Isi Hati

Isi Hati
Isi Hati episode 23


__ADS_3

Mesya tersenyum senang saat tahu kalau Rey mau membantunya. Ia juga berterima kasih pada Rey.


" Rey, makasih banyak ya, kamu masih mau membantu ku. Aku tahu kamu memang orang yang baik." puji Mesya.


" Hmm, gak juga. Ini cuma bentuk rasa kasihan ku ke kamu aja." jawab Rey lagi.


" Apapun itu, aku berterimakasih banyak ya Rey, kabari aku hari dan jam janjian nya. Aku tunggu loh..." kata Mesya lagi, sebelum ia berpamitan pulang dari rumah Rey.


Dea yang duduk di samping Rey tersenyum. Ia tahu, kekasihnya itu pasti mau membantu sahabatnya. Apapun dan bagaimanapun, asal sahabat nya Arga bisa kembali tersenyum.


*


Hari yang ditentukan tiba. Seminggu sebelum hari H, Rey membujuk Arga mau pergi dengannya ke sebuah Caffe untuk menikmati Dessert baru di Caffe itu. Tidak hanya Rey, Dea pun ikut serta membujuk Arga.


Arga baru saja tiba di Caffe. Ia disambut oleh pelayan. Pelayan pun mengantar Arga ke meja yang telah dipesan oleh Rey. Arga terkejut, saat ia melihay Mesya di meja yang dipesan Rey.


"Mesya ... " panggil Arga.


"Arga ... " panggil Mesya tersenyum senang, tetapi tiba-tiba senyumam Mesya memudar. Ia meras tidak berhak lagi baginya untuk tersenyum menyapa Arga.


"Apa ini? bukanya aku janjian sama Rey sama Dea. Kenapa kamu di sini?" tanya Arga kebingungan.


"Oh, itu. Maafin aku. Aku yang minta mereka buat atur ini. Aku mau ketemu sama kamu, Ga." jelas Mesya.


Arga mengernyitkan dahi, "Ketemu? buat apa lagi, Mes?" tanya Arga.


Mesya melihat kiri dan kanan, "Apa bisa kita pindah tempat? di sini terlalu ramai. Aku nggak akan meminta banyak waktumu, Ga. Sebenatar saja, ayo kita bicara. Aku mohon ... " melas Mesya. Ia memohon pada Arga agar bisa bicara berdua saja.


Arga merasa tidak tega, "Ayo, ikut aku." ajak Arga.


Arga berbalik dan berjalan. Mesya mengikuti Arga, berjalan di belakang Arga. Arga membawa Mesya ke taman tidak jauh dari Caffe. Taman terlihat sepi, hanya ada segelintir orang.


"Katakan, apa yang ingin kamu katakan, Mes." kata Arga.


Mesya menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskan napasnya. Beberapa kali ia mengatur napasnya. Ia merasa tegang juga gugup. Mesya menadahkan kepalanya menatap Arga, ia menggigit bibir bawahnya sampai berdarah. Mesya tidak sadar akan hal itu. Sampai Arga menegurnya, meminta Mesya untuk tidak menggigit bibirnya lagi.


"Hei, apa yang kamu lakukan. Jangan gigit bibirmu." kata Arga. Tanpa sadsr mengusap dagu Mesya.


Mesya kaget, "Ah, ma-maaf. Aku nggak sadar." kata Mesya malu. Ia menunduk mengusap bibirnya.

__ADS_1


"Apa yang kamu mau katakan, Mes. Kenapa kamu begini pada saat aku berusaha mati-matian mau ngelupain kamu." batin Arga.


"Gimana ini? aku harus ngomong dari mana? aku gk tau ngomong apa ke Arga." batin Mesya.


"Mes ... " panggil Arga.


"Ga ... " panggil Mesya.


Keduanya saling memanggil satu sama lain di waktu yang bersamaan.


"Oh, kamu duluan." Kata Arga.


"Kamu aja, Ga. Silakan bicara." kata Mesya.


"Apa yang mau kamu omongin?" tanya Arga.


"Aku mau minta maaf ke kamu. Buat semuanya, terutama kejadian kemarin. Aku cuma mau bilang, aku memang salah. Aku ngaku salah. Aku nggak akan bela diriku benar. Awalnya aku hanya dibutakan cinta pada Danish, sehingga aku mau diperalat olehnya. Tetapi aku sungguh nggak ada niatan nyakitin kamu. Aku juga sudah berusa bilang ke Danish buat stop, tapi nggak bisa. Danish selalu ngancam aku, Ga. Aku juga tertekan, aku harus bohongin kamu. Aku juga gak mau ditelantarin Danish. Maafin aku. Aku bener-bener nyesel dan cuma bisa minta maaf ke kamu. Aku salah, Ga. Maaf. Maaf ... " jelas Mesya meminta maaf.


Hati Arga pedih, mendengar penjelasan Mesya juga tangisan Mesya. Sungguh, ia sangat menyayangi Mesya, tetapi ia juga merasa hancur oleh Mesya.


