
"Tidak ada kendala apapun, aku mengerjakanya dengan sangat baik" balas Prian
"Sangat bagus sekali, itulah putraku" balas Kimiko
"Tapi aku juga mulai mengerti, menjadi raja tidaklah mudah. Walau kita di limpahi kekayaan tetapi tidak memungkinkan jika kita memiliki tanggung jawab penuh kepada ribuan bahkan jutaan nyawa. Kita harus siap akan segala hal, di benci di caci maki kita harus siap. Karena kemungkinan tidak semuanya benar-benar senang dengan kita walau kita sudah berusaha dengan keras. Aku saja sampai kagum dengan papa yang tetap semangat bekerja demi semuanya, papa benar-benar raja yang bijaksana sekali. Aku sangat bangga sekali" balas Prian
Kemudian tiba-tiba Prian seperti terkekeh menahan tawa yang membuat Kimiko menjadi kebingungan
"Ada apa? Apa yang kau tertawakan? Apa kau menertawakan papamu?"
"T-tidak bukan itu maksudku"
"Lalu kenapa kau menahan tawa seperti itu, katakan pada mama"
"Aku hanya sedikit mengingat hal cukup lucu bagiku"
"Apa itu?" Tanya Kimiko
"Saat aku dan papa tengah melakukan pemantauan wilayah, aku dan papa menyamar menjadi orang biasa. Kami berpakaian sederhana tanpa perhiasan yang menempel pada kami. Yah beberapa warga disana kemungkinan tidak mengenal wajah asli raja mereka jadi saat papa hanya berpakaian sederhana dan menampakan wajahnya pun ada beberapa yang benar-benar tidak tahu jika dia adalah raja. Yah sudah bukan hal istimewa lagi soal pesona yang dimiliki papa. Saat kami tengah melakukan pemantauan, tiba-tiba kami di hadang oleh beberapa gadis. Saat itu kami sangat kaget dan mengira kami ketahuan. Tapi di luar dugaan, gadis-gadis itu justru tidak mengenal kami. Mereka menghadang kami karena terpesona dengan papa, sudah bukan hal kaget jika banyak yang terpesona padanya karena dia sangat tampan. Para gadis itu mencoba untuk mendekati papa dan menggodanya tapi di hadang oleh pengawal kami.
Mereka bertanya banyak hal, mulai dari identitas, makanan, hobi, kesukaan, bahkan tipe perempuan yang di sukainya. Mama, apa kau tahu bagaimana reaksi papa?"
"Bagaimana?"
"Papa hanya terbengong bingung bagaimana cara menjawabnya, aku yang melihat raut wajah bingung papa justru hanya bisa menahan tawa. Tapi yang lebih mengejutkan adalah di bagian ini. Sesaat kemudian, mereka pun menatapku. Mama tahu, mereka pikir aku adalah adik papa. Karena aku dan papa mirip jadi mereka berpikir aku adalah adiknya. Lagipula papa juga masih terlihat awet muda walau sudah memiliki anak. Karena kami takut kehilangan waktu berharga kami, papa pun mencoba untuk mengakhirinya. Dengan mengatakan jika aku bukanlah adiknya tapi aku adalah putranya, dia sudah menikah dan memiliki anak. Tapi para gadis itu tidak percaya, karena dengan tampilan papa yang awet muda bagaimana bisa memiliki seorang anak sebesar ini. Tapi karena waktu kami hampir habis, jadi papa mengabaikan mereka dengan mengatakan ' Mau percaya atau tidak tapi itulah kebenaranya. Aku sudah menikah dan memiliki seorang anak. Lagipula aku juga sudah memiliki seorang istri, tidak baik bagiku jika ada gadis lain yang mendekat sedangkan aku sudah memiliki wanitaku sendiri' setelah mengatakan itu papa pun pergi. Dan meninggalkan para gadis itu"
Kimiko sedikit tertegun dengan ucapan Yoshiaki kala itu
' Mau percaya atau tidak tapi itulah kebenaranya. Aku sudah menikah dan memiliki seorang anak. Lagipula aku juga sudah memiliki seorang istri, tidak baik bagiku jika ada gadis lain yang mendekat sedangkan aku sudah memiliki wanitaku sendiri'
"Memang begitulah seharusnya" balas Kimiko
"Pesona papa memang luar biasa, bahkan papa sudah mencoba memperjelek penampilanya pun wajah tampannya tidak bisa tertutupi"
Kemudian setelah perjalanan lama, akhirnya mereka hampir sampai di kota Yokumitsuri
Kota kecil itu merupakan salah satu wilayah yang di pegang oleh salah satu seorang bangsawan tinggi
Saat mereka sampai di gerbang kota Yokumitsuri, ada beberapa orang di antara mereka salah satunya adalah kepala bangsawan tinggi yang bertugas mengawasi kota ini
