Isi Hati

Isi Hati
Isi Hati ep 11


__ADS_3

Arga pun tetap tidak mengurungkan niatnya untuk segera beranjak dari tempat yang berisik itu.


"Yuk, ah," dengan langkah lunglai Arga pun melangkah pergi. Dan tak seorang pun bisa mencegahnya.


Rey kembali mengajak Dea untuk duduk dan bergabung dengan Mesya yang sendirian karena ditinggal Arga.


"Arga nggak nyakitin kamu kan, Mes?" tanya Dea pada Mesya.


"Nggak kok, De," jawab Mesya sambil menggeleng


"Bagaimana? apa kamu masih ingin melanjutkannya?" tanya Rey


"Dia menyenangkan, aku tidak ingin putus asa untuk mendapatkannya...," kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Mesya. Sungguh bukan karena Danish lagi sekarang ini Mesya ingin mendekati Arga, juga bukan karena uang yang sering di bisikkan Danish ketelinga Mesya, tapi karena dia memang terkesan dengan sikap Arga pada Mesya yang super cuek dan tidak menganggapnya itulah yang membuat Mesya menjadi sangat terkesan.


"Sungguh?" Rey kaget mendengar pernyataan Mesya sekaligus juga sangat senang karena Mesya tidak menyerah


"Iya, Rey. Aku benar-benar penasaran sama Arga, ternyata dia tidak seperti ceritamu maupun Danish. Dan kukira dia juga sangat menarik, kok. Aku suka. Aku langsung suka sama dia..."


"Kuharap kamu berhasil," kata Dea lagi kepada Mesya dengan nada senangnya."


"Kamu tahu? yang lain pasti akan langsung mundur pada perkenalan pertama. Tapi kamu ternyata gigih juga."


"Dukungan kalian lah yang paling aku butuhkan," ucap Mesya sambil memandang Rey dan Dea secara bergantian.


"Yes," Rey membalas dengan mantap, dia sangat berharap Mesya benar-benar bisa meluluh kan es batu seperti Arga, dan bisa mencair saat bersama Mesya.


Dan tiba-tiba saja Mesya seperti mendapatkan titik terang dihadapannya. Dan dia ingin menggapai titik itu. Menggapainya bersama Arga...karena dia dan Arga kini sama-sama sedang berada dalam lingkaran gelap yang mengikat begitu kuat. Tapi bagaimana kalau nanti Danish mengacaukannya? Bagaimana juga kalau Arga tahu bahwa niat awalnya hanya untuk uang?


"Arga, aku ingin melakukannya untuk cinta....


Dan niat tulus ku ini muncul begitu saja, tanpa ada yang memaksa. Mungkin karena Mesya mulai letih dengan permainan Danish. Walaupun begitu, Mesya juga belum bersiap-siap untuk mengejar Arga dab lari dari Danish. Semuanya masih terasa samar bagi Mesya.


 


***


 


"Bagaimana? berhasil?" sambut Danish ketika Mesya sampai dirumah kontrakannya.

__ADS_1


Benci rasanya, Mesya mendengar pertanyaan Danish. Kenapa Danish tidak cemburu?


"Ya."jawab Mesya sedikit malas


" Masa?" melihat wajah Danish yang mendadak cerah itu membuat dada Mesya terasa sakit. Seharusnya dia marah bila ada seorang lelaki uang yang mendekatinya, tapi ini...?


"Ternyata Arga cakep juga, ya?" ucap Mesya sengaja memanas-manasi, dan juga ingin mengundang rasa cemburu Danish. Mesya ingin melihat reaksi Danish seandainya dia memuji Arga di depannya.


"Ah, nggak lah, cakepan aku dong, dia nggak ada apa-apanya dibandingkan aku. Kelebihannya cuma kaya saja," sangkal Danish penuh percaya diri.


"Nggak percaya, kamu? aku justru suka tipe cowok seperti dia. Cool banget. Dan memang yang seperti lo sekarang ini yang banyak di gandrungi cewek-cewek."


"Oh, senang ya kamu?" Danish terkejut, sambil menatap dalam-dalam wajah Mesya.


"Ya. Kenapa?" tantang Mesya berani.


Danish hanya terdiam


"Bagaimana? Tidak perlu diteruskan, ya? Kasihan, kayaknya dia terlalu baik untuk kita tipu. Lagian pula, apa kamu nggak takut kalau seandainya aku benar-benar jatuh cinta padanya, dan benar-benar ingin mengejarnya, tanpa arahan darimu?


