Inikah Hidup

Inikah Hidup
Kenangan di PJTKI 2


__ADS_3

Miranda melihat ke sekeliling dapur, hanya kegelapan dan ada pintu yang tertutup. seharusnya jika kedua temannya telah masuk ke dapur, dia tidak mendengar suara pintu dibuka. Miranda semakin bingung dan berteriak-teriak memanggil nama kedua temannya.


"Murti.. Laila... kalian kemana?!teriak miranda berulang kali.


"Kami disini, dikamar mandi."jawab murti dari arah kamar mandi.


Miranda semakin bingung, bukankah tadi kedua temannya ada dihadapannya? bukankah kedua temannya baru saja berbelok dan yiba-tiba menghilang, lalu bagaimana bisa mereka sudah di kamar mandi?


Siapakah yang tadi ada dihadapan Miranda dan tiba-tiba menghilang begitu saja?!". Miranda bingung, dan setengah menangis karena dia terlalu bingung.


Miranda segera tersadar dari pikirannya sendiri dan segera berlari kearah teman-temannya di kamar madi.


*B******k*kalian.. , katanya mau nunggu depan pintu, kenapa aku ditinggal coba". bentak miranda pada kedua temannya.

__ADS_1


kedua teman miranda hanya tetkekeh menanggapi omelannya


"Lah kamu sih, ditunggu lama banget gak keluar-keluar dari kamar, kami kira kamu gak jadi ikut."jawab laila.


Setelah menyelesaikan kegiatan mereka di kamar mandi, miranda dan kedua temannya berpindah ke area berwudhu dan setrlahnya mereka ke mushola PT yang terletak di sisi kanan bangunan kamarnya.


Miranda menoleh kearah dapur untuk memastikan apakah tadi benar-benar ada yang berjalan kearah sana atau memang miranda hanya diganggu. Entahlah.. miranda baru berani bercerita pada kedua temannya saat siang harinya.


Hampir setiap hari murti membujuk miranda untuk kabur dari PT, namun miranda selalu menolak.


Hingga suatu malam murti dan miranda benar2 kabur dari penampungan TKW. Mereka melompat dari lantai 2 dan berjalan tanpa tujuan. Beruntung ketika mengetuk salah satu pintu rumah di daerah Condet jakarta timur, mereka dipersilahkan masuk dan diberi tumpangan oleh keluarga pak Subiyakto mereka tinggal disana hingga satu minggu lamanya. hingga akhirnya mereka bisa kembali ke rumah mereka masing-masing.


BACK

__ADS_1


Hardi Pratama Pengacara yang karirnya mulai menanjak, karena dia sebenarnya dilahirkan di keluarga yang biasa saja. Namun, atas kebaikan pamannya yang tinggal di Kota Surabaya.Pak Hardi bisa kuliah dan menjadi pengacara seperti sekarang ini. Namun itu semua tidak gratis, Hardi harus meninggalkan kekasihnya dan menikahi anak pamannya sebagai gantinya.


Hardi bersedia menikahi sepupunya itu, dan mendirikan rumah di sebelah rumah pamannya meski sebenarnya menurut adat tidak diperbolehkan menikahi saudara dekat. Hardi dan Lastri menikah dan dikaruniai dua anak perempuan. Sebenarnya Hardi berharap mendapatkan anak laki-laki, namun karena sang istri belum siap hamil lagi hardi pun berselingkuh dengan Seorang perempuan bernama astuti yang tinggal di Kota Surabaya Selatan. Di keluarga itulah Miranda bekerja sekarang.


Siang itu sepulang dari pasar mbah putri memaksakan duduk di sebelah miranda karena tiba-tiba sesak nafas dan wajahnya semakin pucat, beliau juga kesulitan berkata. Miranda yang kaget langsung berlari ke dalam rumah untuk memanggil majikan perempuannya yang sedang menonton acara gosip di lantai dua.


"Buk.. Mbah putri buk... tolong... cepat buk... ".teriak miranda panik setengah berlarian.


"Kenapa mbah putri?!"kamu kenapa panik gitu?.tanya bu lastri sambil berlari pada miranda.


Mbah putri pov


Sepulang dari pasar aku tiba-tiba merasakan sesak nafas dan kesulitan bicara, hingga aku berusaha keras berjalan menghampiri pembantu anakku untuk meminta bantuan darinya. Mungkin karena belum sarapan, jadi aku kena masuk angin dan mungkin karena jantungku juga kurang sehat.

__ADS_1


__ADS_2