Beliau disini untuk menyambut kedatangan Ratu dan Pangeran Mahkota
Sebelum pergi ke kota Yokumitsuri, Yoshiaki telah memberi kabar jika Kimiko dan Prian akan datang kesana sebagai alasan untuk memantau daerah tersebut secara langsung. Dia tidak menyebut tujuan asli mereka, Kimiko meminta Yoshiaki agar tidak mengatakan tujuan aslinya untuk bertemu akito
__ADS_1
Kimiko dan Prian di beri waktu selama seminggu, jadi setelah 7 hari mereka di Yokumitsuri mereka harus segera kembali ke istana
Ini juga sebenarnya jangka waktu yang terlalu lama, mengingat status Kimiko dan Prian merupakan anggota keluarga utama kerajaan
Kalaupun hanya pemantauan kemungkinan hanya maksimal 3 hari saja
Tapi mengingat juga tujuan asli Kimiko, jadi untuk kali ini Yoshiaki mengijinkanya
Sebenarnya juga anggota keluarga kerajaan utama di larang berada jauh dari istana, atau bisa dikatakan tidak di perbolehkan untuk keluar dari istana yang merupakan tempat teraman bagi mereka
Kecuali jika urusan penting yang mengharuskan mereka keluar dari istana
Kereta kuda Kimiko dan Prian berhenti di depan gerbang
"Salam yang mulia Ratu, salam juga pada anda yang mulia Pangeran. Terimakasih telah dengan senang hati ingin datang berkunjung ke kota Yokumitsuri ini"
Kimiko dan Prian mengangguk sebagai jawaban
Setelah itu, mereka di bawa ke kediaman bangsawan tinggi tersebut
Setelah mengobrol cukup lama dengan bangsawan tinggi tersebut, Kimiko dan Prian pun pergi ke kota Yokumitsuri dengan alasan pemantauan
Kimiko dan Prian berpakaian seadaanya dan juga memakai jubah agar tidak ada yang mengenal mereka
Karena jika dia dikawal seperti itu, akan mengakibatkan banyak kecurigaan dan mereka pasti akan ketahuan walau menyamar sekalipun
Jadi Kimiko menyarankan pengawalan diam-diam, mereka akan di kawal oleh 4 orang tapi para pengawal akan mengawasi mereka dari jauh
Lagipula ada Prian yang bisa bela diri, dan juga Kimiko yang masih bisa di bilang mampu bela diri
Kota Yokumitsuri berada di tengah-tengah hutan, kota ini cukup kecil, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai seorang petani dan pekebun
Kimiko dan Prian berkeliling kota sekalipun juga memantau keadaan
Keadaan di kota Yokumitsuri cukup tenang dan damai
Kemudian mereka pun mulai menjalankan tujuan utama, mereka bertanya kepada orang-orang tentang keberadaan akito
Beberapa orang yang telah di tanyai ternyata tidak mengetahuinya
Kimiko sedikit curiga, seharusnya nama akito tidak seasing ini di kotanya karena akito memiliki kemampuan yang sangat hebat
Kemudian kimiko pun bertanya pada salah seorang pedagang
__ADS_1
"Tuan, apakah kau mengenal seseorang yang bernama Watanabe Akito?" Tanya Kimiko
"Watanabe Akito?"
"Benar, apakah anda mengenalnya?" Tanya Kimiko
"Aku sepertinya pernah mendengarnya, coba ku ingat sebentar"
"B-baiklah"
Tak berapa lama kemudian
"Hooh, Watanabe Akito, maksudmu orang dengan ilmu medis yang luar biasa itu?"
"Benar! Apa anda tahu di mana kediamannya?" Tanya Kimiko
"Nona ada perlu apa kau datang menemuinya?" Tanya Pedagang itu
"Aku ada urusan denganya" balas Kimiko
Terlihat raut wajah aneh pada pedagang itu
"Ada apa tuan?" Tanya Kimiko
"Y-yah b-bukan apa-apa, ngomong-ngomong kediaman akito ini ada harus jalan ke arah kanan, akan ada gang kemudian beloklah ke kiri anda akan menemukan pertigaan, ambilah jalur kiri dan luruslah anda akan menemukannya" balas pedagang itu
"Baiklah terimakasih"
"I-iya nona"
Kimiko dan Prian pun berjalan ke arah yang tadi di tunjukan oleh pedagang itu
Tapi kemudian saat akan melewati jalur selanjutnya mereka terkejut
"Pedagang tadi mengatakan jika kita menemui pertigaan, kita harus belok kiri tapi arah kiri ini bukankah menuju hutan? Bahkan sepertinya arah keluar kota" ucap Kimiko
"Apakah kita salah arah?"
"Tidak, aku yakin pasti ini jalur yang tepat tapi kenapa hutan" ucap Kimiko
"Apakah pedagang itu membohongi kita?"
Jangan lupa like,vote,dan beri komentar mendukung ya
__ADS_1