
Kimiko sedikit terkejut melihat tumpukan kado yang menggunung itu, tanpa di beri tahupun dia sudah tahu siapa yang memberikanya
'Ah pasti itu hadiah dari mama' batin Kimiko
"Bagaimana dengan kamar barumu? Apa kau menyukainya?" Tanya Yoshiaki
"Aku menyukainya, sangat menyukainya" balas Prian
"Aku senang mendengarnya" balas Yoshiaki
"Hm.."
Kemudian tiba-tiba datanglah para pelayan membawa banyak sekali barang-barang.
Prian heran melihat tiba-tiba para pelayan datang membawa banyak barang.
"Ada apa ini?" Tanya Prian
"Ini adalah hadiah yang papa siapkan untukmu sayang" ucap Yoshiaki
"Untukku?" Tanya Prian
"Iya" balas Yoshiaki
"Terimakasih banyak papa" balas Prian
Prian memang sedikit terkejut, jumlah hadiah yang di berikan lagi-lagi begitu banyak. Tapi dia sebisa mungkin tidak mencoba memperlihatkan raut wajah terkejutnya.
"Aku harap kau akan menyukainya" ucap Yoshiaki
"Aku pasti akan menyukainya" balas Prian
Kemudian datanglah lagi para pelayan yang membawa barang banyak sekali.
'Tunggu jangan bilang..'
"Prian... ini semua adalah hadiah yang sudah aku siapkan untukmu. Aku harap kau mau menerimanya" ucap Yuki
'Sudah kuduga' batin Prian
"Terimakasih banyak paman, aku akan menerimanya"
"Baiklah" balas Yuki
'Semua hadiah-hadiah ini cukup gila bagiku, aku senang mendapatkanya tapi apa yang harus aku lakukan pada hadiah sebanyak ini?!!' Batin Prian
Melihat hadiah dalam jumlah yang tidak biasa ini justru membuat Prian jadi lelah bahkan lebih lelah dari pada saat tadi dia berkeliling istana.
__ADS_1
"Baiklah bagaimana jika kita mengobrol sebentar, ada yang perlu aku tanyakan" ucap Makoto
"Baik mama"
Semuanya kemudian duduk di kursi yang sudah di siapkan di dalam kamar Prian.
Kamar Prian cukup besar, jadi banyak sekali tempat-tempat kosong disana.
"Kimiko ada yang ingin aku tanyakan padamu" ucap Makoto
"Ada apa mama?" Tanya Kimiko
"Ini soal saat kau pergi dari istana 10 tahun yang lalu, bisakah kau menceritakannya?" Tanya Makoto
"Saat aku meninggalkan istana?"
"Dan juga tentang syal milikmu yang juga ikut menghilang"
"T-tunggu bagaimana mama bisa tahu jika syalku menghilang?" Tanya Kimiko
"Sebenarnya setelah beberapa bulan sejak kau menghilang, ada seorang prajurit yang melapor pada kami jika dia menemukan sebuah syal milikmu saat pencarianmu. Di syal tersebut ada bekas darah, dan juga syal itu di temukan di atas mayat seorang wanita dan seorang bayi"
Muka Kimiko langsung pucat saat mendengarnya.
"D-darah? M-mayat w-wanita dan bayi?! J-jangan jangan.." tangan Kimiko tiba-tiba bergetar membuat semuanya menjadi heran
"I-itu.. t-tidak mungkin.."
Terlihat Kimiko sedikit ketakutan, matanya juga berkaca-kaca seperti akan menangis.
"Kimiko ada apa?!" Tanya Yoshiaki yang mulai ikut panik
"Y-yoshiaki i-itu.."
Mulutnya seperti terkunci, tanganya tiba-tiba merinding.
Semuanya jadi khawatir pada Kimiko
"Kimiko ada apa?" Tanya Makoto
"Kakak.."
"Mama..mama kenapa?" Tanya Prian
Yoshiaki jadi sedikit panik melihat keadaan Kimiko yang sepertinya ketakutan. Dia langsung saja memeluk Kimiko untuk menenangkanya.
"Kimiko tenanglah, ada apa?" Tanya Yoshiaki
__ADS_1
"Y-yoshiaki.."
Kimiko membalas pelukan Yoshiaki kemudian mencoba menenangkan dirinya.
Yoshiaki membelai rambut Kimiko untuk menangkan Kimiko yang sepertinya tengah ketakutan akan sesuatu.
"Tenanglah" ucap lembut Yoshiaki
Setelah di rasa Kimiko sudah tenang, dia pun melepaskan pelukanya dan mencoba kembali bertanya.
"Katakan kenapa kau jadi ketakutan seperti ini? Apa kau mengenal wanita itu?" Tanya Yoshiaki
Kimiko masih mencoba untuk menenangkan dirinya. Dia menarik nafasnya dan menghembuskanya perlahan
"Tidak apa-apa Yoshiaki, aku sudah mulai tenang" balas Kimiko
"Baiklah bisakah kau cerita apa yang terjadi?" Tanya Yoshiaki
Kimiko membalasnya dengan mengangguk kemudian dia mencoba untuk menceritakanya.
