
miranda gk tahu apapun tentang pikiran orang dewasa.. setelah dibentak sang bibi dan melihat ayahnya dia pergi bermain di samping rumahnya (hampir setiap hari miranda bermain dikebun pisang sebelah rumahnya) dia bermain bersama sang kakak karena adiknya baru umur 2 tahun.
"dik aku mau pulang minum" ucap sang kakak sambil berlari masuk ke rumah. meski waktu hampir maghrib.. miranda masih asyik bermain panjat pohon pisang. kebiasaan kalau lihat pisang matang dia mengambil langsung dari tandannya di atas pohon.
menunggu sang kakak tidak juga kembali, miranda berniat masuk ke dalam rumahnya.
itu apa?kok melihat aku terus (Sebuah benda sebesar lepek/tatakan cangkir berwarna merah sedang mengawasinya) batin miranda sambil melihat ke arah kebun salak di seberang kebun pisang tempatnya bermain..
seperti dua mata saling memandang.. setiap gerakan miranda di ikuti tatapan itu. miranda ayo pulang mau maghrib ibu miranda memanggil, tanpa berfikir panjang miranda berlari masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
miranda gadis cantik, mungil dengan tubuh yang jenjang meski dia masih kecil kecantikannya begitu menawan. sang ibu mengakui kecantikan miranda berbeda dengan saudaranya yang lain.
malam hari tiba-tiba badan miranda menggigil, suaranya seolah tidak bisa keluar dari tenggorokannya. malam itu miranda bermimpi sedang dikelilingi banyak bayangan orang berjubah hitam dan kepalanya ditutup topi jubah itu, tangan mereka kotor dengan kuku yang panjang dan baunya seperti akar yang berbau wangi.
terasa sekali sesuatu menyentuh telinga, dahi, pergelangan tangan dan kakinya. dingin rasanya nyaman sekali, aroma bawang dan dlingu(sejenis akar akaran yang dianggap mampu mengusir makhluk halus). Ternyata ayah miranda yang memberi bobok kepada miranda. Bingung.. miranda terbangun dengan tubuh penuh keringat seperti habis dikejar-kejar hantu. yah.. miranda merasa bermimpi ketemu dengan hantu yang ingin mengambil nyawanya.
ke esokan pagi sang ayah menyapa miranda dan bercerita tentang kerjaanya yang menuntutnya tidak pulang lagi. miranda pergi ke sekolah bersama kakaknya.. sepanjang jalan dia mengingat tentang mata yang melihatnya sore kemarin, dia juga merasa mimpinya sangat menakutkan.
meski kaya heni tidak sombong, karena dia memang anak yang sangat baik hati, rendah diri dan juga murah hati. selama jam sekolah miranda merasa ada yang mengintip di jendela kelasnya. namun temannya bilang tidak ada apapun, miranda pun percaya pada temanya. mungkin hanya salah lihat atau mungkin orang yang kebetulan lewat.
__ADS_1
sepulang sekolah miranda bermain ke rumah Heni. pembantu heni wanita bisu tapi dia suka sekali bercerita dengan bahasa isyarat. miranda merasa takut namun dia mengiyakan setiap isyarat pembantu temannya itu.
Sepulang bermain miranda sangat senang sekali.. karena ternyata ada sepupu ayahnya yang baru pulang kerja dari jakarta. dia membawakan miranda apel yang sangat besar sekali.. sebesar bola sepak(tapi jaman sekarang gak pernah ada buah sebesar waktu itu).sepupu ayahnya menginap di rumah miranda sehingga rencana pindahan sore ini di batalkan.
malam hari miranda tidur bersama sang paman(sepupu ayahnya). miranda mengompol🤣🤣🤣kasihan sang paman yang terlalu lelah tidak menyadari itu dan baru tahu pada ke esokan harinya.
flashback
miranda mengompol dan dia terbangun, dia melepas bajunya lalu berjalan ke kamar tengah/kamar ibunya. dia mencari baju ganti namun tidak menemukannya. melihat seseorang berdiri di dekat jendela yang tertutup miranda mendekat.
__ADS_1
"buk.. ambilkan baju ganti aku, aku ngompol jangan dimarahin ya buk... " ucap miranda sambil memegang tangan perempuan yang dianggap ibunya. pada waktu itu miranda berbisik dalam hatinya "tangannya serasa lembut seperti kapas, empuk, dingin dan tidak seperti memegang tangan". tidak ada jawaban.. hanya senyum seperti orang meringis kesakitan.
TUNGGU EPISODE BERIKUTNYA YA PEMBACA.. MAAF TELAT UP KARENA KESIBUKAN TUGAS SKRIPSI DAN BANYAKNYA KERJAAN. SEKALI LAGI MAAF YA PEMIRSA...