
"Nah Prian makanlah, nenek membuat manisan khusus untukmu. Ayo makan.." ucap Makoto sambil menyuapi Prian dengan manisan itu
"Enak..ini enak sekali" balas Prian saat mencoba manisanya
"Benarkan, nenek juga suka manisan ini"
"Aku menyukainya"
"Baiklah jangan hanya manisan saja ayo makan yang lainya juga, nenek akan menyuapimu" ucap Makoto
"Aku bisa makan sendiri nenek" balas Prian
"Tidak, hari ini biarkan aku memanjakan cucuku sendiri" balas Makoto
"Baiklah nenek"
Yoshiaki dan Kimiko hanya terkekeh melihat mereka begitupula Yuki.
Kini akhirnya setelah sekian lama, Keluarga mereka telah lengkap kembali.
Setelah Makan
"Kalian pasti lelah bukan? Lebih baik kalian istirahat saja" ucap Makoto
"Tapi kami harus menemani Prian berkeliling istana agar dia bisa beradaptasi dan mengenal lingkunganya" balas Kimiko
"Kalian istirahat saja, biar aku yang menemani Prian. Yoshiaki juga istirahatlah, untuk hari ini tidak perlu memikirkan pekerjaanmu dahulu" balas Makoto
"Baiklah mama"
Yoshiaki dan Kimiko kemudian pergi ke kamar mereka untuk istirahat sejenak melepaskan lelah. Walau sebenarnya mereka tidak terlalu lelah, tapi maksud Makoto yaitu ingin membiarkan Yoshiaki bersama istrinya berdua lebih dulu.
"Nah Prian ayo nenek ajak kau berkeliling Istana" ucap Makoto
"Baik nenek" balas Prian
"Mama aku juga ikut" ucap Yuki
"Baiklah" balas Makoto
Mereka pun jalan-jalan mengelilingi istana, dan memperkenalkan semua tempat-tempat yang ada di istana.
"Istana ini sangat luas sekali, seperti tidak ada ujungnya saja" ucap Prian
"Inilah tempat tinggal anggota keluarga kerajaan, kau pasti akan segera terbiasa"
"Iya"
Mereka kemudian pergi ke sebuah tempat istimewa
"Sayang coba kau lihat taman itu.." ucap Makoto sambil menunjukkan arah dengan telunjuknya
Prian langsung melihat taman yang di maksud oleh neneknya ini.
Dia kagum saat melihat taman itu penuh sekali dengan berbagai macam bunga.
"Indah sekali, taman itu sangat indah. Banyak sekali bunga-bunga yang tumbuh di sana" ucap Prian
"Apa kau tau sayang, taman itu adalah tanan khusus milik ibumu. Ayahmu yang membuatkanya khusus untuk ibumu" ucap Makoto
"Benarkah?!"
"Benar"
Prian langsung berjalan menghampiri dan mendekat ke taman
"Ini taman milik mama?! Indah sekali" ucap Prian
"Mamamu sering sekali menjaga dan merawat semua bunga-bunga ini"
"Seperti surga bunga saja, banyak sekali macam-macam bunga yang tumbuh di sini" ucap Prian
"Mamamu ini sangat menyukai bunga"
"Tidak heran, karena dulu mama sering sekali merawat bunga. Bahkan rumahku yang dulu banyak sekali bunga-bunga yang mama rawat" ucap Prian
"Prian.." panggil Yuki
"Ada apa paman?" Tanya Prian
"Apa kau mau memiliki taman pribadi seperti milik kak Kimiko?" Tanya Yuki
"Eh? Memangnya bisa?"
__ADS_1
"Tentu saja bisa, tidak ada yang tidak mungkin. Lagipula memang sudah seharusnya kau memiliki taman Pribadi"
"Tapi bukankah itu-"
"Jangan khawatir tidak ada yang tidak bisa papamu berikan padamu, jangan lupa dia itu seorang raja lho" balas Yuki
"A-ah oh ya" balas Prian
"Nenek akan membicarakannya dengan papamu, jangan khawatir. Mana mungkin kau yang seorang Pangeran kerajaan ini tidak memiliki taman Pribadi, tidak akan ku biarkan" balas Makoto
"Terimakasih nenek" balas Prian
"Baiklah ayo kita pergi ke tempat berikutnya" ucap Yuki
"Prian apa kau lelah? Jika kau lelah kita bisa istirahat dahulu" ucap Makoto
"Tidak nenek, aku baik-baik saja. Ayo lanjutkan berkeliling, aku sangat ingin lebih mengenal istana ini" ucap Prian
"Baiklah, tapi jika kau lelah kau katakan saja. Kita akan istirahat sejenak, toh besok masih bisa di lanjutkan"
"Iya nenek" balas Prian
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan berkeliling istana
Dan tanpa terasa pun hari sudah mulai sore saja
"Sudah mulai sore saja, lebih baik kita istirahat saja. Kita lanjutkan besok saja bagaimana?" Tanya Makoto
"Baik nenek" balas Prian
"Baiklah kami akan mengantarmu ke kamarmu sekarang" balas Makoto
"Kamarku?"
"Iya"
"Baiklah"
Mereka pun kini menuju ke kastil utama, mereka menuju ke kamar milik Pangeran Prian von Miyazaki.
