Isi Hati

Isi Hati
Isi Hati ep 9


__ADS_3

Malam itu, dengan terpaksa dan sedih, Mesya ikut Danish kerumah Rey.


"Mukanya jangan nggak semangat itu dong, Mes. Nanti seolah-olah kamu tertekan dengan apa yang aku rencanakan."


"Tapi kenyataannya memang akun tertekan, kan, Dan."


"Kamu tertekan hanya sesaat sayang, percayalah. Setelah Arga memenuhi semua keinginanmu, baru kamu bisa merasakan nikmat hidup sebenarnya."


"Aku tidak tahu."


"Baiklah, ayo kita segera berangkat, aku tidak ingin nanti Rey menunggu kita terlalu lama."


"Hmm," jawab Mesya lesu.


Sesampainya dirumah Rey, Danish dan Mesya dipersilahkan masuk oleh Rey.


"Ini adikku yang kuceritakan, cantik, kan?" Danish memperkenalkan Mesya yang memang cantik itu dengan nada bangganya."


"Lebih cantik dari yang kukira," komentar Rey.


"Sebenarnya aku enggak enak,"ucap Mesya.


" Danish yang meminta, Danish bilang Arga harus punya pacar dan sebagai seorang yang pernah kamu tolong mendapatkan pekerjaan, sekarang, sekarang ia ingin balas menolong kamu melalui sahabatnya Arga. Siapa tahu kami bisa cocok."


Rey tertawa...


"Danish hanya menolong dirinya sendiri. Kamu tahu? Danish ingin punya saudara ipar kaya katanya. Ya kan, Dan?" ucap Rey bergurau, tanpa curiga.


"Siapapun ingin melihat adiknya punya masa depan yang baik. Apa itu salah?" elak Danish.


"Anggap saja Mesya Cinderella yang sedang berusaha merebut hati sang Pangeran," Danish mencoba membuat lelucon."


"Enggak ada bedanya, kan? Dia juga sama tujuannya, ingin merubah hidupnya menjadi lebih baik. Dan sekarang peluang itu ada, jadi kenapa harus di sia-siakan? Lagi pula kami tidak punya maksud jahat, kan? Ini namanya saling tolong. Mesya menolong Arga dengan cintanya, dan Arga...."


"Jangan yakin dulu, belum tentu Mesya juga jatuh cinta setelah melihat Arga,"bantah Rey cepat.


Rey melihat malah Danish yang sangat antusias menjodohkan Mesya dengan Arga.


" Kukira kamu bukan gadis yang mudah jatuh cinta, deh. Aku bisa merasakan itu."


"Mungkin, tapi apa salahnya mencoba, kan?


" Kalau cocok, aku bisa belajar mencintainya. Atau paling tidak, kami bisa berteman dulu, kan?


"Tapi dia tidak setampan Kakakmu ini, Mes. Dia jauh dibawah Danish. makanya, dia sangat mencintai gadisnya yang sudah meninggal itu. Dia tipe lelaki yang setia, aku harap seandainya Arga menyukai kamu, aku mohon jangan kecewakan dia. Karena dia tidak akan sanggup untuk menanggungnya lagi."


"Arga juga sempat bilang karena dia sulit untuk mendapatkan gadisnya dulu, dan dia juga yakin tidak akan dapat ia temui gadis sebaik Reva. Tapi tidak apa, kalau kalian berdua memang tulus ingin membantu, kita bantu sama-sama, sekaligus menguji seberapa besar pesona Mesya di mata Arga."


"Ah, jangan begitu, Rey. Aku tidak merasa cantik, kok. Aku hanya punya sepotong hati, dan sedikit harapan kasih yang bisa kuberikan padanya.


Mesya berusaha untuk merendah, padahal hatinya sangat sakit sekali, sampai hati Danish memanfaatkan kecantikannya,dan sampai hati juga memanfaatkan kekayaan Arga. Inikah jalan yang dibilang Danish mulai berpikir untuk mengubah kehidupan kami menjadi lebih baik, dengan menipu dan memanfaatkan kekayaan Arga, dan apakah aku bisa berbuat sekeji itu, Mesya hanya bisa merintih dalam hati atas apa yang sudah direncanakan oleh Danish, dan malangnya Mesya tidak bisa berbuat apa-apa.


