
Prian langsung berlari secepatnya menuju ke ruang kerja mamanya.
"Prian..!"
Nafasnya memburu karena dia berlari dan juga karena perasaan gelisahnya itu.
Untuk kali ini dia benar-benar ingin melihat mamanya agar dirinya tenang.
Tak lama dia pun sampai di ruang kerja milik Kimiko.
"P-pangeran Prian?" Heran para penjaga ruang kerja Kimiko
"Anda tidak ap-"
Brakk!
Prian langsung membuka pintu ruang kerja Kimiko, Kimiko yang tengah fokus pada pekerjaanya langsung tersentak saat mendengar suara pintu kerjanya di buka dengan keras.
Kimiko langsung melihat siapa yang datang itu
"Prian..?"
Kimiko juga sedikit terkejut melihat raut wajah anaknya itu, nafasnya sangat memburu sekali.
"A-ada apa?" Tanya Kimiko
Perasaan Prian langsung lega begitu melihat ibunya baik-baik saja.
"Mama!"
Prian langsung berlari ke arah ibunya dan memeluknya dengan erat
Greeebb!!
"Mama..!"
Sedangkan Kimiko justru bingung apa yang terjadi dengan anaknya ini.
"Prian ada apa?" Tanya Kimiko
"Tidak apa, melihat mama baik-baik saja aku sangat lega sekali"
Kimiko heran kenapa anaknya bicara seperti ini.
"Lalu kakek dan nenekmu? Kau meninggalkan mereka?" Tanya Kimiko yang menyadari jika Prian datang sendiri
Kemudian sampailah Hosiko,Yuna,Makoto dan juga Yuki.
"A-ada apa ini?" Tanya Kimiko kepada mereka
"Tidak ada apa-apa, hanya saja kami sedikit bercerita tadi" balas Makoto
"???"
Kimiko kebingungan, dia bingung dengan kondisi anaknya ini dan juga bingung apa yang sedang terjadi
"Kimiko.." panggil Yuna
"Ada apa mama?"
"Ada yang ingin mama tanyakan"
"Apa itu?" Tanya Kimiko
"Apa kau sengaja merahasiakan tentang identitas aslimu sebagai pemilik salah satu dari kelima pusaka besar?" Tanya Yuna
Kimiko tersentak, sepertinya dia mulai mengerti apa yang terjadi.
"Sebenarnya, aku tidak ada niat menyembunyikan apapun dari Prian. Hanya saja aku tidak ingin membuat Prian khawatir akan hal seperti ini. Aku tidak ingin Prian terlalu memikirkanya. Aku tahu, kalian pasti sudah menceritakan semuanya bukan?"
__ADS_1
"Iya, kami sudah menceritakan semuanya"
"Begitu ya, maafkan mama Prian telah menyembunyikan kebenaran ini. Mama hanya tidak mau kau terlalu memikirkanya dan mencemaskanya" balas Kimiko
"Aku hanya takut terjadi sesuatu dengan mama" ucap Prian
"Mama baik-baik saja, lagipula mama ini bukan seorang wanita lemah. Mama ini kuat, mana mungkin mama membiarkan kekuatan pusaka pedang suci ini melukai mama. Mama tidak akan membiarkan diri mama mati begitu saja, karena mama harus selalu di sisimu bukan?"
Kimiko sebisa mungkin mencoba menenangkan anaknya ini.
"Mama harus terus bersamaku! Selamanya! Mama tidak boleh pergi.."
"Mama tidak akan pergi kemana pun, dimana Prian berada disitulah mama berada" balas Kimiko
Prian memeluk lebih erat Kimiko dan di balas oleh Kimiko juga.
"Mama sayang padamu"
"Aku juga sayang pada mama"
Kimiko mengecup kening Prian kemudian membelai rambut Prian dengan lembut.
"Jangan menangis lagi, mama tidak apa-apa" balas Kimiko
"Iya"
Kimiko menghapus air mata Prian
"Ngomong-ngomong apa kau mau melihat pedang suci legendaris itu?" Tanya Kimiko
Semuanya terkejut mendengar ucapan Kimiko
"B-boleh?"
"Tentu saja" balas Kimiko
"Prian, sedikit menjauhlah dari mama" ucap Kimiko
Kimiko berdiri tegak, kedua tanganya di satukan kemudian dia mulai membaca sebuah mantra.
Tak lama dari lantai yang dia pijak, munculah sebuah cahaya. Muncul sebuah lingkaran bercahaya dan sebuah huruf misterius
Kemudian dari tanah yang dia pijak mulai memunculkan sesuatu
Sebuah cahaya terang muncul dari lantai kemudian membentuk sebuah pedang
Cahaya mulai meredup dan huruf misterius juga lingkaran misterius mulai menghilang.
Terlihat sebuah pedang emas yang cukup panjang dan juga besar, Kimiko menggenggamnya.
Di pedang itu terlihat ada sebuah permata biru besar dan di sekitarnya terdapat seperti huruf misterius tadi.
Dan inilah pedang suci legendaris itu yang merupakan salah satu dari kelima pusaka hebat.