Prian sedikit terkejut saat dia sampai di kamarnya.
Pintu ruang kamarnya sangat besar sekali dan berlapis emas. Ada 2 prajurit yang berjaga di sana.
"Buka pintunya" ucap Makoto
Para prajurit itu kemudian membuka pintu kamar milik Prian.
Dan akhirnya dia bisa melihat seperti apa kamarnya ini.
"I-ini kamarku?" Tanya Prian saat melihat begitu besarnya ruangan ini
"Tentu saja ini kamarmu sayang"
Prian tercengang melihat kamar barunya, ruangan ini sangat besar sekali dan luas. Banyak barang-barang mewah ada di mana-mana, bahkan ada beberapa lapis dindingnya terbuat dari emas dan dilapisi permata.
Prian melihat ke arah kasur miliknya, sangat besar juga.
Prian mendekat ke arah kasurnya dan berbaring di sana
"Ini sangat nyaman sekali" ucap Prian
"Tentu saja, nenek yang menyiapkannya khusus untuk cucu kesayanganku" balas Makoto
"Prian lihatlah, ada balkon juga disana. Kau bisa melihat pemandangan di luar"
"Benarkah?!"
Prian langsung bangun dan menuju ke balkon kamarnya.
"Hwaahh!!"
Prian takjub, dari balkon kamarnya dia bisa melihat semuanya, bahkan bisa melihat apa yang ada di balik tembok besar istana ini.
"Sangat indah sekali"
"Kau benar"
"Seperti mimpi saja" ucap Prian
"Ini nyata lho"
"Angin di luar cukup dingin, kau bisa demam. Kalian masuklah" ucap Makoto
__ADS_1
"Baik" balas mereka
Prian dan Yuki pun masuk kembali ke ruangan
"Baiklah Prian kemarilah, nenek ingin menunjukan sesuatu padamu" ucap Makoto
"Hm?"
Mereka menuju ke sebuah ruangan di dalam kamar Prian, ruangan itu merupakan ruang ganti milik Pangeran Prian
Prian terkejut saat melihat isi ruangan itu, penuh sekali dengan pakaian pakaian ukuranya.
"Banyak sekali pakaian disini" ucap Prian
"Ini semua adalah pakaian milikmu" balas Makoto
"Ha? Miliku?!" Kaget Prian
" tentu saja"
"S-semua ini milikku? Hanya milikku?" Tanya Prian
Makoto membalasnya dengan anggukan
"Tapi bukankah ini terlalu banyak?"
"Apa maksudmu, ini masih sangat sedikit sekali"
"Mana mungkin sendikit?! P-pakaian ini bahkan memenuhi ruangan ini. Memangnya berapa jumlah mereka?" Tanya Prian
"Masih sangat sedikit sekali, kira-kira ada 370 pakaian" balas Makoto
"T-tiga ratus tujuh puluh?!" Kaget Prian melihat jumlah pakaiannya
"Itu masih sangat sedikit sekali, tapi tenang saja nanti pakaianmu akan bertambah lagi"
"Tapi ini sudah sangat banyak sekali nenek"
"Apa maksudmu? Ini masih sangat sedikit sekali"
"..."
Prian tidak bisa apa-apa untuk sekarang lebih baik menurut saja. Apalagi dia teringat oleh ucapan ibunya untuk mulai terbiasa dengan kehidupan barunya, dia harus mengganti sudut pandangnya
"Baiklah"
"Lalu disana ada hadiah-hadiah yang sudah nenek siapkan untukmu sayang" ucap Makoto sambil menunjukkan hadiah tersebut
Prian kembali tercengang lagi, pasalnya seperti pakaiannya jumlah hadiah yang di siapkan pun sangat banyak sekali. Bahkan nyaris membentuk sebuah gunung hadiah
"I-ini hadiahku?" Tanya Prian
"Tentu sayang" balas Makoto
"N-nenek bukankah ini terlalu berlebihan, h-hadiahnya kenapa sebanyak ini?"
"Karena ini khusus untuk cucuku "
"..."
'Ini gila! Aku senang bisa mendapat hadiah, tapi jumlah hadiah ini cukup gila' Prian sedikit pusing memikirkanya sepertinya dia memang belum terbiasa dengan kehidupan mewah ini
"T-terimakasih banyak nenek" balas Prian
"Iya"
Kemudian datanglah Yoshiaki dan Kimiko
"Kakak.." ucap Yuki
Prian dan Makoto langsung saja melihat siapa yang datang
"Kimiko..Yoshiaki.."
"Papa..Mama.." Prian langsung berhambur dan memeluk kedua orangtuanya
"Bagaimana acara berkeliling tadi?" Tanya Kimiko
"Sangat menyenangkan mama, aku sudah mulai mengetahui beberapa tempat yang ada di istana"
"Benarkah? Syukurlah kalau begitu" balas Kimiko
Saat masuk ke kamar Prian, Kimiko sudah kagum melihat kamar baru Prian. Berbeda dengan kamar miliknya sebelumnya, kini dia memiliki kamar yang sudah seharusnya di milikinya. Kimiko sangat bersyukur sekali akhirnya Prian kembali ke rumah aslinya.
__ADS_1
Jangan lupa like,vote dan beri komentar mendukung ya
》**NEXT CHAPTER**《