Inikah Hidup

Inikah Hidup
Kemana isna


__ADS_3

SEBELUM MEMBACA BANTU LIKE DAN KASIH BINTANG DISEBELAH KANAN YA KAK... TERIMA KASIH😊


Semakin hari pak kuseno semakin menjadi, dia semakin lupa dengan anak dan istrinya.


"Mas.. aku hamil",ucap ghina.


Ghina adalah nama perempuan itu, selingkuhan pak kuseno. Janda dengan 4 anak dari ayah berbeda-beda. 4 kali Ghina menjanda karena empat kali pula dia menikah siri dengan suami orang.. Nasib seorang wanita tuna susila bila sudah terjerumus memang suram. Saat ini Ghina hamil anak pak kuseno sehingga pak kuseno terpaksa menikahinya secara siri.


Tentunya keluarga pak kuseno tidak ada yang tahu, karena pak kuseno selalu pulang seperti biasa dia pulang bekerja. namun jam kerja selalu pak kuseno habiskan di rumah ghina.


"Pak.. ibuk mu bekerja saja di warung, beberapa buln bapak tidak pernah memberi uang untuk belanja. Sedangkan untuk makan kita sehari-hari selalu meminta kiriman uang gaji miranda."kata bu malika pada suaminya.


"jangan kerja, aku masih mampu menghidupi kalian. "kata pak kuseno pada bu malika.


Meski tak pernah lagi memberi uang belanja, pak kuseno menganggap dirinya masih bisa bertanggung jawab dan dia merasa sudah memenuhi kebutuhan keluarganya.

__ADS_1


Pagi itu pak kuseno pamit pergi bekerja membuat batu bata merah di pekarangan rumah tetangga kampung sebelah. Sedangkan bu malika belanja ke warung lalu memasak. Yani anak ke-3 bu malika bersekolah sedangkan isna anak bungsu mereka masih tertidur.


Waktu menunjukkan pukul 10 pagi, bu malika yang mencuci perabot bekas memasak tidak mengetahui putri bungsunya bangun dan memanggil-manggil.


"Ayah.. , ibu.. Suara isna memanggil ayah ibunya kurang jelas, karena dia belum bisa lancar bicara. Isna berusia 1.5 tahun dan masih belum jelas saat bicara. Namun dia sudah bisa berjalan.


Isna memanjat jendela ruang tamu untuk mencari ayah dan ibunya, dia belum bisa membuka pintu rumah. Tapi karena jendela ruang tamu mereka pendek, jadi isna bisa memanjat dan keluar rumah dengan leluasa.


Isna berjalan ke arah jalan umum/keluar dari gang rumah mereka, tiba-tiba seorang perempuan menghampiri isna dan menggendongnya. Isna menurut dan mau saja dibawa perempuan tersebut.


Bu Malika segera berlari keluar rumah sambil berteriak-tetiak memanggil nama putri kecilnya.


" Isna.. Isna... dimana kamu nak?!". Teriak bu malika sambil berlari mengarahkan pandangan ke segala penjuru.


Bu malika bertanya pada para tetangga, namun tidak ada yang melihat isna. Bu Malika semakin panik dan berlarian kesana kemari mencari putrinya. Setiap orang yang ditemui bu malika tanya. Namun tak satupun yang melihat isna putri kecilnya.

__ADS_1


"Isna.. dimana kamu nak.. ?!" Bu Malika menahan tangisnya sambil berlarian sambil terus mencari putrinya. Bu mlaika merasa lelah, namun isna tak kunjung dia temukan. Bu malika putus asa dan kembali pulang dengn wajah sedihnya.


Tetangga dekat rumahnya bertanya apakah isna sudah ditemukan, namun jawabannya tetap sama seperti semula"belum ketemu".


Dimana isna.. siapa yang membawa isna pergi, tak mungkin anak sekecil itu bisa pergi jauh tanpa ada yang membawanya.. isak bu malika.


Siang hari pukul 12.00 isna belum juga ditemukan, pak kuseno pulang untuk makan siang dan beristirahat siang sejenak.


"Pak.. isna hilang, sudah aku cari kemana-mana tapi tidak ketemu". isak bu malika.


"Kamu itu.. ! bagimana bisa dia hilang?!"tidak bisa jaga anak kamu!" Bentak pak kuseno karena tidak terima anaknya hilang.


"tadi ibu masak lalu cuci piring setelah ibu lihat isna sudah tidak di kamar pak". jawab bu Malika.


Pak Kuseno tidak jadi makan, dia langsung pergi membawa motor dan berkeliling menyusuri kampung untuk mencari isna putri bungsunya.

__ADS_1


KEMANA ISNA? SIAPA YANG MEMBAWA ISNA? BU MALIKA DAN PAK KUSENO BINGUNG DAN PANIK, MEREKA TERUS BERUSAHA MENCARI ISNA SAMPAI KETEMU.


__ADS_2