
Sesampainya dirumah Mesya terus saja memikirkan apa yang telah diminta Danish pada dirinya.
"Tinggal bersama, bagaimana mungkin?" aku bukan wanita yang hidup di negara bebas, aku tahu telah melakukan dosa, tapi aku juga tidak ingin menambah dosa lagi dengan tinggal bersama Danish, tapi apa yang harus aku lakukan,"ratap Mesya sendiri menghadapi masalahnya.
"Met, apa kamu sibuk?tanya Mesya
" nggak kok, Mes, ada apa?tanya Meta lagi.
"Tadi sore Danish marah-marah padaku, katanya kamu datang kerumahnya dan bicara tentang aku sambil marah, apa benar, Met?tanya Mesya pada Meta.
" Ya. Tapi aku melakukan itu untuk kebaikanmu, Mes,"sahut Meta seraya memandang dengan sendu melihat sahabatnya itu.
"Aku mengerti, tapi caramu yang kasar tidak menguntungkan posisiku, Met," sesal Mesya dengan wajah kian sendu
"Sebenarnya aku tidak bermaksud kasar, andai dia menyambutku baik. Tapi dia memang sombong kok, dan juga kasar, Mes,"
"Tapi aku mencintainya. Dan kamu tahu apa akibat kedatanganmu kerumahnya? Dia memintaku memilih..."
"Memilih?
" Ya, dia ingin aku memilih kamu atau dia." Lucu sekali, apa dia menganggap kita les**an."
"Bukan itu, tapi..." Mesya tidak melanjutkan katanya, tidak enak. Tidak ingin Meta dan Danish bermusuhan
"kenapa?"
"Met...," panggil Mesya ragu."
__ADS_1
"Aku tahu, aku telah melakukan kesalahan, kau juga, Danish juga. Seharusnya aku mendengar nasehat kamu, seharusnya Danish juga bisa.mengerti kamu sebagai sahabatku. Dan Semestinya kita bertiga rukun, seperti hubungan antara, kau dan juga Radith. Sebagai kekasih sahabatku, Radith ternyata bisa menjadi sahabatku juga, seharusmya6 Danish pun juga bisa bersikap begitu."
"Tapi Danish tidak bisa, dan aku juga tidak bisa memaksa. Dan terlebih, sekarang kalian malah saling bertengkar, dan itu karena aku, karena kebodohanku."
"Sudahlah, aku tidak menyesal bermusuhan dengan Danish."
"Tapi aku yang menyesal."
"Lalu bagaimana hubungan kalian sekarang?"
"Tentu saja ada masalah, memang selalu ada masalah, Met," sahutnya lirih
"Dan tentang pilihan yang diberikannya?" tanya Meta
"Aku sayang kamu, Met. Tapi aku tidak bisa hidup tanpa dia. Aku butuh dia, dan sangat bergantung padanya, apalagi aku..."
"Aku tidak tahu, Met. Tapi daripada harus berpisah dengannya."
"Ternyata cinta mu padanya telah membutakan pikiranmu, Mes. Dan itu tidak baik.
" Lalu pilihan apa yang diberikannya padamu, kamu belum menjawabnya.
"Apa lagi yang dia mau, Mes?tanya Meta tidak sabar, dia benar-benar khawatir dengan sahabatnya ini.
" Dia mengajakku keluar dari rumah ini, dan tinggal bersamanya.
"Apa?! Kau bilang apa?!diguncangnya keras tubuh Mesya.
__ADS_1
" Benar, dia meminta ku untuk meninggalkan rumah ini dan tinggal bersamanya.
"Apa dia sudah gila, semakin tidak ada akhlak saja cowok itu," kesal Meta.
"Lalu apa jawabanmu, Mes?" tanya Meta
"Jangan bilang padaku kamu akan menuruti kemauannya.
" Aku belum memberikan jawabannya, aku bingung, Met."jawab Mesya
"Kamu bingung kenapa?kalau kamu benar-benar menyesal dengan apa yang telah kamu lakukan, bukankah kamu dengan mudah tinggal menjawab tidak padanya.Kenapa harus bingung.?
" Tidak segampang itu, Met, dia mengancam akan meninggalkanku, kalau aku tidak keluar dari rumah ini.
"Tapi tidak cara dengan tinggal bersama kan, Mes?
" Aku belum menjawabnya,,dan aku juga tidak yakin bisa mengikuti kemauan Danish."
"Bagus kalau begitu, itu baru benar. Berarti kamu benar-benar menyesal dengan apa yang telah kamu lakukan, dan masih mau berfikir dengan jernih,"kata Meta dengan senangnya, karena sahabatnya Mesya masih mau mendengarkan nasehatnya.
***
Bagaimana kelanjutan hubungan Mesya dan Danish, tetap ikuti terus kelanjutan cerita nya.
__ADS_1
salam:Tigerwest🙏