"Sebenarnya saat aku masih di dalam istana, aku mendengar kabar jika gerbang istana berhasil di robohkan oleh pasukan Yamamoto. Aku saat itu begitu ketakutan, a-aku takut jika mereka sampai menemukan keberadaan Prian. Aku takut terjadi sesuatu pada anakku. Jadi aku memutuskan untuk pergi dari sana sebelum pasukan yamamoto menemukan kami, aku tahu aku egois maafkan aku. Tapi aku saat itu tidak memikirkan hal lain sekalin keselamatan Prian. Aku menggendong Prian dan mengambil syal milikku untuk menyelimuti dan menyembunyikan Prian. Waktu itu aku sangat kesulitan, tubuhku belum sembuh total. Aku tidak bisa bergerak bebas, tapi aku mencoba menahan segala rasa sakit yang menyerangku waktu itu demi Prian. Aku keluar dari kastil tapi waktu itu aku bingung bagaimana cara keluar dari istana. Gerbang depan dan gerbang belakang istana di kepung oleh pasukan Yamamoto. Saat mencoba mencari jalan, aku bertemu dengan seorang prajurit. Dia memberitahukan jalan rahasia untuk keluar dari istana, tapi saat itu tiba-tiba ada pasukam yamamoto yang datang. Prajurit itu memintaku untuk bersembunyi sebelum pasukan yamamoto menyadariku. Aku langsung saja pergi ke arah pintu rahasia itu dan bersembunyi. Tepat setelah aku berhasil bersembunyi, ternyata benar beberapa orang yamamoto datang. Prajurit yang menolongku waktu itu menghambat pasukan yamamoto agar tidak menuju ke arahku tapi sebagai gantinya dia justru mati terbunuh demi melindungiku. Aku saat itu sangat syok sekali, tubuhku tiba-tiba sulit di gerakkan karena rasa takutku. Lalu akupun menggigit bibirku untuk menimbulkan rasa sakit agar tubuhku bisa bergerak. Tubuhku sedikit bisa bergerak dan dengan segera aku pergi keluar dari istana.
Aku berhasil keluar dari istana dan kemudian menuju ke arah pemukiman warga. Pada saat itu juga aku pun bertemu dengan wanita itu. Aku terkejut saat melihat wanita itu tengah di hadang oleh seorang prajurit Yamamoto. Dia menghunuskan pedangnya ke arah wanita itu, wanita itu menangis ketakutan sambil memeluk anaknya dengan erat. Aku tidak bisa membiarkan wanita itu dan anak tak berdosa itu mati seperti itu. Jadi aku nekat berlari ke arah mereka sambil membawa belati yang aku sembunyikan. Aku menggunakan ilmu bela diriku, aku menendang tangan prajurit itu yang menghunuskan pedang kemudian dengan cepat menusuk jantung prajurit itu dengan belatiku. Aku kesulitan bergerak juga karena saat itu aku juga sedang membawa prian, aku memeluknya dengan erat supaya dia tidak jatuh. Wanita itu dan bayinya selamat, tapi kedokku sebagai ratu miyamoto juga terungkap oleh wanita itu. Aku meminta wanita itu untuk menutup mulutnya tentang keberadaanku, wanita itu setuju sebagai tanda terimakasih. Aku meminta wanita itu untuk segera pergi dan menyelamatkan dirinya. Waktu itu aku melihat pakaian wanita itu robek di bagian pundaknya, sepertinya sebelumnya prajurit tadi sempat ingin melecehkannya. Kemudian aku menyerahkan syalku kepada wanita itu, agar tubuh wanita itu tidak terlalu terbuka seperti itu. Kemudian kami pun berpisah, aku segera pergi keluar dari ibu kota. Aku menemukan seekor kuda, aku tidak tahu milik siapa itu. Tapi aku benar-benar membutuhkannya, jadi aku mengambil kuda itu dan pergi menjauh sebelum pasukan yamamoto menemukan diriku"
Mereka terdiam mendengar cerita Kimiko.
"Itu sangat berbahaya sekali Kimiko! Kenapa kau melakukan hal seperti itu! Jika bukan karena keberuntunganmu kau mungkin akan mati!" Seru Makoto
"Aku tahu, aku minta maaf mama" balas Kimiko
"Saat itu suasananya sangat genting sekali,aku bahkan waktu itu bingung harus bagaimana" ucap Yuki
"Kalau saja aku lebih cepat lagi, mungkin kau tidak akan mendapatkan bahaya seperti itu" ucap Yoshiaki
"Tidak, kau sudah sangat melakukan yang terbaik. Hanya saja memang aku orang yang keras kepala sekali. Andai aku menunggumu lebih lama lagi mungkin saja kita tidak akan berpisah seperti ini" balas Kimiko
"Kimiko..."
"Aku tidak apa-apa Yoshiaki" balas Kimiko
Prian tiba-tiba langsung menerjang Kimiko dan memeluknya
Greebb!
"P-prian..?" Kaget Kimiko
Jangan lupa like,vote,dan beri Komentar mendukung ya :)
__ADS_1
》**NEXT CHAPTER**《