Inikah Hidup

Inikah Hidup
lebih baik jujur


__ADS_3

Bu Malika adalah istri yang sabar dan selalu menerima setiap perlakuan keluarga dan para tetangga suaminya itu, beliau berharap suatu saat nanti suaminya akan berubah lebih baik dan keluarga mereka bahagia. Namun harapan dan mimpi Bu Malika tidak pernah terwujud dan pak Kuseno tidak pernah berubah menjadi baik.


"Pak katakan semua ini salah kan.. cerita orang-orang tentang kamu tidak benar kan?!." teriak bu Malika meminta jawaban pasti Suaminya


"Kamu itu ngomong apa sih?aku gak ngerti maksud kamu apa."sanggah pak Kuseno dengan senyum seolah tidak terjadi apapun dalam rumah tangga mereka.


"Lebih baik bapak jujur, jangan ada rahasia agar keluarga kita bisa lebih baik pak."pinta bu malika.


Sementara Bu Malika dan Pak Kuseno setiap hari cekcok dengan perdebatan mereka, Miranda sudah kembali ke tempat kerjanya dengan hati yang sedih dan wajah yang murung tanpa semangat.


Miranda sampai di tempat kerja pukul 1 siang, hari itu dia tidak diijinkan melakukan pekerjaan dulu dan diberi waktu beristirahat sehari itu. Terdapat empat kamar di bagian belakang tempat miranda kerja. Ke empat kamar kontrakan itu bersebelahan dengan dapur majikan mira, berseberangan dengan 2 kamar mandi. Antara kamar mandi, dapur dan kontrakan itu ditengahnya terdapat jalan/gang kecil dn berada di dalam rumah tersebut. Jalan kecil dan ke empat kamar tersebut di kontrakkan pada para penjual jamu gerobak dari Kota Solo.


"Kamu kenapa mir, kayak mau dipaksa kawin sama orang tuamu saja?"tanya mbok juminten salah satu penjual jamu.

__ADS_1


"Bukan saya mbok, tapi bapak yang kawin lagi."jawab Miranda jujur dengan raut sedih.


"Kamu itu lek ngomong mbok yang bener nduk, masak bapaknya di doakan kawin lagi. Kasihan ibukmu dong kalau sampai bapakmu benar-benar kawin lagi." jawab mbak Sum, penjual jamu yang lebih muda.


"Memang benar kok, bapakku sudah kawin lagi, kawin siri diam-diam sama orang orang gila." jawab Miranda asal sambil menangis.


"Yang sabar nduk.. mau gimana juga dia itu bapakmu, orang yang sudah memberi kamu makan dari bayi." Tambah mbah Jiyem.


Setengah jam setelah kepergian para penjual jamu, Miranda belum beranjak dari duduknya. Mbah Putri (usianya sekitar 65 tahun, badanya gemuk, rambutnya semua memutih, namun gigi beliau masih bagus dan lengkap/tidak ompong). Ibu dari majikan Miranda itu baru saja pulang dari belanja di pasar tradisional, entah apa yang beliau cari sehingga siang hari harus pergi ke pasar.


"Kamu ngapain siang-siang duduk di situ?"tanya mbah putri pada Miranda.


"Kamu gak menemani momonganmu atau menyetrika?!". Tumben jam segini bengong kayak orang gak ada kerjaan saja!." pertanyaan yang diberikan mbah putri bertubi-tubi pada miranda.

__ADS_1


"Saya diijinkan istirahat sama ibuk(panggilan miranda pada majikan perempuanya)." jawab miranda sopan.


Meski mbah putri kerap membentak mira, namun sebenarnya niat beliau baik. Mbah putri hanya ingin mendidik miranda supaya mengerti tugasnya dan bisa melakukan pekerjaanya dengan benar. Mira memang baru berusia 16 tahun, dan di usianya tersebut seharusnya dia masih belajar dan menempuh pendidikan di kelas 1 SMA. namun keadaan ekonomi keluarga tidak mendukung sehingga miranda terpaksa bekerja sebagai pembantu rumah tangga di usia yang terbilang dibawah umur.


Sebenarnya sebelum bekerja sebagai pembantu disana, Miranda pernah menjalani pelatihan Kerja di sebuah PJTKI atau orang desa menyebutnya PT, lebih tepatnya jasa penyalur tenaga kerja Indonesia ke luar negeri.


Namun setelah kurang lebih tiga bulan di penampungan TKW miranda tidak juga mendapatkan Visa kerja karena badanya masih terlihat sekali kalau dia belum cukup dewasa/msih dibawah umur.


**Lalu bagaimana Miranda bisa bekerja di Surabaya sebagai pembantu rumah tangga dan bukannya dikirim keluar Negeri? ikuti terus kisah dari perjalanan hidup miranda dan keluarganya.


Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata, benar-benar terjadi. Bahkan beberapa dialog ada yang nyata, namun ada juga yang ditambahkan karena penulis tidak tahu apakah benar demikian.


Ucapan Terima kasih kepada para pembaca setia yng sudah mengikuti kisah ini.πŸ™πŸ™πŸ™mohon dukungannya agar penulis dapat terus melanjutkan kisah ini hingga selesai**

__ADS_1


__ADS_2