
Siang itu mira pulang ke rumahnya, dia diijinkan libur 2 hari dan setelah dua hari dia harus segera kembali bekerja.
Mira kembali teringat pada pesan ayahnya dulu.
Saat itu, Mira tidak tau maksud dari sang ayah, kenapa ayah berpesan seperti itu.
flash back
"Nduk.. jagalah ibumu, kamu satu-satunya anak ayah yang bisa ayah andalkan. Kakakmu memang sudah bekerja di jakarta, tapi sampai sekarang belum juga bisa berkirim kabar, pamanmu/adik ibumu tempat kakakmu bekerja juga susah di hubungi..
Pesan ayah, Jaga ibumu, bahagiakan dia, bantu ibumu sebaik mungkin kau bisa.
Kalimat demi kalimat terlontar begitu saja, entah mengapa ayah miranda berpesan begitu.
"Memang ayah mau kemana?ayah gak apa apa kan?" Tanya miranda pada ayahnya.
__ADS_1
Back
"Miranda paham sekarang, gumam Mira dalam hati."
"Bu Mira ingat, waktu itu ayah pernah berpesan pada mira supaya mira menjaga ibu, menyayangi ibu dan membuat ibu bahagia.
"Memangnya ayahmu bilang apa Mir?"tanya ibu penasaran.
"Waktu itu mira tidak paham apa maksud ayah berpesan seperti itu, tapi sekarang mira tau bu." ucap mira yakin.
Mendengar cerita Miranda, raut wajah bu malika berubah, hatinya kini campur aduk antara kecewa karena di hianati, sedih, marah dan benci campur menjadi satu. Bulir bening mengalir di pipi bu Malika, wajahnya menunduk menahan air yang terlanjur jatuh itu.
Melihat kesedihan sang ibu, Miranda berjanji dalam hatinya untuk menjadi anak yang tak akan membantah ucapan ibunya asal beliau bahagia.
Setelah perbincangan itu, bu Malika menidurkan isna, sedangkan Miranda beristirahat di kamar yang dia tempati bersama arti.
__ADS_1
Semakin hari pak kuseno semakin berubah, dengan alasan kerja lembur waktunya lebih banyak dihabiskan diluar rumah tanpa peduli pada keluarganya.
Sudah berkali-kali Bu Malika menegur pak Kuseno agar menghentikan perbuatanya demi keluarga, namun suaminya selalu berkilah dan tidak mau mengakui perselingkuhannya.
Hingga suatu hari Kartu Keluarga dan KTP bu Malika yang selalu diletakkan di almari meletakkan televisi hilang. Bu Malika tidak menyadari hal tersebut karena beliau tidak pernah melihat atau membawa KTP saat bepergian, kecuali untuk pengurusan bantuan di kelurahan.
Pak Kuseno mengambil KTP Bu Malika dan KK atas saran adiknya yang tinggal 20 rumah dari rumahnya. Bibi Miranda itu selalu membenarkan setiap perbuatan kakaknya meskipun dia tahu hal itu salah.
Bagi ibu Miranda dibohongi suami dan adik iparnya adalah hal biasa, bahkan mertua dan para tetangganya juga selalu menganggap ayah Miranda tak pernah salah dalam mengambil keputusan meski kenyataannya tidak demikian.
"Mas pakai saja Kartu keluarga kalian dan KTP malika, gak usah bilang. Dia juga gak bakal tahu ktp-nya diambil." kata bibi Narni pada ayah Miranda.
Pak Kuseno pun selalu menuruti saran adiknya itu, karena mereka memang memiliki sifat yang sama dan kompak dalam hal seperti itu.
Bu Malika adalah istri yang sabar dan selalu menerima setiap perlakuan keluarga dan para tetangga suaminya itu, beliau berharap suatu saat nanti suaminya akan berubah lebih baik dan keluarga mereka bahagia. Namun harapan dan mimpi Bu Malika tidak pernah terwujud dan pak Kuseno tidak pernah berubah menjadi baik.
__ADS_1