Dan entah kenapa, tiba-tiba Mesya benar-benar ingin tulus mencintai Arga. Dan andai ia bisa, ia rela pergi dari kehidupan Danish. Mungkin Danish memang harus ditinggalkan, atau paling tidak, dia patut diberikan pelajaran atas sikapnya yang kurang ajar.


" Pasti menyenangkan, ya? Andai Mesya bisa menggugah hati Arga,"ucap Rey kemudian.


"Aku jadi malu, Rey. Rasanya konyol sekali, seorang wanita mengejar lelaki yang belum dikenalnya," timpal Mesya.


Danish mengerling tajam.


"Oh ya, kapan dong Mesya dipertemukan dengan Arga?" tanya Danish tak sabar.


"Kapan, ya?" Rey berpikir sejenak.

__ADS_1


Eh, iya, aku ada undangan ulang tahun dari Gery, dia teman Arga juga. Kuajak kamu, ya? Tapi dengan Dea juga pastinya, kalau dia tidak kuajak nanti dia ngambek sama aku, susah mau di bujuk,"kata Rey sambil tertawa.


Mesya mengangguk, dan sedikit berdebar, dia takut apa nanti yang akan terjadi selanjutnya. Mampukah ia menjalankan tugas yang dibebankan Danish padanya?"


Mesya sungguh merasa hina sekarang, dia sudah melakukan dosa bersama Danish, dan sekarang dia menjadi wanita yang tidak punya akhlak dengan memanfaatkan seseorang yang sedang hidup dalam trauma yang panjang.


Ya Tuhan, bantu aku untuk keluar dari semua beban derita ini, semoga aku bisa keluar dari jerat yang begitu mengikatnya sehingga susah untuk lepas, semoga saja ada seseorang yang bisa menolong ku keluar dari masalah ini,"bathin Mesya dalam harap.


 


***


 


Malam itu Mesya dandan sangat cantik sekali. Ia pun nampak begitu anggun. Bahkan Danish memandanginya tak bosan.


"Kuharap Arga akan tertarik padamu."


"Dan kalau aku balik tertarik padanya bagimana?"


"Tidak mungkin, selain aku tahu dan dapat mengukur kesetiaanmu padaku, aku juga tahu kalau Arga bukan tipe kamu, Dia dingin, dan yang jelas, wajahnya tak memenuhi syarat untuk kamu taksir."


"Dia jelek banget?"


"Nggak sih, tapi kalau disejajarkan denganku masih sangat jauh tertinggal."


"Tapi kalau dia mempunyai kepribadian yang baik dan bisa menghargai wanita, tidak akan menutup kemungkinan untuk aku benaran bisa jatuh cinta padanya, kan, Dan,"jawab Mesya


Danish tidak takut. Karena ia yakin sekali kalau hal itu tidak akan pernah terjadi.


" Pokoknya aku bisa pastikan, apalagi cuma Arga, lelaki mana pun yang datang padamu, tidak akan membuatmu berpaling dariku,"ucap Danish dengan sangat yakinnya.


"Kau terlalu percaya diri,"ejek Mesya


Danish tertawa.


Mesya memandang kagum kekasihnya. Danish benar, lelaki manapun yang datang, tidak akan bisa memalingkan hatinya dari hati cowok itu. Danish terlalu berarti, terlalu ia cintai. Dan tak seorangpun menyaingi keberadaannya.


Danish membalas tatapan Mesya denagany mesra.


Dan dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mencium gadis itu. Tapi kali ini dia mencoba mengekang, karena takut dandanan Mesya rusak.


Terdengar ketukan di pintu.


" Pasti Rey,"kata Mesya berdebar. Entahlah, dia merasa tidak siap melakukan ini.


"Tolong buka pintu dong, Dan,"pintanya pada Danish. Sebelum mendengar perintah Mesya, Danish sudah bersemangat berlari kepintu.


" Selamat malam, Dan,"sapa Rey begitu pintu terbuka.


"Malam, masuk Rey. Loh Dea nya mana?" tanya Danish beruntun


"Dea menunggu dirumah. Mesya sudah siap?"


