
Arti berjalan menuju rumah bu naya dan mengetok pintu bu Naya, disana dia melihat isna sedang tertawa melihat film anak yang lucu sambil makan kue sampai belepotan. Setelah bertemu bu Naya, arti ijin pada bu naya membawa pulang adiknya.
"Bu Naya, maaf saya datang menjemput isna mau saya ajak pulang." kata arti pada bu naya sopan.
"iya.. gak apa-apa, sepertinya adikmu juga belum mandi tadi."jawab bu naya.
"iya bu.. tadi ibu bilang isna bangun tidur langsung keluar lewat jendela, karena pintu ruang tamu dikunci."kata naya lagi
"iya sana lekas bawa adikmu pulang, ibu gak mau berlama-lama sama isna, bisa-bisa isna gak tak ijinin pulang loh.. saking gemesnya Bu dhe."kata bu naya lagi sambil mencubit pipi isna dengan gemas.
Setelah ijin, arti pamit pulang dan menggendong isna karena isna tadi tidak mengenakan sandal.
Bu Malika memeluk anak bungsunya sambil menciumi pipinya gemas, bulir airmata kebahagiaan mengalir begitu saja saat melihat isna digendong kakaknya.
"Kamu kemana saja naaaak.. ".kata bu malika sambil memeluk putri bungsunya.
__ADS_1
"Maem emen ama iat ipi". jawab isna berusaha setegas mungkin berucap.
Tetangga yang melihat kejadian tersebut tertawa karena gemes sekaligus senang ternyata isna tidak hilang.
Setelah memandikan dan menyuapi isna, bu Malika menemani isna tidur siang. Sore menjelang namun pak Kuseno tak kunjung datang.
Bu malika melanjutkan aktifitas sorenya, bersantai, menemani anak bermain fan menyapu halaman. Bu Malika baru sadar jika suaminya dari tadi sejak pamit pergi mencari isna namun sampai hmpir maghrib belum juga pulang. Bu Malika tiba-tiba tetingat kembali pada cerita pak Rt waktu itu, bu malika menjadi panik, cemas, marah, sedih dan khawatir jika hal tersebut benar-benar terjadi.
Jam di dinding menunjukkan pukul 10, "ini sudah malam hari tapi kenapa sumiku belum juga pulang"batin bu Malika."
Bu malika cemas dengan apa yang pernah diceritakan pak Rt kepadanya.
Miranda berteriak memanggil ayahnya sekeras mungkin sembari tersentak dari tidur lelapnya.. Ayah... !!!
Majikan : Ada apa mir?! terdengar suara Seorang wanita bertanya padanya..
__ADS_1
Mira : Waktunya Sahur bu..
Majikan : Oh iya.. bapak biar ibu bangunkan..
Mira tersentak dari tidurnya karena dia bermimpi ayahnya di kampung.. Ia melihat bapaknya makan nasi yang dibungkus daun pisang dengan 3 pisau di dekat lauknya.. Namun tiba2 bapak mira menengadah ke atas karena seorang wanita menusuknya di bagian punggungnya.. Mira melihat jam dinding.. Waktu menunjukkan pukul 03.15 wib,dia masih tidak mengerti apa arti dari mimpinya..
Ayah..
Apa kabar kau di sana?! Masihkah kau menganggap kami anakmu... ?! Tanya mira dalam hati..
Terdengar suara ibunya diujung telpon yang ia genggam..
Ya.. Siang harinya Ibu mira menelponnya, ia bercerita tentang bapaknya yang menikah lagi tanpa sepengatahuan kami sebagai keluargannya.. Sambil menangis terisak "ibu minta kamu pulang sebentar saja nak.. Ibu butuh tempat untuk berbagi.. Kakakmu di jakarta tidak pernah telpon dan tidak pernah kirim uang sama sekali.. Sedangkan ibu tidak bekerja dan harus membayar biaya sekolah adikmu.. "
"Mira.. ternyata ayahmu sudah lama seperti ini, dia menyembunyikan semuanya dari kita". Suara bu Malika diujung telpon sambil terisak.
__ADS_1
Setelah menerima telpon dari sang ibu, Miranda memohon ijin pada majikannya dan menceritakan tentang kondisi keluarganya saat ini. Dia diijinkan pulang oleh majikannya, bahkan sang majikan memberi dia uang saku yang lumayan banyak untuk membantu masalah keuangan ibunya. meski cerewet, majikan mira bukan orang yang pelit.
Siang itu mira pulang ke rumahnya, dia diijinkan libur 2 hari dan setelah dua hari dia harus segera kembali bekerja.