Inikah Hidup

Inikah Hidup
Rahasia Aman


__ADS_3

Malam takbir idul fitri berkumandang, Bahagia bercampur air mata miranda rasakan karena malam itu Miranda sedang dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya. Sebelum pulang miranda mendapatkan uang gajinya utuh ditambah uang tunjangan hari raya dan tabungan uang jajan mingguannya yang ia dapatkan dari sang majikan. Meski majikan perempuannya pelit dan jahat, namun majikannya yang laki2 sangat murah dan baik hati pada miranda. Semua kebaikannya lantaran sang majikan dulu juga seorang yang tidak mampu dan berasal dari dusun di daerah solo.


"Buk.. pak.. Mira pulang membawa banyak uang untuk kalian," batin miranda sambil meneteskan air mata haru. Miranda terharu karena sang majikan tidak mengambil gajinya untuk membayar hutangnya. Mereka baru memotong setengah gaji miranda setelah hari raya dengan alasan keluarga mira lebih membutuhkan uang tersebut untuk belanja kebutuhan hari raya.


Pukul 7 miranda telah sampai di rumahnya, saat miranda masuk ke dalam rumah ternyata di ruang tamu ayah dan ibunya kedatangan tamu.


"Mira.. kamu sudah pulang nak?!ibu mau bicara sebentar."kata bu malika menyambut kedatangan miranda.


Bu malika menyusul miranda yang langsung masuk ke dalam rumahnya karena melihat orang tuanya masih menemani tamunya.


Di dalam kamar bu Malika bercerita pada miranda.

__ADS_1


"Mira.. maaf ya, apa kamu bawa uang nak?tanya bu malika pada miranda.


"ini buk.. Gaji sekaligus uang THR dan tabungan jajan miranda yang dikasih majikan mira..".jawab miranda sambil memberikan semua uangnya pada sang ibu.


Miranda tahu, jika orang tuanya lebih membutuhkan uang tersebut dibanding dirinya. Karena mereka harus menyekolahkan adik miranda no.3 dan harus memenuhi kebutuhan lainnya.


Sedangkan miranda tak membutuhkan uang itu karena dia tidak pernah membeli baju baru, make up, apalagi jajan berlebihan. Buat miranda membeli bakso 1 mangkuk saja sudah membuatnya sangan bahagia dan bersyukur.


Setelah menerima uang dari miranda bu malika menuju ruang tamu dan berbicara dengan tamunya.


"Terima kasih bu.. uangnya saya terima dan ini sertifikat rumahnya saya kembalikan."kata sang tamu sambil menyerahkan sertifikat rumah yang tadi digunakan mengancam bahwa rumah tersebut akan dilelang bank.

__ADS_1


Ternyata tamu itu pegawai yang ditugaskan bank untuk menagih hutang bapak buat biaya melahirkan adikku isna."batin miranda setelah ia mendengarkan percakapan sang ibu dengan tamu itu.


Ayah miranda hanya diam saja tanpa berkata apapun. Namun setelah tamu itu pamit pulang, ayah menghampiri miranda.


"Mira.. bapak minta uang juga seperti ibukmu itu, masak cuma dia yang kamu kasih uang banyak." pinta sang ayah pada miranda sambil menengadahkan tangannya pada miranda.


"Ya ALLAH pak.. uang darimana pak?itu uang miranda semua sudah mira kasih sama ibu semua." jawab miranda sambil menahan air matanya yang akan jatuh.


Bagaimana tidak sedih, miranda baru pulang sudah disambut membayar hutang dan bapaknya masih meminta uang padanya.


Padahal hutangnya hanya dua setengah juta, namun ayah miranda tidak pernah membayar atau mencicilnya, padahal selama ini mira menganggap ayahnya bekerja, dan setiap bulan juga meminta kiriman uang pada miranda. Lalu kemana semua uang itu?seharusnya sudah bisa melunasi hutang dan cukup untuk biaya makan sehari-hari.

__ADS_1


Miranda semakin kesal ketika ibunya bercerita bahwa kakaknya tidak pernah mengirimkan kabar, apalagi uang.


Selama ini hanya miranda yang tempat bu malika dan suaminya mengeluh, lalu bagaimana kabar kakak miranda?apakah dia masih hidup atau.... entahlah.. karena keluarga miranda tak pernah bisa menghubunginya.


__ADS_2