
******Terlahir dikeluarga miskin bukanlah kesalahan, namun merupakan anugerah dari TUHAN pada manusia. Di sana kita dituntut untuk sabar, dan menerima takdirnya agar kelak kita mampu menghadapi ujian hidupnya yang tidak ringan.
Saat kamu merasa masalahmu begitu berat dan bersedih* Ingatlah.. ada ribuan orang berharap bisa diposisimu, jangankan keluarga, bahkan untuk makan hari ini saja mereka harus berhemat agar bisa membayar kontrakan****. Itulah yang membuat Miranda selalu bersyukur, setidaknya keluarganya masih bisa tinggal ditempat yang layak tanpa harus mengontrak sana sini**.
Sebenarnya sebelum bekerja sebagai pembantu disana, Miranda pernah menjalani pelatihan Kerja di sebuah PJTKI atau orang desa menyebutnya PT, lebih tepatnya jasa penyalur tenaga kerja Indonesia ke luar negeri.
Namun setelah kurang lebih tiga bulan di penampungan TKW miranda tidak juga mendapatkan Visa kerja karena badanya masih terlihat sekali kalau dia belum cukup dewasa/masih dibawah umur.
flashback
"Kamu, siapa nama kamu?"tanya agen TKW pada miranda.
"Miranda pak."jawab miranda sambil mengernyitkan dahi.
"Kamu minggir dulu, badan kamu terlalu kecil saya tidak yakin kamu mampu bekerja." ucap agen TKW pada miranda.
Kejadian seperti itu tidak hanya berlangsung sekali dua kali saja. Sudah berkali-kali Miranda disisihkan saat pemilihan untuk mendapatkan visa.
hingga suatu ketika murti dan laila teman miranda mengajaknya kabur dari PT. Namun karena masih takut saat itu miranda tidak mengiyakan ajakan mereka.
Sebelum tidur miranda berpesan pada laila dan murti untuk bangun di sepertiga malam, mereka berencana akan sholat tahajud bersama-sama. Setelah mereka sepakat mereka bertiga pun tidur lebih awal.
__ADS_1
Alarm beker berbunyi, audah waktunya sholat tahajud. Laila dan murti bangun lebih dulu, mereka berdua menghampiri miranda yang masih malas beranjak dari tidurnya.
"Mir.. ayok, katanya mau sholat tahajud bersama-sama, buruan bangun." ajak laila.
"Iya buruan bangun, kebelet pipis nih." sahut murti.
"Hmmm bentar susah melek nih, rasanya masih ngantuk." jawab miranda sambil tidur.
Yaudah kami tunggu di depan kamar buruan, kita wudhu bareng-bareng." ucap laila.
Murti dan laila berjalan menuju ke kamar mandi karena murti sudah kebelet buang air kecil, karena setelah 3 menit menunggu miranda tidak juga keluar dari kamar.
Setelah keluar kamar miranda mengajak dua temannya yang mengobrol itu ke kamar mandi.
"Ayok buruan kita ke kamar mandi." kata miranda.
Setelah mendapat ajakan miranda, kedua teman itu berjalan tanpa menengok ke arah miranda, mereka juga tidak mengiyakan ucapan miranda.
"Kalian kenapa diam saja sih, jalannya jangan cepet-cepet dong!" ucap miranda sambil meraih pundak teman di depannya.
Ucapan miranda seperti tak mereka hiraukan, mereka pun seperti tak terjangkau oleh tangan miranda. Miranda ngedumel sepanjang jalan menuju kamar mandi, karena kedua temannya tak menjawab ucapannya.
__ADS_1
"Kalian kenapa diam saja sih diajak bicara juga."ucap miranda dongkol.
Miranda berjalan beriringan mengikuti kedua teman di depannya, namun saat seharusnya mereka belok ke kamar mandi, mereka malah maju setengah meter sebelum belok ke arah dapur.
"Kita mau kemana sih?kok gak kekamar mandi."ucap miranda sambil mengikuti kedua teman yang berhalan di depannya.
Tiba-tiba saat mereka sampai dibelokan ke arah dapur, miranda ikut berbelok. Namun alangkah terkejutnya miranda ketika dia berbelok dan sampai di depan dapur miranda melongo karena kedua teman yang berjalan di depannya menghilang tanpa jejak.
Miranda melihat ke sekeliling dapur, hanya kegelapan dan ada pintu yang tertutup. seharusnya jika kedua temannya telah masuk ke dapur, dia tidak mendengar suara pintu dibuka. Miranda semakin bingung dan berteriak-teriak memanggil nama kedua temannya.
"Murti.. Laila... kalina dimana?kemana kalian pergi?". Teriak miranda yang masih kebingungan.
"Aku dan murti di kamar mandi, buruan kesini." jawab laila dari arah kamar mandi yang berjejer sebelum arah dapur.
Miranda semakin bingung, bukankah tadi kedua temannya ada dihadapannya? bukankah kedua temannya baru saja berbelok dan tiba-tiba menghilang, lalu bagaimana bisa mereka sudah di kamar mandi?
Siapakah yang tadi ada dihadapan Miranda dan tiba-tiba menghilang begitu saja?!". Miranda bingung, dan setengah menangis karena dia terlalu bingung.
**MALAM, ADALAH WAKTU BERKELIARAN BAGI MEREKA YANG TAK TERLIHAT DAN BERBEDA DENGAN KITA. MEREKA SERING MUNCUL DAN BERKELIARAN SAAT MENJELANG MAGHRIB, SETELAH JAM 12 MALAM HINGGA MENJELANG WAKTU SUBUH.
MEREKA TIDAK BISA MENYAKITI KITA, MEREKA HANYA MENAKUTI KITA AGAR KITA LUPA, HANYA ALLAH YANG BERHAK DITAKUTI DAN DI SEMBAH**.
__ADS_1