
Masalah yang dihadapi bu malika seolah tiada hentinya," inikah hidup".. batin bu malika setelah tersadar dan agak tenang.
Masalah yang datang bertubi-tubi, silih berganti dan tiada henti. Tidak hanya dari keluarganya, tapi juga suami dan tetangga. Bersyukur bu Malika memiliki Miranda sebagai anak yang pengertian, pekerja keras meski masih sekolah.
Keesokan harinya ayah miranda mengantar bu Malika periksa ke rumah sakit, untuk memeriksakan kenapa bisa sampai pingsan.
"Bagaimana istri saya Dokter?"tanya ayah miranda.
"Istri bapak sepertinya banyak tekanan pak", Jawab Dokter yang memeriksa.
__ADS_1
Saat Bu malika periksa ke rumah sakit, Adik bayi di tinggal di rumah bersama Miranda dan Nenek dari sang ibu. Sedangkan adik Miranda yang satu lagi bermain bersama Nenek dari pihak ayah.
Oweeeee.. Oweeeee... Suara adik bayi menangis kehausan, sementara sang ibu belum juga pulang dari Rumah Sakit.
"Miranda, belikan adikmu susu bayi, Nenek ada uang cuma sedikit, cepat adik sudah menangis ini". ucap nenek minah sambil bingung menenangkan sang bayi.
"Iya Nek, mana uangnya" jawab Miranda mengambil uang dan berlalu pergi ke toko untuk membeli susu. Miranda lupa tidak bertanya beli susu merk apa, yang dia tahu adiknya harus segera minum susu.
Sampailah Miranda di toko yang menyediakan segala kebutuhan pokok, dan ternyata susu bayi yang di carinya stoknya masih banyak, Namun ternyata pemilik toko adalah orang yang pelit, sehingga Miranda harus kembali pulang dengan tangan kosong tanpa membawa susu.
__ADS_1
Miranda segera memecah Celengan yang dia miliki dan bergegas pergi kembali ke toko yang tadi dia datangi. Sang nenek yang melihat kegigihan Miranda menjdi salut dan bangga meski tak terucapkan.
Selama ini miranda selalu menabung uang saku yang dia dapatkan dari orang tuanya, dia berniat tidak akan memecah celengan itu sebelum lulus sekolah. Namun, kini demi sang adik dia harus memecahkan celenganya.
Miranda tidak menyesal, dia malah merasa bangga karena bisa membantu keluarganya. Miranda memang bercita-cita menjadi orang yang bisa menolong banyak orang dalam hal kebaikan, dia juga mempunyai prinsip "LEBIH BAIK AKU YANG TERLUKA, ASAL KELUARGAKU BAHAGIA AKU RELA. Hidupnya selalu mengutamakan orang lain, sedangkan dirinya sendiri selalu di kesampingkan. Itulah sifat miranda, meski demikin ternyata miranda memiliki sifat yang cerewet dan apapun pekerjaan yang ada di sekelilingnya harus dikerjakan dengan sempurna, Jika tidak sesuai dengan harapannya, Miranda akan mengomel tanpa tentu arah.
Sejak kecil miranda selalu berkorban dan berusaha membahagiakan kedua orang tua dan keluarganya, namun ayahnya tak pernah menganggap pengorbanan Miranda. Sang ayah menganggap Miranda hanyalah anak kecil yang tidak tahu apapun tentang urusan orang dewasa, itulah yang sering Miranda dengar dari mulut sang ayah.
Ibu Miranda lebih sayang pada anto anak pertamanya, karena anto adalah satu-satunya anak laki-laki yang dimiliki keluarga Miranda.
__ADS_1
Sepulang dari rumah sakit bu malika terlihat lebih baik, karena dokter telah memberikan vitamin dan obat yang bisa menenangkan saraf, otot dan bisa menenangkan pikiran bu malika. Semakin hri kondisi bu malika sudah semakin membaik, beliau juga menjadi lebih tenang dan tidak lagi melihat bayangan ataupun penampakan, serta tidak pernah bermimpi buruk.