" Sudahlah, kamu jangan menakut-nakuti, pokoknya lakukan saja apa yang aku perintahkan. Sambil berusaha untuk mencoba agar perasaanmu tidak terikat padanya, tidak perlu merasa kasihan, tidak tega, atau apalah. Yang terpenting untuk sekarang ini kamu pikirkan saja masa depan kita berdua."


Mesya menghempaskan tubuhnya ketempat tidur. Masih terbayang lekat dibenaknya sosok Arga. Wajah lembut Arga yang dingin dan cuek, tapi memiliki tatapan yang lembut.


"Aku capek," kata Mesya seraya menyingkirkan tubuh kekar Danish." Aku ganti baju dulu, mau tidur. Kamu tahu kan aku tegang dan takut banget ngadepin Arga."


Danish mengeluh kecewa. Tapi dia berusaha untuk tidak marah, dia tidak ingin bertengkar dengan Mesya.


"Lalu kapan Rey akan mempertemukan kalian kembali?" tanya Danish seraya duduk disisi tempat tidur dan memandangi Mesya yang sibuk mengganti gaun pestanya dengan baju tidur. Dia benar-benar mengagumi tubuh kekasihnya itu.


"Entahlah."


"Harus jelas, dong."


"Aku akan membicarakannya dengan Rey nanti " jawab Mesya kemudian.


Danish sedikit terkejut mendengarkan jawaban santai dari Mesya.


"Rupanya kamu dan Rey pun sudah mulai akrab, ya?"

__ADS_1


"Ya, aku kan calon pacar sahabatnya," Mesya tersenyum manis tanpa beban. Dia dengan santai nya mengatakan itu kepada Danish


Danish agak risau juga memandangnya. Kenapa Mesya tidak merasa dipaksa? Padahal sebelumnya dia menolak dengan keras, tugas yang diberikan oleh Danish.


"Kamu tidak sedang mempermainkan aku kan, Mes? Danish menghampiri Mesya dan memamdangi gadisnya itu lebih dekat lagi. Dia benar-benar tidak bisa lagi menyembunyikan kecurigaannya. Apalagi setelah mendengarkan perkataan Mesya barusan, Danish merasa tidak senang.


" Mempermainkan bagaimana?" tanya Mesya tak mengerti.


"Jangan-jangan kamu tidak menemui Arga tapi justru pergi berkencan dengan Rey, atau mungkin juga kamu cuma pergi dengan Rey, kan? Lalu pada Rey kamu cerita tentang rencanaku...."


'Itu sama saja artinya dengan aku membunuh kamu, Dan!


"Dan kamu tahu? Membunuh kamu artinya bunuh diri untukku."


'Kalau begitu...,kenapa kamu kelihatan tanpa masalah? Bukankah pada awalnya kamu tidak suka dengan semua rencanaku?" Danish masih heran dengan sikap yang ditunjukkan Mesya.


"Ya, pada awalnya memang aku tidak suka dengan semua rencanamu, tapi setelah aku mengenal Arga, aku mulai suka padanya...," jawab Mesya jujur.


Mesya juga tidak tahu kenapa dia harus jujur kepada Danish tentang perasaannya.


"Mes....


"Kamu jangan bercanda. Aku serius, dan aku tidak menginginkanmu untuk jatuh cinta dengan si dingin Arga itu,tugasmu hanya membuatnya jatuh cinta padamu, dan bertekuk lutut di kakimu lalu menguras hartanya, dan kita akan menikah."


"Aku tahu, dan sekarang aku sedang menjalankan semua rencanamu itu. Tapi aku semdiry juga tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, Dan. Karena bisa saja yang akan terjadi malah sebalik nya,,aku yang bertekuk lutut pada Arga bukan dia."


"Aku benci gurauanmu, Mes. Nggak lucu!" kata Danish sinis.


"Kita sedang bicara serius, kita sedang memikirkan masa depan kita."


"Dengan cara yang serendah dan sehina ini?"


"Kamu ingin menentang ku?!" Danish mulai emosi mendengar perkataan Mesya


Mesya hanya menunduk


"" Kalau kau masih mencintaiku dan ingin menikah denganku, jalankan semuanya sesuai aturan dari awal. Jangan berpikir untuk membelot dari rencana."


"Kecuali kalau kau memang sudah berpikir untuk pergi dariku! Dan ingat, jangan sampai Rey tahu tentang hubungan kita yang sebenarnya."

__ADS_1


Kalau sudah dibentak begitu, Mesya merasa takut. Dan dia pun hanya bisa diam mendengarkan perkataan Danish.


***


__ADS_2