Semuanya di buat kagum melihat pedang itu, berbeda dengan Yuna dan Hosiko yang sudah pernah melihat pedang itu
"I-ini pedang suci legendaris itu?" Tanya Prian yang masih tercengang tidak percaya
"Iya" balas Kimiko
"Ini pertama kalinya aku melihat pusaka lain selain busur api" ucap Yuki
"Prian coba kau sentuh pedang ini" ucap Kimiko
"Apa? Memangnya bisa?"
"Tentu saja"
Prian menatap pedang itu kemudian tanganya mulai bergerak untuk menyentuh pedang itu.
__ADS_1
Tanganya terus bergerak menuju pedang itu, dan saat dia berhasil menyentuhnya
Tiba-tiba sebuah cahaya muncul dari permata biru itu
Cliinngg!!
Prian sontak langsung menjauhkan tanganya dari pedang itu.
"A-ada apa ini?!" Kaget Prian
Terlihat wajah Kimiko yang menatap pedang itu cukup lekat kemudian tiba-tiba tersenyum
"Sepertinya pedang ini menyukaimu" balas Kimiko
"M-menyukaiku?"
Pedang itu kemudian tiba-tiba melebur seperti debu dan menghilang
"P-pedangnya menghilang.." gumam Prian
"Kekuatan dari kelima pusaka memang sangat besar sekali, kami sebagai penjaga pusaka harus bisa mengendalikan kekuatan ini agar tidak mengambil alih diri kami" ucap Kimiko
"Apakah kekuatan dari kelima pusaka legendaris ini sangatlah kuat?"
"Kekuatanya tidak bisa kau bayangkan, jika pedang ini di gunakan dengan sangat serius bahkan bisa membelah sebuah pulang dalam waktu sekejap" balas Kimiko
Prian membeku takjub mendengarnya tapi disisi lain dia juga takut dengan kekuatan mengerikan pusaka ini
Jika di salahgunakan maka akan mengakibatkan hal yang sangat fatal
"Kekuatan sebesar ini pasti banyak orang jahat yang mencoba mengincarnya bukan?" Tanya Prian
"Begitulah, kami sebagai pemilik pusaka harus bisa melindungi diri dengan baik, walaupun kami dari kalangan keluarga kerajaan tapi tak bisa menutupi jika keselamatan kami di incar. Maka dari itu kami harus bisa melindungi diri kami sendiri dan melindungi pusaka ini. Sejak dini kami selalu di latih untuk bisa menjaga dan melindungi diri kami, walau memang banyak yang akan melindungi kami. Tapi ini di gunakan sebagai antisipasi. Asal kau tahu, pemilik pusaka dan keberadaan pusaka seharusnya menjadi sebuah rahasia besar. Tapi entah dari mana informasi kelima pusaka ini bocor sehingga banyak yang mengetahuinya. Bahkan seharusnya jati diri mama sebagai pemilik pusaka harus di rahasiakan dengan rapat-rapat. Hanya keluarga utama dan beberapa petinggi yang mengetahuinya, yang lainya hanya mengetahui jika pedang itu di jaga oleh Mizumitakai tapi mereka tidak tahu siapa pemilik pusaka pedang suci itu" jawab Kimiko
Prian sedikit merasakan sakit di hatinya, ternyata kehidupan mamanya lebih keras dari yang dia duga.
Mamanya yang selama ini selalu menampakan senyumnya ternyata memiliki rahasia besar seperti ini, bahkan hidupnya akan selalu tidak tenang karena pusaka itu ada padanya.
Prian hampir menangis jika membayangkanya, Kimiko membelai rambut Prian.
"Walaupun begitu, mama tidak sedih. Mama baik-baik saja" balas Kimiko
Prian mengangguk sambil menghapus air matanya yang hampir jatuh membasahi pipinya
"Lalu apakah papa sudah mengetahuinya?" Tanya Prian
"Iya, papamu sudah mengetahuinya. Aku memberitahukan semuanya sebelum kami menikah"
Flashback
"*Yoshiaki ada yang ingin aku bicarakan" ucap Kimiko dengan nada serius
Yoshiaki mendekat kemudian menggengam kedua tangan Kimiko
"Katakan ada apa? Apa yang ingin kau bicarakan" balas Yoshiaki dengan tatapan lembutnya
"I-itu.."
Terlihat Kimiko yang cukup gugup saat akan berbicara dan Yoshiaki menyadarinya.
Dia kemudian mengecup tangan Kimiko
"Jangan takut, katakan apa yang mau kau katakan" balas Yoshiaki
Kimiko mengangguk
"Yoshiaki, apakah kau sungguh mencintaiku dengan tulus? Maksudku awalnya kita akan menikah karena hubungan kerja sama ini bukan? Lalu sekarang aku ingin bertanya apakah kau mencintaiku karena hubungan ini atau kau benar-benar tulus mencintaiku?" Tanya Kimiko
Yoshiaki memberikan tatapan lembut pada Kimiko*
__ADS_1
Jangan lupa like,vote,and coment ya :)
》**NEXT CHAPTER**《