
Sebelumnya saay minta maaf kepada para pembaca, karena fokus skripsi jadi gak bisa lancar waktu update nya.. jangan lupa dukung karya pertamaku ya.. para author, dengan like dan klik tanda bintang Terima kasih.
*Selamat membaca.
Pagi yang cerah, matahari bersinar menerobos dedaunan dan masuk menghangatkan penghuni perkebunan yang mengelilingi rumah mungil itu. Rumah keluarga Miranda memang berada di tengah perkebunan milik orang lain, perkebunan itu nantinya juga akan dibangun rumah.
"Alhamdulilah si kecil masih tidur,"bisik bu malika. Pagi itu sebelum matahari muncul dan menampakkan sinar hangatnya.. bu malika pergi ke warung yang berjarak 25 rumah dari rumahnya.
"Yu pat.. ,"panggil bu Malika pada perempuan yang berjalan di hadapannya. Bu Malika mengira perempuan itu adalah Yu/mbak Patimah tetangga sekaligus teman buruh tani di sawah. Bayangan berbaju puyih itu seolah semakin berlari ketika dikejar oleh bu Malika.
Sesampainya di jalan tikungn ke arah warung sayur, bayangan itu hilang dari pandangan bu Malika.
"Mbak Sarti.. yu patimah mana?tanya bu Malika pada penjual sayur.
__ADS_1
"Oooh yu patimah belum belanja, biasanya jam segini masih di mushola". Jawab mbak sarti.
"Aaaah masak sih?!"Sanggah Bu malika tidak percaya.. "Tadi kita barengan kesini kok, cuman waktu yu patimah jalannya di depanku." Jawab bu Malika.
"Nglindur ya.. ?atau jangan-jangan hantu rumah sakit masih ngikut sampran hahahahahaha "jawab mbak sarti sambil bercanda.
"Husss jangan di sebut lagi.. aku masih takut, mereka semua wajah dan penampilannya serem. " jawab bu malikan begidik karena mendengar ucapan mbak sarti Bu Malika jafi terbayang kembali pada wajah-wajah makhluk halus yang pernah mengganggunya.
"Sudah aaah pamit, jadi gak asik yang dibicarain serem, "Ucap bu Malika,.. "Bikin ingat mereka lagi deh" Setelah membayar Bu malika segera pulang.
Sesampainya di rumah, bu Malika segera memasak dan mempersiapkan sarapan buat keluarganya. Ayah Miranda bangun dan bergegas ke kamar mandi setelah itu ayah miraembantu istrinya mempersiapkan sarapan pagi.
"Bu.. nanti bapak pulang agak tlrat ya.. ?!Bapak ada lembur, beberapa hati ini kerjaan rame," Kata ayah Miranda pada istrinya.
__ADS_1
"Alhamdulilah pak, kalau lembur berarti kita bisa punya celengan buat mlester tembok. kata bu Malika. Rumah mereka memangasih terlihat batu batanya, karema untuk beli semen bakal menghaluskan tembok dengan semen mereka masih belum mampu.
" Maaf buk.. bapak lembur buat bayar utang koperasi yang bapak pakai untuk biaya persalinan. "jawab sang suami.
Malam itu ayah Miranda bilang kalau biaya melahirkan diambil dari pinj uang koperasi di pabrik pupuk, jaminannya cuma KTP dan kartu Keluarga.
Bu Malika percaya pada semua ucapan suaminya, dia tidak pernah curiga dan bertanya pada suaminya sendiri meski kenyataannya Bu Malika seringkali di bohongi oleh sang Suami.
Diam-Diam Suami Bu Malika memiliki hubungan dengan seorang perempuan tuna susila yang sering ngojek dan sudah jadi langganan ayah Miranda.
*Epilog*
Ooh ya.. guys maaf ya.. sampek lupa, Naa ayah Miranda Pak Kuseno ya thor.. Terima Kasih sudah mampir dan membaca Novl "Inikah Hidup"
__ADS_1
kisah ini terinspirasi dari sebuah keluarga yang jatuh bangun dan entah bagaimana nanti nasib keuarga Miranda. Nantikan dan baca terus ya.. dan jangan lupa dukungannya. Terima Kasih.βΊπππ