Inikah Hidup

Inikah Hidup
Siapa 2


__ADS_3

ayah mira hanya diam mendengar cerita sang istri, memang dibelakang rumah yang mereka tempati terkenal sebagi kebun salak yang aneh. Karena pemiliknya pernah mengubur bayi bajang(bayi keguguran), juga ada kepala kuda dan banyak pohon yang besar.


Siang hari bu malika mencari kayu bakar dikebun salak tersebut, belum lama ia mencari tapi kayu menumpuk banyak sekali. Aneh.. tapi ibu mengabaikan keanehan tersebut, dia senang cepat selesai sehingga bisa segera melihat anaknya yang tidur pulas.


miranda pulang sendirian tanpa sang kakak, karena kakaknya suka sekali bermain layang-layang dan entah kemana lagi dia. Yeni, teman seumuran sekaligus sepupu mira. mereka berdua bermain panjat bonsai pohon beringin di depan rumah bu Dhe..


hari berjalan biasa saja tanpa ada hal aneh apapun.. suasana bahagia terasa bersama dengan kebahagiaan dan syukur mereka yang tinggal disana. Sore hari bibi miranda datang dari luar kota, dia mengajak mira dan keluarga berbelanja di pasar terdekat. Mereka beli kalung emas 2 satu untuk mira dan satu untuk adiknya. mira dan saudaranya semua dibelikan baju baru, buah buahan. Setelahnya bibi mira mampir ke toko bahan bangunan dan memesan semua kebutuhan untuk merenovasi rumahnya.


hari itu semua orang merasa bahagia, ayah mira pulang kerja juga membawa uang gaji yang rencananya akan di pakai untuk tambahan uang beli tanah. meski serba kekurangan.. keinginan mempunyai rumah sendiri sangat kuat.

__ADS_1


Dua bulan berlalu, kini rumah sang bibi telah berubah menjadi rumah gedung yang bersih dan nyaman "yang bebas dari bocor seperti sebelumnya".. bibi mira juga membeli televisi dan setelahnya sang bibi kembali bekerja di luar kota.


Ayah dan ibu miranda akhirnya bisa membeli tanah dengan harga murah.. karena tanah tersebut adalah tanah milik kakek tiri mira yang menikahi neneknya. Waktu berlalu, singkat cerita ayah mira membangun rumah bambu di atas tanah hasil pembeliannya bersama sang istri.


Rumah mungil ditengah perkebunan bambu dan pohon buah manecu serta pisang. letaknya tepat di belakang rumah sang nenek.. namun berjarak kebun pisang dan kebun manecu.


Suatu malam, ketika mira kepingin buang air kecil.. dia membangunkan ayahnya dan mira buang air kecil di depan rumahnya dengan membawa gayung. karena letak rumah ditengah perkebunan.. malam itu terasa ada yang aneh. Mira mendengar suara seorang wanita menangis tepat dibawah pohon Durian yang berjarak 2 meter dari tempatnya jongkok. Ayah dengar suara tidak?!tanya miranda..


"ayah gak dengar apapun, memangnya ada suara apa?!kucing ya?tanya ayah kepada mira. malam itu angin terasa berhembus seolah mengajak berbicara. Sepi, Sunyi, gelap, lembab dan hanya suara hewan jangkrik yang terdengar oleh sang ayah.. tapi tidak dengan mira. begitulah suasana malam ditengah perkebunan/di halaman rumah mira.

__ADS_1


tapi mira tidak melihat apapun.. sampai keesokan harinya terdengar kabar berita ada seorang warga kampung yang hilang entah kemana.. mereka tidak ada yang tahu sama sekali. mungkinkah wanita yang semalam menangis dibawah pohon Durian?! tanya mira lagi.


warga kampung panik dan mencari kesana kemari.. keluarga dari perempuan itu hanya menangis tanpa tahu dimana keluarga mereka yang hilang, karena setahu mereka, semalam dia tidur dengan pulas di kamarnya.. namun tiba-tiba saja menghilamg..


epilog


M.. kita lanjutin lagi nanti ya... sekarang istirahat dulu sejenak.


Semua kejadian terlihat nyata, namun tiba tiba seperti mimpi yang hanya lewat, karen Percaya gak percaya.. mereka ada disekitar kita.

__ADS_1


__ADS_2