"Lalu ... " kata Arga masih tetap berpura-pura tenang.


Deg ... deg ... deg ...


Jantung Arga berdegup kencang.


"Maksudmu pamit?" tanya Arga.


"Danish minta aku nikah sama dia. Meski aku belum kasih jawaban, aku juga masih perlu pertimbangin dia dulu. Kita 'kan nggak akan bisa bersama. Terlebih aku sudah nyakitin kamu. Karena itu, akupun nggak mau berharap sesuatu yang nggak pasti. Ini pertemuan terakhir kita, Ga. Satu hal yang pasti. Meski akhirnya aku dan Danish menikah, cintaku, hatiku cuma buat kamu. Aku nggak bisa mencintai Denish lagi. Karena aku hanya mencintaimu. Cuma kamu, Arga. Maafin aku, Ga. Maaf. Makasih buat semua waktu yang kita lewati bersama. Semoga kamu selalu bahagia. Selamat tinggal, Ga." kata Mesya berpamitan.


Mesya menangis, ia pun segera berbalik dan hendak melangkah pergi. Belum sampai kaki Mesya melangkah, Arga sudah merengkuh tubuh Mesya. Arga memeluk Mesya dari belakang. Menyembunyikan wajahnya ke punggung Mesya.


Mesya kaget, "A-arga ... " panggil Mesya.


"Beginikah caramu mencintaiku, Mes? setelah kamu mendapatkan hatiku, kamu hancurkan. Kamu datang, berpamitan lalu pergi?" cecar Arga.


"A-aku ... a-aku ... " kata Mesya terbata-bata.


"Jika kamu mencintaiku. Kamu tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. Kamu hanya boleh menikah denganku. Orang yang kamu cintai." kata Arga.

__ADS_1


Mata Mesya melebar, "Apa?" kaget Mesya.


Arga membalikan tubuh Mesya, "Kamu harus bertanggung jawab padaku, Mes. Harus. Aku menuntut pertanggung jawabanmu." kata Arga terlihat serius.


"Ta-tanggung jawab? tanggung jawab a ... " kata-kata Mesya terhenti. Karena Arga tiba-tiba saja mencium bibir Mesya.


"Umh ... " desah Mesya. Mencengkram kuat lengan Arga.


"Kenapa dia begini? Arga kenapa jadi begini?" batin Mesya bingung.


"Kamu nggak bisa lari dariku, Mes. Aku nggak akan izinin kamu nikah sama laki-laki lain. Sekalipun itu Danish, kekasihmu." batin Arga.


Arga mencium bibir Mesya cukup lama. Ciuman itu semakin dalam. Arga bahkan menghisap bibir bawah Mesya yang terluka. Puas mencium, Arga melepas ciumana dan menatap Mesya.


"Kamu hanya boleh menikah denganku, Mesya. Kau mengerti?" kata Arga menekan Mesya.


Mesya melebarkan mata, "Maksudmu? kamu mau nikah sama aku?. Kita, aku dan kamu?" tanya Mesya masih tidak percaya.


"Ya, aku dan kamu. Memangnya siapa lagi?, apa ada Mesya dan Arga lain di selain kita?" tanya Arga.


Mesya menggelengkan kepala, "Tidak, tidak ada." jawab Mesya.


"Apa aku sedang bermimpi? atau berhalusinasi? tapi ciuman tadi terasa nyata, di hadapanku sungguh Arga. Kenapa sikapnya berubah? dia jadi Arga yang berbeda." batin Mesya.


"Kamu nggak ingin menikah denganku? kamu nggak ingin bersamaku, Mesya?" tanya Arga.


"Bu-bukan begitu. Aku hanya bingung. Bukannya kamu marah sama aku, kamu bahkan nggak sudi buat ketemu aku. Aku masih bingung, gimana bisa kamu mau nikah sama aku." jelas Mesya.


"Alasannya tetap sama. Aku menuntut tanggung jawabmu yang sudah melukai hatiku. Ini hukuman untukmu, Mes. Kau tidak bisa lari dariku sekarang." kata Arga.


Mesya mengernyitkan dahi, "Kenapa perasaanku tidak enak, ya. Sepertinya ada yang salah dengan Arga. Dia bukan Arga yang aku kenal sebelumnya." batin Mesya.


Mesya merasa ada yang janggal dengan sosok Arga yang berdiri di hadapannya. Arga yang dihadapannya terlihat ingin menerkamnya hidup-hidup. Sorot mata tajam, dan tanpa adanya kelembutan.


jiahhhhh up lagi,setelah naik gunung turun gunung akhirnya up lagi🤗(gunung apa ya🤔🤭🙈)btw


makasih yg udah kasih suprot juga kasih semangat tanpa kalian IH gak akan bisa up kayak gini🤣🤣🤣karena othornya kadang rada aneh,up kalau kepengen aja🤣🤣🤣


masih di tunggu Genk vote,like juga koment serta masukan kalian bwt novel ku ini,,see u 🐣

__ADS_1


__ADS_2