"Ya, tunggu sebentar, ya?"kata Danish.


" Mes...!"panggilnya


"Sebentar!" terdengar sahutan Mesya dari dalam kamar.


"Kamarnya cuma satu, ya? Kamu tidur dimana? Bareng adikmu?"tanya Rey seraya meneliti sekeliling.


" Enak aja, disini, dong. Di sofa ini. Jadi ruang tamu ini merangkap kamarku,"dusta Danish.

__ADS_1


"Ooh, Rey manggut-manggut.


" Cari rumah yang agak besaran, dong. Dan dilingkungan yang agak baik juga,"saran Rey.


"Maunya sih, Rey. Tapi uangnya kan nggak cukup."


"Karena itu kamu ingin adikmu punya suami seperti Arga, kan?" canda Rey sembari tersenyum.


"Ah, jangan gitu dong, Rey. Aku kan jadi nggak enak nih. Nanti disangkanya aku mau morotin Arga, lagi," elak Danish sedikit tegang.


Dan Mesya pun muncul mengubah suasana. Dia begitu anggun dengan gaun hitamnya yang sedehana.


"Cantik, kan?" Danish tersenyum bangga.


"Ya, tapi entah dimata Arga,"sahut Rey pesimis.


" Pergi sekarang?"tanya Mesya.


"Ya, deh.


" Dan, jalan duluan,ya,"Rey mengajak Mesya keluar seraya berpamitan pada Danish.


"Bye, Dan," Mesya pun berpamitan pada Danish.


"Ah, Dan. Teganya dia melakukan ini padaku, desah hati Mesya sedih. Seharusnya bila ada lelaki yang mencoba mendekati dan mengaguminya, seharusnya dia cemburu, tapi Danish malah mendesak Mesya untuk mendekati lelaki lain.


Dulu dia memanfaatkan Mesya demi nafsunya, sekarang malah demi uang. Kenapa Danish semakin hari semakin jahat saja padanya?


" Tegang, ya?tanya Rey ketika mereka sampai di mobil.


Mesya mengangguk.


"Danish memang aneh, kenapa dia harus mempertaruhkan adiknya untuk Arga. Tapi tidak apa-apa, kita coba sama-sama."


"Kalau aku berhasil? Kamu ikut senang?"


"Tentu. Tapi kalau gagal, kamu nggak perlu kecewa, ya?"


Mesya menggeleng.


"Tentu saja tidak, soalnya kalau Arga suka padaku pun, belum tentu aku juga bisa suka padanya, kan?"


"Lo, harus dong. Kamu tidak boleh bohongi dia, tidak boleh menipunya juga, apalagi sampai membuatnya terluka untuk kedua kalinya. Kamu tahu? Akibatnya akan lebih fatal nanti, Mes...."


Mesya tercenung. Ia malah lebih jahat dari yang Rey kira.


"Jadi tolong ya, Mes. Kalau dia suka kamu, kamu pun harus mencintainya dengan tulus. Tapi kalau kamu tidam bisa mencintai dia juga, cepat-cepat mundur, sebelum dia bicara tentang cinta."


Mesya mengangguk.


"Benar ya, Mes?"


"Ya."


"Dia sahabatku, aku sayang padanya. Makanya aku agak kurang mendukung juga pada rencana Danish, kecuali kalau kau sudah pernah melihat langsung Arga dan tertarik untuk mendekatinya tanpa dorongan Danish atau siapapun."


"Kita lihat saja nanti, kalau dalam perkenalan pertama aku tidak suka, aku akan langsung mundur, Rey. Soalnya, kalau dari awal aku sudah tidak suka, maka kesananya juga tudak. Tapi cinta kan perlu proses? Siapa tahu setelah akrab cinta itu baru muncul, bisa saja, kan?"


"Ya udah deh, itu bagaimana nanti. Sekarang kukenalkan dulu kamu dengannya, ya? Langkah selanjutnya pikirkan sendiri nanti, ok?"


"Ok, deh," sahut Mesya masih tegang. Danish gila! Kenapa dia harus menyuruhku melakukan ini?Kesalnya dalam hati.


 

__ADS_1


***


 


__ADS_2