Tentu saja mama bahagia, mama benar-benar sangat merindukan mereka. Sangat"
Kemudian tak lama terdengar suara terompet penyambutan yang menandakan jika Raja Hosiko dan Ratu Yuna telah sampai di gerbang istana.
Tak lama mulai terlihat beberapa rombongan dari kerajaan Mizumitakai.
Terlihat sebuah kereta kerajaan yang cukup megah dan bendera kebangsaanya di kibarkan di atas kereta.
Semuanya menyambut kedatangan Raja dan Ratu dari kerajaan Mizumitakai.
Semuanya membungkuk memberi hormat kepada raja dan ratu.
Bunga penyambutan di tebarkan kepada mereka
Kereta kemudian berhenti, Raja Hosiko dan Ratu Yuna pun turun dari kereta kuda mereka.
Mereka berjalan menuju ke arah anggota keluarga kerajaan Miyamoto.
Dan ini kali pertama Prian melihat secara langsung seperti apa raja dan ratu dari kerajaan Mizumitakai ini.
Terlihat raut wajah mereka sangat bahagia sekali.
Prian kemudian kembali melirik ke arah ibunya, terlihat Kimiko tengah mencoba menahan air mata kerindukan akan kedua orangtuanya.
Prian paham bagaimana perasaan ibunya, dia juga sangat senang dan bahagai sekali saat pertama kalinya dia bertemu dengan ayahnya yang sejak lahir dia belum pernah melihatnya.
Tangan Kimiko terlihat bergetar, sepertinya rasa rindunya pada kedua orangtuanya sangat besar sehingga dia mencoba mati-matian menahanya
Raja Hoshiko dan Ratu Yuna telah sampai di depan mereka. Orang pertama yang mereka lihat adalah putri kandung mereka, yaitu Kimiko.
"Kimiko.." panggil Ratu Yuna
Kimiko tak sanggup menahanya, dia pun langsung berlari dan memeluk kedua orangtuanya.
"Hiks..Papa Mama!"
__ADS_1
Brukkk!
Kimiko memeluk dengan erat kedua orangtuanya, dia menangis begitu merinduakan sosok ayah dan ibunya ini.
"Papa..Mama..aku sangat merindukan kalian"
"Kimiko syukurlah kau baik-baik saja, mama dan papa sangat khawatir sekali padamu" ucap Yuna
"Hiks..maafkan aku papa mama"
"Sayang apa kau tahu, mama dan papa begitu syok saat mendengar kabar menghilangnya dirimu. Bahkan mamamu sempat pingsan karena sangat khawatir akan dirimu" ucap Hosiko
"Mama maafkan aku hiks.."
"Mama sangat khawatir padamu, kau adalah anak satu-satunya mama. Mama sangat sedih dan syok sekali saat mendengar kabar menghilangnya dirimu"
"Maaf, maafkan aku"
"Tapi syukurlah kau baik-baik saja, mama sangat senang sekali" balas Yuna
"Saat kami mendengar kabar jika kau berhasil di temukan, papa dan mama langsung saja buru-buru untuk segera datang kemari melihat keadaanmu Kimiko. Kami sangat mencemaskanmu, selama beberapa tahun ini kami terus mencari dirimu dan mencoba yang terbaik untuk bisa menemukanmu. Tapi tak kusangka jika Pangeran Yuki lah yang berhasil menemukanmu, kami sangat lega sekali mendengar kabar jika kau baik-baik saja" ucap Hosiko
"Aku juga selama beberapa tahun ini selalu mencemaskan papa dan mama, aku takut kesehatan papa dan mama menjadi buruk jika terus mengkhawatirkanku. Aku sangat ingin menemui kalian, sangat" balas Kimiko
Yuna mencium kening Kimiko.
"Kau baik-baik saja bukan selama ini?"
"Aku baik-baik saja mama"
"Setiap malam mama selalu berdoa agar kau terus terlindungi dan tetap baik-baik saja"
"Terimakasih mama, doamu adalah penyelamatku" balas Kimiko
"Melihat kau baik-baik saja, mama dan papa akhirnya bisa lega" ucap Hosiko
"Iya"
Yuna kemudian melirik ke seorang anak kecil di sana
"Kimiko, dia apakah dia jangan-jangan.." ucap Yuna
Kimiko yang tengah menghapus air matanya kemudian berhenti dan menatap ke arah ibunya.
Dia paham, mamanya tengah menanyakan cucunya.
"Benar mama"
Kimiko kemudian menatap ke arah Prian.
"Kemarilah" ucap Kimiko
Prian pun mulai berjalan menghampiri ibunya, dia berdiri tepat di samping Kimiko.
"Mama,Papa, perkenalkan dia adalah anakku sekaligus cucu pertama kalian. Namanya adalah Prian von Miyazaki" ucap Kimiko
Hosiko dan Yuna menatap tak percaya ke arah Kimiko, mereka sangat senang dan bahagia sekali. Ini pertama kalinya dia bertemu dengan cucu pertamanya.
Kimiko hanya membalas senyuman dari tatapan kedua orangtuanya.
"Prian, mereka adalah kakek dan nenekmu. Mereka adalah yang mulia raja Hosiko von Kiyomizu dan yang mulia Ratu Yuna von Kiyomizu"
"Kakek..dan..nenekku?"
"Iya"
Prian kemudian menatap Yuna dan Hosiko.
"Kakek..nenek.."
__ADS_1
Jangan lupa like,vote,dan beri komentar mendukun ;-)
》**NEXT CHAPTER**《