Inikah Hidup

Inikah Hidup
inikah sayang ayah?!


__ADS_3

Di rumah ibu miranda berdebat dengan sang ayah"bisa bisanya kamu berbuat sesuka hati, kamu gak pikirin dia itu anakmu" ucap ibu miranda.


"aku capek hidup kekurangan terus, aku capek kerja banting tulang tapi tidak juga kaya" . bantah sang ayah..


Ternyata ibu miranda menemukan sesuatu dibawah kasur yang mereka tempati dan benda itu seperti jimat yang hendak digunakan menandai sasarannya yaitu miranda.. ayah miranda berniat menumbalkan miranda untuk bisa cepat kaya "syarat tumbal harus anak yang terpintar, tercantik dari saudara yang lainnya. waktu itu memang hanya miranda yang menonjol dari saudara lainnya. karena adiknya masih berumur 2 tahun dan belum bisa dilihat kelebihannya, kakak miranda juga tidak se cerdas miranda dalam hal apapun meski miranda lebih kecil.


ternyata alasan ayah tidak pindah karena dia tidak memiliki uang tabungan dan gak bisa cari tempat tinggal sehingga sang ayah memutuskan jalan pintas untuk mendapatkan uang. sang ibu yang tidak terima anak yang di lahirkannya ditumbalkan lebih memilih berpisah dengan sang suami. tetapi ayah miranda tidak bersedia untuk berpisah.. akhir cerita sore itu keluarga miranda jadi pindah ke desa sebelah (desa asal ayahnya miranda) mereka menempati Rumah peninggalan kakek miranda yang diberikan kepada bibi miranda (adik bungsu ayahnya mira).

__ADS_1


Mira :yaaah kenapa kita pindah rumah?!rumah kita kenapa yah?


rumah kita diminta sama nenek kamu (nenek dari ibu miranda) jawab sang ayah. terus kita tinggal di mana yah?tanya miranda lagi..


yaaaa tinggal di rumah bibi" jawab sang ayah.. miranda memang dekat dengan ayahnya, bahkan miranda sangat di sayangi oleh sang ayah. sang ayah melihat miranda dengan tatapan nanar"maafkan ayah yang berniat menumbalkanmu nak" dalam hati ayah miranda menyesali perbuatannya.


seminggu setelah pindah ke rumah sang bibi yang lama kosong. hujan deras masuk ke celah celah atap dan membuat basah rumah tanpa plafon itu. ayah miranda segera memindahkan kasur dan yang lainnya ke rumah sepupu ayahnya yang berdampingan dengan rumah sang bibi. bersyukur keluarga sepupu sang ayah baik hati semua, mereka mau membantu meski mereka tidak mendapat imbalan apapun.

__ADS_1


sore itu hujan deras mengguyur tanpa henti, miranda dan keluarga menikmati makan sore mereka. nasi aking yang dimasak lalu dikasih parutan kelapa dan telur dadar.. itulah makanan mereka sehari hari. karena kadang ibunya tidak dapat membeli beras.


kehidupan seperti itu tidak pernah dirasakan orang kaya pada umumnya.. berbeda jauh dengan miranda dan keluarganya. mereka serba kekurangan dan ketika mereka memiliki uang atau tabungan sedikit saja, keluarga istrinya mengganggu dengan cara meminta bagian rumah yang katanya mereka tempati dulu.


rumah bibi miranda telah lama kosong karena bibinya bekerja di luar kota dan hendak merenovasi rumah yang atapnya bocor semua. sedangkan nenek miranda menikah lagi setelah bertahun-tahun ditinggal mati suaminya..


sore itu setelah makan Bu dhe (itulah panggilan mira dan keluarga kepada sepupu ayahnya) dia bercerita pada miranda kecil "Kamu itu ya mir.. dulu paling suka makan pil KB ibumu.. sampai hbis satu baris loh, dan itu kamu lakukan setiap hari" kata bu dhe sambil tertawa. "masak sih bu dhe"jawab miranda..

__ADS_1


__ADS_2