
Ibu miranda semakin berteriak-teriak kesakitan, rupanya waktu melahirkan sudah tiba. Nenek dari ibu miranda yang menemani.
"Kenapa lama sekali" Bentak nenek kepada ayah mira. Dasar menantu gak berguna, gumamnya dalam hati.
"iya mak.. tadi cari uang dulu buat biaya operasi. jawab ayah miranda.
Mertua dan menantu ini memang tidak pernah akur, Nenek mira tidak suka pada menantunya itu lantara dianggap miskin.
Sedangkan ayah mira merasa sang mertua menganggapnya sapi perah yang hanya diambil uangnya tanpa pernah di anggap.
Suster perawat masuk ke kamar persalinan, "Loh.. bu.. tidak boleh mengejan dulu tolong di tahan. kita akan bersiap masuk ke Ruang operasi" Bentak perawat pada ibunya mira.
"Suster tolong.. saya gak kuat lagi, ini mengejan sendiri sus" jawab ibu miranda setengah tertahan kalimatnya.
Siang itu ibu Miranda tiba-tiba kontraksi, ibu akan melahirkan. padahal perkiraan perawat dan dokter beliau hanya bisa melahirkan dengan operasi Caesar karena posisi bayi sungsang dan terlilit tali pusar.
"Dokter.. Bidan.. tolong segera bantu saya, teriak suster yang kaget melihat pasiennya tiba-tiba kontraksi dan mengejan..
__ADS_1
Dokter belum sampai, sedangkan bidan piket langsung menghambur dan masuk ke ruang bersalin, dengan dibantu dua perawat, bidan itu terlihat cekatan dan profesional sekali menangani proses kelahiran itu.
Diluar dugaan, bayi lahir dengan normal tanpa ada cacat. Ibu dan bayi selamat, bayi itu terlahir 3 menit setelah ibu miranda di suntik bius (karena rencana operasi, peraturanya harus disuntik bius 5 menit sebelumnya) namun ternyata melahirkan secara normal.. Sungguh diluar dugaan.
Setelah bayi keluar, ibu mira tidak bergerak dan diam saja. Rupanya efek bius baru saja terasa.
"Suster tolong dibersihkan, lalu dipakaikan baju dan dibungkus bedong ya.. "perintah bidan pada suster perawat.
Saat mereka sibuk dengan bayi perempuan itu, ibu miranda merasa dirinya sedang naik kereta kencana dengan bulu-bulu di pinggiran kereta dan kereta itu berjalan lalu melayang ke awan. "Bapak.. kenapa bapak di sini?ayok pulang.. "Pinta ibu mira saat melihat kakek Ramun tersenyum padanya.
Kakek Ramun adalah ayah kandung dari ibunya mira, beliau satu-satunya orang yang sayang pada ibunya mira. Selama ini ibunya mira selalu diperlakukan buruk oleh ibunya sendiri, nenek mira menjadi pilih kasih sejak suaminya meninggal Dunia 17 tahun lalu. tentunya sebelum mira dan kakaknya lahir.
flashback
"Mak.. aku di lamar Darto pemilik pabrik susu" kalau emak mengijinkan dia akan datang kesini. pinta ibu miranda kepada nenek miranda.
"Jangan kamu menikah dulu, Kakakmu belum menikah dan kamu tidak boleh melangkahinya" Bentak nenek mira pada bu malika (bunya miranda).
__ADS_1
"Tapi aku mau mak.. dia bersedia membayar uang langkahan kalau boleh" bantah bu malika (ibunya miranda).
"Ibu bilang tidak ya tidak, !"Bentak nenek miranda pada putri ke-2 nya itu.
Bu malika adalah putri ke-2 dari pasangan suami istri Minah dan Ramun (nama kakek dan nenek miranda dari sisi ibunya).
Perdebatan keduanya berakhir dengan batalnya lamaran juragan susu, sampai bu Dhenya mira menikah akhirnya bu malika (ibunya mira) di suruh menikah dengan laki-laki yang sekarang menjadi ayahnya mira.
back
"Malika anakku.. Kembalilah, belum waktumu bersama bapak nak. bapak minta maaf atas ketidak adilan emakmu. Bapak berpesan, jadilah istri yang baik dan jadilah ibu yang sayang pada anak-anaknya.. jangan kamu pilih kasih seperti emakmu.
"Detak jantung pasien melemah dok" percakapan dokter dan perawat itu terdengar oleh bu malika "Kejutkan jantungny dengan alat pengejut jantung" perintah dokter itu.
"Bagaimana bisa melahirkan normal sebelum 5 menit operasi dimulai?" tanya dokter pada suster perawat.
"Pasien tadi setelah saya suntik obat bius tiba-tiba kontraksi dok, saya juga tidak tahu"jawab sang perawat.
__ADS_1
"Untungnya waktu itu obat biusnya tidak langsung bereaksi, sehingga pasien masih bisa melahirkan bayinya dengan selamat" penjelasan suster perawat itu dengan panik.