
Sore itu, pak Hardi baru saja pulang dari kantor. Hardi pratama membuka praktek di gedung Graha Pena Surabaya, semakin hari karirnya semakin menanjak. Hardi dikenal sebagai orang yang dermawan dan suka menolong orang lain. Sedangkan Lastri, istrinya pak hardi terkenal cerewet dan juga pelit.
Suatu hari ada seorang tetangga hardi ada yang terkena masalah hukum, karena berasal dari keluarga miskin orang tersebut hanya bisa pasrah dan menceritakan masalahnya pada tetangganya.
Nasib baik berpihak padanya, sebut saja tini. Kisah tini terdengar sampai ke telinga pak Hardi, hardi berpesan pada tetangganya tersebut, "jika bu Tini butuh bantuan pengacara, saya bersedia membantu tanpa imbalan apapun bu.
Mendengar pernyataan pak Hardi, bu Tini merasa memiliki harapan. Dia berharap masalah yang dihadapi suaminya segera terselesaikan. Hingga tiba waktu sidang.
Pak hardi selalu serius dalam menangani masalah hukum, baginya berhadapan dengan meja hijau adalah hal yang biasa. Berkat kehebatan hardi pratama, kasus yang dialami keluarga tini dapat diselesaikan hanya dalam waktu tiga minggu diputus tidak bersalah. Tentunya semua itu berdasarkan bukti dan saksi yang ada.
Bagi Hardi Pratama membela yang benar terutama orang lemah adalah suatu kewajiban. Meski kadang hanya dibayar dengan ucapan terima kasih saja sudah cukup.
"Ma.. aku boleh gak nikah lagi?!" kata pak hardi secara tiba-tiba dan membuat lastri kaget.
__ADS_1
"Apa pa.. ?!mama kurang jelas". Jawab Lastri pura-pura tidak mendengar ucapan suaminya.
"Ma.. aku suka sama seseorang, dia orang yang baik dan tidak matrealistis."ucap hardi lagi.
"Pa.. ! kurang kamu membuatku sakit?! dulu kamu selingkuh sama perempuan itu aku maafkan. Tapi sekarang kamu mau nikah lagi sama orang lain!!!" Bentak lastri sambil menangis.
"Mama gak akan ijinin papa menikah lagi!memangnya siapa wanita yang akan papa nikahin?! tanya bu malika setengah berteriak dengan menahan tangis yang sudah keluar.
Sebenarnya yang membuat pak Hardi ingin menikah lagi bukan karena body dan wajah istrinya yang tidak cantik, tetapi bagi pak Hardi, bentuk tubuh dan sifat seorang wanita adalah yang utama, terutama bentuk dada dan kesabaran yang tidak dimiliki oleh Lastri istrinya.
Hampir setiap hari hardi dan istrinya berdebat membahas tentang diijinkan atau tidak pak Hardi untuk menikah lagi. Namun jawaban lastri tetap sama.
Sejak hari itu, sikap lastri pada miranda berbeda jauh. Setiap yang miranda lakukan selalu salah.
__ADS_1
"Miranda, kamu kalau tidur itu rengkurap saja jangan sesuka hati kamu." bentak bu lastri tiba-tiba.
"i.. iya buk.. memang kenapa ya?!".tanya miranda pada lastri.
"Kamu jangan banyak tanya, lakukan saja."bentak lastri geram.
Miranda mengiyakan saja ucapan majikan wanitanya itu, meskipun dia tidak tahu alasannya apa.
Semakin hari sikap lastri semakin tidak jelas saja pada miranda, dia sering marah tanpa alasan yang jelas. bahkan miranda makan pun lauknya diitung.
Miranda semakin tidak betah disana, setiap malam dia menangis secara sembunyi-sembunyi. "Miranda kangen emak, ucap miranda dengan berlinang air mata."
Miranda ingin pulang dan berhenti kerja, namun dia masih mempunyai hutang pada sang majikan. hutang yang digunakan keluarganya untuk nebus surat rumah yang digadaikan.
__ADS_1