
Malam itu bu malika senang sekali mendapatkan oleh-oleh dari pak kuseno. Bu malika lupa pada cerita pak rt tadi.
Setelah membersihkan dan memasak ikan tersebut bu malika, pak kuseno dan keluarga makan malam bersama. Mereka terlihat bahagia karena memiliki kepala keluarga yang bertanggung jwab dan sayang pada anak dan istrinya.
Keesokan paginya Miranda diajak pergi bekerja ke Surabaya oleh tetangganya. Cak supri, dia bekerja sebagai tukang bangunan dan kebetulan bos pemilik rumah tempat dia bekerja membutuhkan pembantu untuk membantunya menjaga anaknya. Keluarga Miranda mengijinkan karena selain mereka tidak bisa memasukkan miranda ke SMA bapak dan ibu miranda juga serba kekurangan. Bahkan lampu rumah mereka masih menggunakan lentera karena tidak mampu membayar listrik meski hanya menumpang listrik tetangga.
"Bu.. pak.. miranda pamit dulu, nanti kalau sudah sampai miranda kabari lewat mbak rindi tetangga depan ya.. ". ucap miranda
__ADS_1
Miranda pergi kerja tanpa dikasih uang saku, karena memang bu malika tidak diberi uang suaminya karena alasan uang hasil kerja sudah dibelikan ikan dan sisanya untuk beli bensin motor. Padahal sebenarnya pak kuseno menggunakan sisa uangnya untuk memanjakan perempuan yang kemarin bersamanya.
Bu Malika bahagia dengan kepergian miranda, karena bu malika yakin setelah miranda bekerja, ekonomi keluarganya akan lebih baik.
Bu malika benar-benar melupakn cerita pak rt tempo hari tentang suaminya yang berboncengan mesra dengan wanita lain. Semakin hari suami bu malika terlihat semakin perhatian pada anak dan istrinya, namun dibalik kebaikannya tersimpan rahasia besar yang bisa menghancurkan rumah tangganya sendiri.
Malm hari pukul 22.00 wib telpon rumah pak Hardi Mangunrejo majikan miranda berbunyi. pak Hardi adalah pengacara hebat berasal dari solo. beliau menikah dengan anak pamanya sendiri yang tinggal di Kota Surabaya dan di kruniai 2 anak perempuan Ines dan Indah.
__ADS_1
"Halo.. apa bisa saya berbicara dengan miranda? saya ayahnya". jawab orang di seberang telpon.
"miranda telpon buat kamu!"panggil pak hadi geram. "saya kasihan melihat kamu miranda.. setiap tanggal gajian selalu saj keluarga kamu menelpon minta uang, gak pernah menanyakan kabar kamu!". ucap pak hardi geram sembari menyerahkan gagang telpon pada miranda.
Malam itu seperti biasanya, tiap akhir bulan ayah miranda menelpon untuk meminta uang yang katanya digunakan untuk membayar cicilan motor yang dipakai mengojek. Motor ayah miranda memang masih nyicil dan baru 1 tahun cicilan.
Seperti biasanya, miranda selalu mengiyakan permintaan ayh dan ibunya yang seringkali menelpon hanya untuk meminta dikirim uang. Meski orang tua miranda tidak pernah menanyakan keadaannya, namun miranda tidak pernah ambil pusing dengan hal itu. Miranda hanya fokus pada cita-citanya yaitu melihat keluarganya bahagia dan tidak pernah kekurangan.
__ADS_1
Setelah mendapat telpon, pagi hari miranda >amit pada majikannya untuk mengirim sejumblah uang yang diminta ayahnya, dia tidak pernah tahu kalau ternyata uang yang dia kirim digunakan bapaknya untuk bersenang-senang dengan perempuan yang sudah menjadi simpanannya.
Semakin hari ayah miranda semakin menjadi, dia sering tidak masuk bekerja dan tentunya hal ini tanpa sepengetahuan bu malika. untuk kebutuhan sehari-hari pun bu malika harus ngutang ke pemilik warung. Bu malika berharap nanti saat miranda pulang akan membawa banyak uang dan akan bisa membayar hutang serta membeli kebutuhan rumahny.