Inikah Hidup

Inikah Hidup
Hari Raya Idul Fitri


__ADS_3

Selamat pagi.. selamat hari raya idul fitri dek, buk, pak..


Pagi itu miranda beserta ibu dan adiknya sholat idul fitri di masjid di desanya, sedangkan ayah miranda tidur dan tidak mau di ganggu.


Sepulang sholat ied berjamaah, miranda menghampiri ibu dan ayahnya serta meminta maaf atas kesalahan dan kenakalannya selama ini. Dia membangunkan ayahnya untuk meminta maaf tapi sang ayah hanya menjawab Hmm.. sambil melanjutkan tidurnya.


"Yah.. mira minta maaf atas segala kesalahan mira ya, yah.. bangun dong yah... ".


"Hmm... kamu pergi kerumah nenekmu bersama adik dan ibumu saja, ayah masih ngantuk". jawab sang ayah.


Setiap hari raya ayah miranda tk pernah mau mengunjungi mertuanya, dia masih teringat dan dendam pada perlakuan mertuanya padanya dan anak istrinya dulu.


Meski miranda dan ibunya memaksa, pak kuseno tak pernah mau menuruti mereka.


Miranda beserta ibu dan adiknya pergi mengunjungi rumah nenek dengan berjalan kaki, suasana disepanjang jalan menuju rumah nenek sangat ramai orang dan mereka saling berjabat tangan dan saling meminta maaf satu dengan lainnya.

__ADS_1


Rumah nenek mira berada di Dusun sebelah, sehingga hanya butuh waktu 20 menit berjalan kaki. Tidak jauh, dan mengasyikkan, benar-benar suasana yang penuh keakraban karena di sepanjang jalan kita bertemu dengan banyak orang yang berjalan untuk bersilaturahmi.


Sesampainya di rumah sang nenek mereka dipersilahkan makan dan minum sepuasnya, karena suasana lebaran masakan yang dihidangkan bermacam-macam.


Saat miranda, adik beserta ibunya di rumah nenek. Ayah miranda bangun dan mandi, lalu berganti pakaian dan mengeluarkan motornya. Ayah miranda menstater motornya dan langsung pergi, ayah miranda pergi ke tempat perempuan yang menjadi simpananya selama 2 tahun terakhir ini, dan keluarga miranda tidak ada yang mengetahuinya. Bahkan ibu Malika sudah lupa dengan cerita dari pak Rt waktu itu.


Sore hari miranda, adik dan ibunya pulang kembali ke rumahnya sambil berjalan kaki. Sesampainya di rumah pintu rumah dikunci, untungnya bu Malika sudah hafal tempat menyembunyikan kunci rumahnya.


"Bapak kemana buk?" tanya miranda.


ibu tidak tahu bapakmu kemana, dan ibu pikir tadi bapakmu sedang sakit mangkanya tiduran.


Bu malika, miranda dan adiknya menunggu kepulangan sang ayah, namun sampai malam sang ayah belum juga datang. Karena jengkel dan marah pada ayahnya,malam itu sebelum pergi tidur miranda mengunci pintu dn jendela rumahnya rapat-rapat.


Karena sang suami yang tidak kunjung pulang, dua adik miranda menangis sampai mereka kelelahan dan tertidur. Kedua adik Miranda pingin diajak jalan-jalan ayah mereka menggunakan motor, namun sudah ditunggu sampai jam 12 lebih sang ayah tidak kunjung pulang, hingga akhirnya miranda memutuskan untuk mengunci pintu Rumah agar ayahnya tidak bisa masuk.

__ADS_1


Bruuuaaakkk suara pintu didobrak berkali-kali sampai akhirnya kuncinya rusak dan pintu itu terbuka. Ayah miranda langsung memasukkan motornya dan menutup kembali pintunya dengan diganjel kursi.


"Siapa berani mengunci pintu ini! sudah tahu aku belum pulang, masih saja dikunci. Dasar minta dimarahin malika ini." Teriak ayah miranda.


"aku yang ngunci, salah sendiri diajak keluar gak mau malah jalan-jalan sendiri sampai malam." jawab miranda dari arah pintu dalam rumah.


"Kamu itu.. ". gerutu ayah miranda.


"Ayah kemana saja, kenapa baru pulang?ayah gak perduli sama kami tapi malah jalan-jalan. teriak miranda.


Miranda adalah anak yang paling berani menegur ayahnya, di rumah tidak ada yang seberani miranda.


Hari itu menjadi hari yang berakhir dengan kekesalan karena ayah miranda seperti punya dunia sendiri, tanpa mau perduli pada anak dan istrinya. Bahkan setiap hari berangkat kerja namun tak pernah memberi uang pada sang istri.


Bukannya memberi uang, ayah miranda malah setiap bulan meminta kiriman pada miranda.

__ADS_1


__ADS_2